Jumat, 6 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tambang di Kendeng Akibatkan Banjir, Masyarakat Terancam Krisis Pangan

Sejak 2010, penolakan masyarakat Kendeng akan tambang tak digubris. Masukan pakar soal dampak lingkungan diabaikan. Kini banjir pun merendam sawah pertanian berbulan-bulan.

Kamis, 19 Januari 2023
A A
Masyarakat Kendeng, Pati di atas perahu di lahan sawah yang terendam banjir. Foto omahkendeng.id.

Masyarakat Kendeng, Pati di atas perahu di lahan sawah yang terendam banjir. Foto omahkendeng.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Sejak tiga bulan terakhir, November 2022-Januari 2023, banjir yang melanda Pati, Jawa Tengah. Tak hanya merendam rumah, tetapi juga ternak dan area persawahan sehingga masyarakat terdampak banjir yang mayoritas petani terancam gagal panen. Akibatnya, ancaman akan krisis pangan dan kesengsaraan bagi petani di depan mata.

Dalam siaran pers tertanggal 17 Januari 2023, perwakilan dari Indonesian Speleological Society (ISS), Petrasa Wacana memaparkan, bahwa berdasarkan data sementara BPBD Pati, bencana banjir 2023 berdampak terhadap 4.559 rumah, lahan sawah seluas 3.807 hektare di tujuh kecamatan.

Kemudian nilai produktifitas berdasarkan Data BPS November 2022 menunjukkan harga gabah (GKP) rata-rata dari petani Rp5.397 per kilogram. Dimana lahan pertanian sawah produktif dapat menghasilkan 3 – 6 ton per hektare. Asumsi rata-rata, jika per hektare 4 ton atau 4.000 kilogram, maka total kerugian sektor pertanian Rp123.278.274.00 atau Rp123,2 miliar.

Baca Juga: Masalah Lingkungan Belum Menjadi Isu Utama Media Massa

Dampak lain dari bencana banjir adalah roda ekonomi masyarakat tersendat akibat jalur-jalur distribusi dan pasar terputus, pelayanan publik terganggu, sarana prasarana publik tidak berfungsi, aktifitas pendidikan terganggu, dan masyarakat harus mewaspadai kemungkinan banjir susulan selama musim hujan.

Atas kondisi tersebut, Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo melalui Kantor Staf Presiden (KSP) di Jakarta pada 17 Januari 2023. Mereka mendesak agar Presiden merespon kejadian bencana banjir yang melanda Pati yang berlangsung tiga bulan terakhir.

Dalam suratnya, JM-PPK menyampaikan kejadian bencana banjir akhir 2022 yang lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya, bukanlah tanpa sebab. Lantas, apakah penyebabnya?

Baca Juga: Gempa Besar Mag7,1 Guncang Laut Maluku, Berikut Analisis BMKG

Pertama, sejak 2010, pertambangan di wilayah Pegunungan Kendeng di Pati terjadi secara masif dan terus meluas dari tahun ke tahun. Kawasan karst yang merupakan sebuah ekosistem ditambang secara masif sehingga fungsi resapannya menjadi tidak maksimal. Dampaknya, banjir pun semakin tinggi dan tak terkendali.

Aktivitas tambang yang dilakukan bukan hanya oleh korporasi besar. Melainkan juga korporasi kecil, baik yang berizin maupun tidak.

Kedua, alih fungsi lahan juga terjadi secara besar-besaran sehingga berpengaruh terhadap daerah resapan. Akibatnya, banjir ketika hujan dan kekeringan ketika kemarau. Kondisi tersebut terus membayangi masyarakat sekitar, khususnya petani.

Baca Juga: Gempa Bumi M6,3 di Teluk Tomini Pagi Tadi, Tak Berpotensi Tsunami

Apalagi Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Pati yang disahkan pada April 2021 melegalkan alih fungsi lahan, penggundulan hutan yang kemudian menyebabkan banjir itu. Sebab isi Perda RTRW itu menetapkan semua kecamatan di Pati sebagai kawasan tambang tanpa mempetimbangkan dan mempercayai hasil kajian-kajian ilmiah.

Tambakromo yang ditetapkan menjadi kawasan peruntukan industri adalah salah satu contoh. Padahal dalam dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Pati, Tambakromo merupakan kawasan rawan bencana tingkat tinggi.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bencana banjirgagal panenIndonesian Speleological SocietyJM-PPKKajian Lingkungan Hidup Strategiskawasan karstKLHS Pegunungan Kendengkrisis panganPegunungan KendengPerda RTRW PatiWalhi Nasional

Editor

Next Post
Bukan tsunami, ini sebab air naik dan merusak rumah warga bersamaan gempa Mag7,1 di Laut Maluku pada Rabu, 18 Januari 2023. Foto Dok BPBP, warga yang mengungsi dampak banjir rob di Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara.

Bukan Tsunami, Ini Sebab Air Naik dan Merusak Rumah Warga Bersamaan Gempa Mag7,1 di Laut Maluku

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media