Senin, 9 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Masalah Lingkungan Belum Menjadi Isu Utama Media Massa

Kamis, 19 Januari 2023
A A
Pembukaan Konferensi Nasional Jurnalis Lingkungan Hidup di Depok. Foto ppid.menlhk.go.id.

Pembukaan Konferensi Nasional Jurnalis Lingkungan Hidup di Depok. Foto ppid.menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengapresiasi aktvitas jurnalistik para jurnalis media massa dalam mendukung kerja-kerja lingkungan hidup dan kehutanan di Indonesia. Mengingat komunikasi publik pening untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Dan bersinergi dengan media atau jurnalis terkait berbagai pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan yang berkelanjutan.

“Jurnalis lingkungan memainkan peran penting menyampaikan informasi yang aktual dan valid. Kesadaran masyarakat meningkat sehingga berperan aktif dalam penyelamatan lingkungan,” kata Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) KLHK Agus Justianto saat membuka Konferensi Nasional Jurnalis Lingkungan Hidup (KNJLH) 2023 yang diselenggarakan The Society of Indonesian Environmental Journalist (SIEJ) atau Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia di Depok, Kamis, 19 Januari 2023.

Agus juga menyampaikan beberapa perspektif negara dalam agenda iklim. Bahwa negara tidak hanya mengejar ambisi, tetapi juga implementasi, termasuk bentuk dukungan untuk negara-negara berkembang.

Baca Juga: Gempa Besar Mag7,1 Guncang Laut Maluku, Berikut Analisis BMKG

“Kita semua harus menjadi bagian dari solusi. Bersama-sama harus mencegah kenaikan suhu global agar tidak melebihi 1,5 derajat Celcius. Setiap negara harus berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing. Semangat berbagi beban (burden sharing), bukan mengalihkan beban (burden shifting),” tegas Agus.

Indonesia juga terus berupaya untuk memimpin dengan memberi contoh (lead by example). Beberapa waktu lalu, Indonesia telah menyampaikan Peningkatan Kontribusi yang Ditentukan secara Nasional (Enhanced NDC) yang berisi peningkatan target penurunan emisi Indonesia. Upaya itu sejalan dengan visi Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.

Baca Juga: Gempa Bumi M6,3 di Teluk Tomini Pagi Tadi, Tak Berpotensi Tsunami

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: FOLU Net Sink 2030Isu lingkunganjurnalis lingkunganKLHKMedia MassaNet-Zero EmissionNZESIEJ

Editor

Next Post
Masyarakat Kendeng, Pati di atas perahu di lahan sawah yang terendam banjir. Foto omahkendeng.id.

Tambang di Kendeng Akibatkan Banjir, Masyarakat Terancam Krisis Pangan

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media