Sabtu, 10 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tahniah! Bona Mungil dan PLG Jalur 21 Padang Sugihan

Jelang Hari Gajah Sedunia, 12 Agustus mendatang, seekor gajah sumatera lahir di PLG Jalur 21 Padang Sugihan, Sumatera Selatan. Kehadiran bona mungil ini menandakan upaya konservasi dan peningkatan populasi gajah sumatera yang masuk dalam 25 satwa terancam punah, alami kemajuan.

Kamis, 14 Juli 2022
A A
Gajah sumatera yang lahir di PLG Jalur 21 Padang Sugihan bersama induknya. Foto Akun Facebook Kementerian LHK

Gajah sumatera yang lahir di PLG Jalur 21 Padang Sugihan bersama induknya. Foto Akun Facebook Kementerian LHK

Share on FacebookShare on Twitter

Kepala BKSDA Sumsel mengungkapkan, gajah yang lahir tersebut merupakan gajah binaan PLG Jalur 21 Padang Sugihan yang dirawat oleh mahout Hariyanto.

Baca Juga: Kematian 2 Gajah Sumatera di Langkat

Dengan lahirnya gajah betina tersebut, kini populasi gajah sumatera di PLG Jalur 21 Padang Sugihan totalnya 28 ekor.

Keberhasilan PLG Jalur 21 Padang Sugihan menambah populasi gajah sumatera mendapat apresiasi dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yang disampaikan Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik KLHK, Indra Exploitasia.

Menurut Indra, gajah sumatera merupakan satwa prioritas berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Nomor: SK.180/IV-KKH/2015 tentang Penetapan Dua Puluh Lima Satwa Terancam Punah Prioritas untuk Ditingkatkan Populasinya sebesar 10 persen.

Baca Juga: Gempa Hari Ini, Guncangan Dirasakan hingga Skala III MMI di Kota Jayapura

Satwa ini merupakan satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM/12/2018. Gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) masuk dalam kategori Endangered (terancam punah) menurut Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Baca Juga: Manusia hingga Parasit Jadi Penyebab Gajah Sumatera Hampir Punah

“Apresiasi kepada BKSDA Sumsel yang telah berhasil mengelola PLG sehingga tujuan pelestarian satwa gajah dengan meningkatkan populasi gajah dapat tercapai melalui program exsitu link to insitu. Kedepan, melalui program tersebut dengan lahirnya anak-anak gajah di exsitu dapat menambah keragaman genetik populasi di alam. Semoga gajah sumatera di habitat alam khususnya Sumsel dan di Sumatera pada umumnya dapat terus lestari,” ungkap Indra. [WLC01]

Sumber: ppid.menlhk.go.id

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BKSDA Sumatera SelatanGajah SumateraKementerian LHKKonservasi gajah sumateraKonservasi satwamahoutpusat latihan gajah

Editor

Next Post
Gempa Bolsel M5,4 berpusat di laut pada kedalaman 25 kilometer, pada Kamis, 14 Juli 2022. Foto tangkap layar bmkg.go.id

Gempa Hari Ini Jenis Dangkal Terjadi di  Bolsel, Sukabumi dan Bontang

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media