Jumat, 2 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Teknologi Nuklir Jadi Solusi Polusi Udara

Sebab partikel polutannya sangat kecil sehingga dibutuhkan teknologi yang benar-benar canggih yang bisa sekali tembak.

Senin, 12 Agustus 2024
A A
Polusi udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Foto Manggala Agni VI Daop Tanah Laut.

Polusi udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Foto Manggala Agni VI Daop Tanah Laut.

Share on FacebookShare on Twitter

“Jadi, untuk menyelesaikan permasalahan polusi udara dibutuhkan regional platform. Jadi kami perlu berkolaborasi dengan siapapun,” ujar dia.

Muhayatun berharap, BRIN dapat berkontribusi dalam menangani permasalahan ini. Ia juga berharap Indonesia dapat memanfaatkan teknologi nuklir untuk membantu memecahkan permasalahan polusi udara tersebut.

Kolaborasi dengan DKI Jakarta

Kepala Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Lingkungan Hidup Daerah (UPT LLHD) DKI Jakarta, Diah Ratna Ambarwati mengatakan, kolaborasi dengan BRIN terkait polutan udara sudah dilakukan sejak 2010.

Baca Juga: Kucing di Turki Pernah Dianggap Pahlawan Kesehatan, Ini Alasannya

BRIN meletakkan alat pemantau polusi udara dengan memasang alat di Kantor LLHD yang dekat dengan jalan raya. Kemudian datanya secara kontinyu dikirimkan ke BRIN untuk dilakukan analisis menggunakan teknologi nuklir.

“Itu sangat membantu kami. Data hasil analisis dari BRIN, kami jadikan data komprehensif, sehingga bisa mengambil kebijakan untuk daerah perkotaan dalam pengendalian pecemaran udara,” lanjut Diah.

Menurut dia, teknologi ini lebih baik, karena belum ada teknologi lain yang bisa mendeteksi kandungan yang ada di partikulat udara yang konsentrasinya sangat rendah.

Baca Juga: Anak Banteng Jantan Lahir di Taman Nasional Baluran

“Mungkin metode konvensional pun belum tentu bisa mendeteksi kandungan partikulat udara dari konsentrasi yang sangat rendah. Harus dengan teknologi yang sensitifitasnya tinggi, akurasi datanya juga tinggi,” terang dia.

Diah mengungkapkan penyebab polusi udara di Jakarta berasal dari sumber bergerak dan tidak bergerak. Sebanyak 75 persen atau mayoritas dari sumber bergerak. Beberapa kajian yang telah dilakukan di Jakarta terkait sumber polusi udara adalah disebabkan aktivitas transportasi. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: alat pemantau polusi udaraBRINpolusi udarapolutan udarateknologi nuklir

Editor

Next Post
Pemasangan GPS collar pada gajah sumatera betina di kawasan Hutan Lindung Kotaagung Utara, Kecamatan Suoh, Lampung Barat, 19 Juli 2024. Foto Humas Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

Spesies Gajah Indonesia di Ambang Kepunahan, Kenali Karakternya untuk Mitigasi

Discussion about this post

TERKINI

  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media