Senin, 29 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Teknologi Nuklir Jadi Solusi Polusi Udara

Sebab partikel polutannya sangat kecil sehingga dibutuhkan teknologi yang benar-benar canggih yang bisa sekali tembak.

Senin, 12 Agustus 2024
A A
Polusi udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Foto Manggala Agni VI Daop Tanah Laut.

Polusi udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Foto Manggala Agni VI Daop Tanah Laut.

Share on FacebookShare on Twitter

“Jadi, untuk menyelesaikan permasalahan polusi udara dibutuhkan regional platform. Jadi kami perlu berkolaborasi dengan siapapun,” ujar dia.

Muhayatun berharap, BRIN dapat berkontribusi dalam menangani permasalahan ini. Ia juga berharap Indonesia dapat memanfaatkan teknologi nuklir untuk membantu memecahkan permasalahan polusi udara tersebut.

Kolaborasi dengan DKI Jakarta

Kepala Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Lingkungan Hidup Daerah (UPT LLHD) DKI Jakarta, Diah Ratna Ambarwati mengatakan, kolaborasi dengan BRIN terkait polutan udara sudah dilakukan sejak 2010.

Baca Juga: Kucing di Turki Pernah Dianggap Pahlawan Kesehatan, Ini Alasannya

BRIN meletakkan alat pemantau polusi udara dengan memasang alat di Kantor LLHD yang dekat dengan jalan raya. Kemudian datanya secara kontinyu dikirimkan ke BRIN untuk dilakukan analisis menggunakan teknologi nuklir.

“Itu sangat membantu kami. Data hasil analisis dari BRIN, kami jadikan data komprehensif, sehingga bisa mengambil kebijakan untuk daerah perkotaan dalam pengendalian pecemaran udara,” lanjut Diah.

Menurut dia, teknologi ini lebih baik, karena belum ada teknologi lain yang bisa mendeteksi kandungan yang ada di partikulat udara yang konsentrasinya sangat rendah.

Baca Juga: Anak Banteng Jantan Lahir di Taman Nasional Baluran

“Mungkin metode konvensional pun belum tentu bisa mendeteksi kandungan partikulat udara dari konsentrasi yang sangat rendah. Harus dengan teknologi yang sensitifitasnya tinggi, akurasi datanya juga tinggi,” terang dia.

Diah mengungkapkan penyebab polusi udara di Jakarta berasal dari sumber bergerak dan tidak bergerak. Sebanyak 75 persen atau mayoritas dari sumber bergerak. Beberapa kajian yang telah dilakukan di Jakarta terkait sumber polusi udara adalah disebabkan aktivitas transportasi. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: alat pemantau polusi udaraBRINpolusi udarapolutan udarateknologi nuklir

Editor

Next Post
Pemasangan GPS collar pada gajah sumatera betina di kawasan Hutan Lindung Kotaagung Utara, Kecamatan Suoh, Lampung Barat, 19 Juli 2024. Foto Humas Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

Spesies Gajah Indonesia di Ambang Kepunahan, Kenali Karakternya untuk Mitigasi

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media