Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Teknologi Hidrogen Menuju Ekosistem Baja Rendah Karbon di Indonesia

Industri material, seperti semen dan baja menjadi salah satu penyumbang emisi karbon terbesar di dunia.

Jumat, 8 Mei 2026
A A
Grand Final Net Zero Steel Pathways Cohort 2026 bertema “Bridging the Landscape: Readiness & Viability in Indonesia’s Net Zero Steel Ecosystem”, 7 Mei 2026. Foto ITB.

Grand Final Net Zero Steel Pathways Cohort 2026 bertema “Bridging the Landscape: Readiness & Viability in Indonesia’s Net Zero Steel Ecosystem”, 7 Mei 2026. Foto ITB.

Share on FacebookShare on Twitter

Pada sesi kedua, Chief Operating Officer PT Krakatau Steel Tbk, Sidik Darusulistyo membahas tantangan industri baja dalam menjaga keseimbangan antara agenda dekarbonisasi dan daya saing bisnis. Bahwa industri baja merupakan sektor strategis yang menopang hampir seluruh sektor ekonomi, namun memiliki margin keuntungan yang relatif tipis sehingga efisiensi operasional menjadi kunci keberlanjutan bisnis.

Saat ini, Krakatau Steel berfokus pada percepatan cash conversion cycle, streamlining proses bisnis, serta penguatan rantai pasok domestik untuk menjaga profitabilitas di tengah tekanan biaya produksi dan volatilitas pasar energi global.

Dalam sesi tanya jawab, Sidik juga menyoroti pendekatan market-driven production yang menekankan pentingnya ketepatan siklus produksi dan pengiriman (perfect timing) guna mengurangi kebutuhan inventori. Namun, pendekatan tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan dalam implementasinya di lapangan.

“Efisiensi rantai pasok menjadi fokus utama perusahaan, sementara digitalisasi dan adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menjadi faktor penting dalam mempercepat transformasi industri baja,” kata dia.

Transisi industri rendah karbon

Menutup diskusi, Kepala CPPM SBM ITB, Yudo Anggoro menekankan bahwa isu willingness to pay menjadi salah satu faktor penting dalam transisi menuju industri baja rendah karbon. Biaya produksi yang lebih tinggi dapat memengaruhi harga baja dan daya saing industri. Namun, tanpa dukungan pasar terhadap produk hijau, adopsi teknologi rendah karbon juga akan sulit berkembang secara luas.

Yudo menegaskan pentingnya program ini dalam membangun kesiapan ekosistem industri baja rendah karbon di Indonesia.

“Tidak banyak yang benar-benar memahami kompleksitas industri ini. Edukasi melalui program seperti ini menjadi penting untuk membangun kesiapan ekosistem baja rendah karbon di Indonesia,” kata dia.

Melalui kegiatan ini, SBM ITB mendorong kolaborasi berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kesiapan industri baja nasional dalam menghadapi transisi menuju ekonomi rendah karbon. Keberhasilan transformasi tersebut dinilai tidak hanya bergantung pada kemajuan teknologi, tetapi juga pada dukungan kebijakan, kesiapan infrastruktur energi, struktur biaya yang kompetitif, serta kesiapan pasar dalam menyerap produk berkelanjutan.

Program tersebut bertujuan memperkuat pemahaman para eksekutif industri baja mengenai transformasi menuju ekosistem baja rendah karbon (net zero steel) di Indonesia, mulai dari aspek teknologi, kebijakan, investasi, hingga implementasi industri berkelanjutan.

CPPM SBM ITB juga diharapkan dapat menghasilkan berbagai rekomendasi strategis untuk mendukung pengembangan industri baja rendah karbon di Indonesia. Ke depan, CPPM SBM ITB juga berencana melanjutkan pengembangan executive course Net Zero Steel Pathways Cohort sebagai bagian dari upaya memperkuat integrasi keilmuan dan praktik industri dalam mendukung transformasi keberlanjutan sektor baja nasional. [WLC02]

Sumber: ITB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Baja Rendah KarbonCPPM SBM ITBIndustri Baja HijauTeknik Metalurgi ITBTeknologi Shaft Furnace

Editor

Next Post
Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.

SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media