Selasa, 12 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Terungkap, Gempa Cianjur Dipicu Sesar Baru Cugenang yang Melewati Sembilan Desa

Sabtu, 10 Desember 2022
A A
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati bersama timnya di lokasi sesar baru Cugenang. Foto InfoHumasBMKG/Twitter

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati bersama timnya di lokasi sesar baru Cugenang. Foto InfoHumasBMKG/Twitter

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Usai melakukan survei untuk tracing jejak patahan pada 5-8 Desember 2022, tim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berhasil mengungkap ada patahan baru pemicu gempa bumi Cianjur pada 21 November 2022. Bahwa gempa Cianjur berkekuatan 5,6 magnitudo dipicu pergeseran sesar baru yang dinamakan Patahan Cugenang.

“Ini adalah sesar yang baru diidentifikasi dalam survei yang dilakukan tim BMKG,” kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, 8 Desember 2022.

Disebut patahan atau sesar Cugenang karena patahannya ada di Cugenang. Patahan tersebut membentang sepanjang sembilan kilometer melintasi sembilan desa di tiga kecamatan di Cianjur. Enam desa yang dilewati garis patahan berada di Kecamatan Cugenang yang terdiri dari Desa Cibeureum, Desa Nyalindung, Desa Mangunkerta, Desa Sarampad, Desa Cibulakan, dan Desa Benjot. Sedangkan dua desa di Kecamatan Pacet, yaitu Desa Ciherang, Desa Ciputri. Kemudian satu desa lainnya di ujung patahan, yakni Desa Nagrak di Kecamatan Cianjur.

Baca Juga: Status Gunung Semeru Turun ke Level Siaga

Survei selama tiga hari itu juga untuk mengukur retakan di lokasi yang diperkirakan sebagai epicenter gempa bumi Cianjur. Lokasi survei difokuskan di beberapa wilayah, antara lain Desa Sarampad, Talaga, Cijedil, dan Cibulakan. Sebelumnya, gempa Cianjur tersebut disebut dipicu oleh sesar Cimandiri karena pusat gempa berdekatan dengan sesar tersebut.

Temuan sesar baru Cugenang tersebut berdasarkan analisis focal mechanism dan sebaran titik gempa-gempa susulan, analisis citra satelit dan foto-foto udara, serta survei lapangan secara detil terhadap pola sebaran dan karakteristik surface rupture — retakan atau rekahan permukaan tanah – sebaran titik longsor, kelurusan morfologi, dan pola sebaran kerusakan bangunan. Arah surface rupture yang diduga merupakan jalur patahan menunjukkan arah sesuai focal mechanism gempa bumi, yaitu berarah N 347°E.

Jalur Sesar Harus Bebas Permukiman

Baca Juga: Dana Perbaikan Rumah Dampak Gempa Cianjur Diterima 647 Warga Nagrak

Dalam pertemuan dengan Bupati Cianjur, Dwikorita menyampaikan Rekomendasi Kelayakan Lahan Hunian Tetap (Huntap) yang dievaluasi BMKG. Yakni berdasarkan jenis dan kondisi tanah, jarak lokasi lahan terhadap episenter, tingkat guncangan tanah dalam skala MMI (Modified Mercalli Intensity) yang terukur dari jaringan accelerograph dan nilai percepatan tanah maksimum (Peak Ground Acceleration).

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: analisis citra satelitanalisis focal mechanismBMKGgempa Cianjurjalur patahanKepala BMKG Dwikorita Karnawatirekahan permukaan tanahsesar Cimandirisesar Cugenangsumber gempa Cianjursurface rupture

Editor

Next Post
Proses evakuasi pekerja korban ledakan tambang batu bara di Sawahlunto,Sumbar. Foto Walhi Nasional.

Tambang Batu Bara di Sawahlunto Meledak Lagi, Walhi Harap Ini yang Terakhir

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
  • Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota YogyakartaKritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah
    In Lingkungan
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media