Jumat, 29 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tambang Batu Bara di Sawahlunto Meledak Lagi, Walhi Harap Ini yang Terakhir

Minggu, 11 Desember 2022
A A
Proses evakuasi pekerja korban ledakan tambang batu bara di Sawahlunto,Sumbar. Foto Walhi Nasional.

Proses evakuasi pekerja korban ledakan tambang batu bara di Sawahlunto,Sumbar. Foto Walhi Nasional.

Share on FacebookShare on Twitter

Menurut informasi yang dihimpun oleh Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), korban yang mengalami luka berat/kritis telah dievakuasi ke RSUD Sawahlunto. Sedangkan yang luka ringan telah mendapatkan perawatan intensif dan sudah diperbolehkan pulang.

Sementara kronologi peristiwa berdasarkan keterangan saksi yang dihimpun Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sawahlunto, bahwa pada pukul 08.00 WIB para pekerja masuk ke dalam tambang batu bara bawah tanah. Selang 15 menit kemudian terjadi kecelakaan hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka.

Baca Juga: Ini Sumber Gempa Darat Sukabumi Dirasakan hingga Bandar Lampung

“Pukul 08.00 WIB pekerja masuk. Nah, 15 menit kemudian kecelakaan terjadi,” ujar tim Pusdalops BPBD Kota Sawahlunto, Kurnia.

Sebelum masuk ke lubang tambang, petugas pengawas lubang disebut telah memeriksa keamanan mulai dari kandungan metan, kadar oksigen dan kondisi ram penyangga dan sebagainya. Menurut kesaksiannya, beberapa hal tersebut dalam keadaan aman sesuai SOP yang berlaku.

“Petugas lubang telah memeriksa semuanya dan aman,” jelas Kurnia.

Baca Juga: Gayatri Marliyani, Rentetan Gempa di Daerah Lain Tidak Saling Berkaitan

Proses pencarian dan pertolongan para korban juga terkendala asap hitam pekat dan beberapa titik api. Banyaknya jumlah pintu, mulai dari pintu utama yang hampir mencapai 80 lorong dari 13 pintu ke dua juga menyulitkan tim gabungan.

Bahkan tujuh orang dari tim penyelamat gabungan yang sudah memiliki sertifikasi penyelamat tambang bawah tanah harus dilarikan ke puskesmas terdekat dan RSUD Sawahlunto karena kekurangan oksigen.

Baca Juga: Update Terkini Erupsi Semeru, Gempa Garut, dan Gerakan Tanah Cianjur

“Tim penyelamat gabungan sempat menderita kekurangan oksigen. Alhamdulillah semuanya baik-baik saja,” imbuh Kurnia.

Pihak kepolisian dan tim dari Balai Diklat Tambang Bawah Tanah (BDTBT) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) masih mengumpulkan data dan informasi terkait penyebab kecelakaan tersebut. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: aspek keselamatan masyarakatBNPBledakan tambang batu baraLingkungan hidupsertifikasi penyelamat tambang bawah tanahtambang batu baratambang batu bara di SawahluntoWalhi Sumatra Barat

Editor

Next Post
Gempa Tarutung hari ini, Minggu, 11 Desember 2022, dengan magnitudo 4,8 yang berpusat di darat. Foto Google Earth, episenter gempa berdasarkan koordinat BMKG.

Gempa Tarutung Hari Ini Masih Rangkaian Gempa Merusak 1 Oktober 2022

Discussion about this post

TERKINI

  • Guru Besar Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, Prof. Edy Hartulistiyoso. Foto Dok. IPB University. IEdy Hartulistiyoso: Panas Sisa Industri Bisa Diubah Jadi Energi Listrik
    In Sosok
    Sabtu, 23 Mei 2026
  • Ikan nila, salah satu ikan invasif di perairan Indonesia. Foto distankan.bulelengkab.go.id.Sekitar 20 dari 50 Jenis Ikan Asing di Perairan Umum Indonesia Kategori Invasif
    In Lingkungan
    Sabtu, 23 Mei 2026
  • Teknologi untuk riset kualitas udara. Foto Dok. BRIN.BRIN Teliti Kualitas Udara Tiga Kota, Bandung Lampaui Batas Aman
    In Lingkungan
    Jumat, 22 Mei 2026
  • Presiden Prabowo Subianto saat akan menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026, 20 Mei 2026. Foto Kris/BPMI Setpres.Cabut PP 21/2026, Potensi Kerusakan SDA Sulit Dipertanggungjawabkan
    In Lingkungan
    Jumat, 22 Mei 2026
  • Warga Makassar memprotes rencana pendirian PSEL di dekat permukiman. Foto Dok. Walhi Sulawesi Selatan.Proyek PSEL di Makassar dan Yogyakarta, Transisi Darurat Sampah ke Darurat Kesehatan
    In Lingkungan
    Kamis, 21 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media