Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gempa Besar Mag7,1 Guncang Laut Maluku, Berikut Analisis BMKG

Rabu, 18 Januari 2023
A A
Gempa besar Mag7,1 guncang Laut Maluku pada Rabu, 18 Januari 2023, pukul 13.06 WIB. Gempa susulan tercatat sudah 10 kali terjadi. Foto tangkap layar Google Earth berdasarkan titik koordinat episenter gempa Mag7,1.

Gempa besar Mag7,1 guncang Laut Maluku pada Rabu, 18 Januari 2023, pukul 13.06 WIB. Gempa susulan tercatat sudah 10 kali terjadi. Foto tangkap layar Google Earth berdasarkan titik koordinat episenter gempa Mag7,1.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Gempa besar Magnitudo (Mag) 7,1  mengguncang wilayah Laut Maluku. Gempa terjadi pada Rabu, 18 Januari 2023, pukul 13.06 WIB. Berdasarkan monitoring Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah terjadi sepuluh kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo hingga Mag5,3.

Berdasarkan analisis BMKG, gempa tektonik Mag7,1 ini memiliki parameter update Mag7,0. Lokasi pusat gempa berada pada koordinat 2,80 derajat Lintangt Utara, 127,03 derajat Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 124 kilometer arah Selatan Kota Melonguane, Sulawesi Utara, pada kedalaman 71 kilometer.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah dipicu oleh deformasi batuan dalam Lempeng Laut Maluku. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip),” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono.

Baca Juga: Gempa Bumi M6,3 di Teluk Tomini Pagi Tadi, Tak Berpotensi Tsunami

BMKG menegaskan gempa besar Mag7,1 di Laut Maluku tidak berpotensi tsunami. Sedangkan dampak guncangan gempa Mag7,1 di Laut Maluku dirasakan hingga skala intensitas IV Modified Mercalli Intensity (MMI). Guncangan dampak gempa yang dirasakan pada skala IV MMI diilustrasikan, bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela, pintu berderik dan dinding berbunyi.

BMKG menyebutkan, gempa besar Mag7,1 di Laut Maluku ini dirasakan di Kepulauan Talaud, Kepulauan Sangihe, Kepulaan Sitaro, Tidore dengan skala intensitas III hingga IV MMI.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: gempa besar di Laut MalukuGempa di Kepulauan Sangihegempa Kepulauan SitaroGempa Kepulauan Talaudgempa Mag7 di Laut MalukuGempa MalukuLempeng Laut MalukuProvinsi Maluku

Editor

Next Post
Pembukaan Konferensi Nasional Jurnalis Lingkungan Hidup di Depok. Foto ppid.menlhk.go.id.

Masalah Lingkungan Belum Menjadi Isu Utama Media Massa

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
  • Pantomimer Wanggi Hoed melakukan aksi pertunjukan untuk memprotes ekspor monyet ekor panjang pada Hari Primata Interasional di Titik Nol Kota Yogyakarta, 2 september 2026. Foto Dok. Forum United For Primates .Petisi untuk Pemerintah Indonesia: Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Penelitian!
    In News
    Rabu, 2 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media