Jumat, 6 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tambang di Kendeng Akibatkan Banjir, Masyarakat Terancam Krisis Pangan

Sejak 2010, penolakan masyarakat Kendeng akan tambang tak digubris. Masukan pakar soal dampak lingkungan diabaikan. Kini banjir pun merendam sawah pertanian berbulan-bulan.

Kamis, 19 Januari 2023
A A
Masyarakat Kendeng, Pati di atas perahu di lahan sawah yang terendam banjir. Foto omahkendeng.id.

Masyarakat Kendeng, Pati di atas perahu di lahan sawah yang terendam banjir. Foto omahkendeng.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Kemudian terbitlah KLHS Pegunungan Kendeng oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 2017. Isinya secara jelas menggambarkan ancaman krisis lingkungan apabila aktivitas tambang terus berjalan. KLHS amanat presiden itu juga menjelaskan, jika bencana akibat tambang melanda, maka kerugian bukan hanya alam. Taksiran secara ekonomi terhadap masyarakat terdampak juga tidak sedikit.

Baca Juga: Ini Sumber Gempa Aceh dan Jawa Timur

Ada dua hal yang didesak JM-PPK dalam surat tersebut. Pertama, mengingatkan KSP untuk memberikan informasi detail terkait dampak banjir di wilayah Pegunungan Kendeng. Kedua, memberi beberapa masukan konkrit untuk kembali meninjau pertambangan di wilayah Pati berdasarkan KLHS Pegunungan Kendeng dan meninjau kembali Perda RTRW Pati.

Perwakilan JM-PPK, Gunretno mengungkapkan masyarakat ‘terpaksa’ berstrategi agar tetap mempunyai cadangan pangan akibat banjir ini. Para petani di Kendeng telah memajukan masa tanamnya agar panen sebelum Desember. Mengingat beberapa lahan pertanian menggantungkan airnya dari Pegunungan Kendeng. Namun pertambangan malah memperparah kondisi banjir.

“Padahal warga telah lama menolak pabrik semen. Kekhawatiran terus terjadi, sehingga perlu dilakukan rehabilitasi dan penghijauan kembali di kawasan Pegunungan Kendang,” kata Gunretno.

Baca Juga: Hadapi Tantangan Masa Depan Sumber Migas, Ini yang Dilakukan Pemerintah

Ia menambahkan, warga meminta kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk duduk bersama membicarakan solusi atas peristiwa banjir ini. Termasuk melibatkan masyarakat dalam penyusunan Perda RTRW agar direvisi.

“Orang yang tahu lapangan akan memberikan masukan sebagaimana perda tata ruang itu,” imbuh Gunretno.

Aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Nasional, Memeng Melva Harahap mengungkapkan beragam persoalan menjadi penyebab bencana banjir terus-menerus di Kendeng. Mulai dari tata kelola tata ruang di Jawa Tengah yang buruk, negara memporak-porandakan dengan regulasi yang tidak punya prespektif lingkungan secara masif, negara juga tidak memperlihatkan peran-peran dari perempuan Kendeng. Akibatnya, pengelolaan sumber daya alam tidak punya perspektif lingkungan dan bencana.

Baca Juga: Inilah Keunikan Wisata Konservasi Alam yang Jadi Jujugan Wisatawan

“Padahal masyarakat Kendeng punya kearifan lokal untuk menjaga alam. Jadi harus melibatkan sedulur-sedulur Kendeng dalam aspek lingkungannya,” kata Memeng.

Ia mengingatkan, Pasal 33 UUD mengatur, bahwa kekayaan alam, bumi, air dipergunakan untuk kemakmuran rakyat. Seharusnya dengan mandat tersebut negara lebih berpihak kepada rakyat, bukan hanya kepada segelintir kepentingan yang merusak alam dan ruang kehidupan.

“Bukan sebaliknya dengan tata kelola lingkungan hidup yang gagal, kemudian banjir, longsor silahkan dinikmati oleh rakyat,” ucap Memeng.

Tahap pencegahan, rehabilitasi, dan rekonstruksi juga harus memperhatikan pemulihan lingkungan hidup yang rusak akibat pengrusakan kawasan Pegunungan Kendeng yang merupakan kawasan serapan air. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: bencana banjirgagal panenIndonesian Speleological SocietyJM-PPKKajian Lingkungan Hidup Strategiskawasan karstKLHS Pegunungan Kendengkrisis panganPegunungan KendengPerda RTRW PatiWalhi Nasional

Editor

Next Post
Bukan tsunami, ini sebab air naik dan merusak rumah warga bersamaan gempa Mag7,1 di Laut Maluku pada Rabu, 18 Januari 2023. Foto Dok BPBP, warga yang mengungsi dampak banjir rob di Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara.

Bukan Tsunami, Ini Sebab Air Naik dan Merusak Rumah Warga Bersamaan Gempa Mag7,1 di Laut Maluku

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media