Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Suhandano, Ekolinguistik Membangun Opini Publik untuk Selamatkan Lingkungan

Persepsi manusia mengenai lingkungan diperoleh melalui bahasa, sehingga keterlibatan ahli linguistik dalam upaya penyelamatan lingkungan juga dibutuhkan.

Rabu, 12 Februari 2025
A A
Guru Besar Bidang Linguistik Antropologis FIB UGM, Prof. Suhandano. Foto Donnie/UGM.

Guru Besar Bidang Linguistik Antropologis FIB UGM, Prof. Suhandano. Foto Donnie/UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

Masyarakat sebagai pembaca belum dilibatkan dalam wacana perubahan iklim. Pemberitaan tentang perubahan iklim didominasi tema tentang sains, fenomena alam yang natural, alih-alih sebagai fenomena yang dipicu oleh perilaku manusia.

Padahal manusia merupakan bagian dalam suatu ekosistem, namun wacana perubahan iklim selama ini cenderung dikonstruksi sebagai fenomena alam belaka. Kesadaran ekologis mencakup pengetahuan tentang peran manusia sebagai subjek dalam ekosistem yang mengatur lingkungan sebagai sumber daya penghidupan juga perlu diwacanakan.

“Media massa sebagai subjek yang membentuk persepsi publik memiliki kesempatan untuk membagikan narasi yang bersifat ekosentris,” imbuh Guru Besar ke 525 di UGM dan salah satu dari 17 Guru Besar FIB UGM.

Baca juga: Perubahan Iklim, Cuaca Ekstrem Makin Sering Dirasakan

Bahasa bagi Suhandana, tidak hanya mencerminkan pandangan dunia penuturnya terhadap lingkungan. Namun juga dapat mempengaruhi cara berpikir serta bertindak bagi para penutur.  Penelitian bahasa perlu diarahkan untuk membantu dalam mengatasi krisis lingkungan yang sekarang sedang dihadapi penghuni planet ini.

Ia menyerukan agar para ahli bahasa dapat terus memproduksi dan mereproduksi wacana positif yang memberikan kesadaran atas peran manusia di dalam ekosistem. Pemakaian bahasa yang dapat mendorong orang abai terhadap lingkungan perlu dihindari. Sebaliknya, pemakaian bahasa dalam wacana apapun sebaiknya mampu membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

“Ahli bahasa memang tidak memegang kunci dalam memecahkan masalah lingkungan, tetapi dapat menulis petunjuk penggunaannya,” tegas Ketua Program Studi Magister Linguistik FIB UGM ini. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: ekolinguistikFIB UGMperubahan iklimProf. Suhandano

Editor

Next Post
Pembongkaran pagar laut di Bekasi, 11 Februari 2025. Foto Dok. KKP.

Pagar Laut di Bekasi Dibongkar, Dugaan Korupsi di Tangerang Diusut

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media