Senin, 14 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Masalah Lingkungan Belum Menjadi Isu Utama Media Massa

Kamis, 19 Januari 2023
A A
Pembukaan Konferensi Nasional Jurnalis Lingkungan Hidup di Depok. Foto ppid.menlhk.go.id.

Pembukaan Konferensi Nasional Jurnalis Lingkungan Hidup di Depok. Foto ppid.menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengapresiasi aktvitas jurnalistik para jurnalis media massa dalam mendukung kerja-kerja lingkungan hidup dan kehutanan di Indonesia. Mengingat komunikasi publik pening untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Dan bersinergi dengan media atau jurnalis terkait berbagai pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan yang berkelanjutan.

“Jurnalis lingkungan memainkan peran penting menyampaikan informasi yang aktual dan valid. Kesadaran masyarakat meningkat sehingga berperan aktif dalam penyelamatan lingkungan,” kata Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) KLHK Agus Justianto saat membuka Konferensi Nasional Jurnalis Lingkungan Hidup (KNJLH) 2023 yang diselenggarakan The Society of Indonesian Environmental Journalist (SIEJ) atau Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia di Depok, Kamis, 19 Januari 2023.

Agus juga menyampaikan beberapa perspektif negara dalam agenda iklim. Bahwa negara tidak hanya mengejar ambisi, tetapi juga implementasi, termasuk bentuk dukungan untuk negara-negara berkembang.

Baca Juga: Gempa Besar Mag7,1 Guncang Laut Maluku, Berikut Analisis BMKG

“Kita semua harus menjadi bagian dari solusi. Bersama-sama harus mencegah kenaikan suhu global agar tidak melebihi 1,5 derajat Celcius. Setiap negara harus berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing. Semangat berbagi beban (burden sharing), bukan mengalihkan beban (burden shifting),” tegas Agus.

Indonesia juga terus berupaya untuk memimpin dengan memberi contoh (lead by example). Beberapa waktu lalu, Indonesia telah menyampaikan Peningkatan Kontribusi yang Ditentukan secara Nasional (Enhanced NDC) yang berisi peningkatan target penurunan emisi Indonesia. Upaya itu sejalan dengan visi Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.

Baca Juga: Gempa Bumi M6,3 di Teluk Tomini Pagi Tadi, Tak Berpotensi Tsunami

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: FOLU Net Sink 2030Isu lingkunganjurnalis lingkunganKLHKmedia massaNet-Zero EmissionNZESIEJ

Editor

Next Post
Masyarakat Kendeng, Pati di atas perahu di lahan sawah yang terendam banjir. Foto omahkendeng.id.

Tambang di Kendeng Akibatkan Banjir, Masyarakat Terancam Krisis Pangan

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media