Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Temuan Tim Badan Geologi: Patahan Aktif Cipeles Penyebab Gempa Sumedang

Patahan atau sesar banyak bersebaran di daerah Sumedang. Bahkan ada patahan yang baru dipetakan dan termasuk aktif.

Jumat, 5 Januari 2024
A A
Sebaran patahan dan kelurusan di Sumedang. Foto esdm.go.id.

Sebaran patahan dan kelurusan di Sumedang. Foto esdm.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Data bawah permukaan dari hasil penyelidikan geofisika mengkonfirmasi keberadaan dan kemenerusan Sesar Aktif Cileunyi-Tanjungsari. Di samping itu, terdapat histori gempa merusak yang berpusat di daerah Tanjungsari (pada lajur kelurusan) yang menimbulkan cukup banyak korban dan kerusakan bangunan. Sejumlah event tersebut telah memberikan bukti bahwa kelurusan Cileunyi-Tanjungsari merupakan sesar aktif yang perlu diwaspadai.

Kejadian gempa bumi Sumedang pada awal tahun 2024 menambah keyakinan akan aktivitas sesar patahan Cipeles, karena pusat-pusat gempa juga berada pada lajur sesar. Tambahan data kegempaan di lajur sesar ini juga diperoleh dari jaringan 70 seismometer passive seismic tomography (PST) yang dipasang di wilayah Kabupaten Sumedang, Majalengka, Indramayu, Cirebon dan Kuningan, selama kurun waktu Agustus-September 2023.

Dalam rangka mengupas secara komprehensif rekam jejak patahan yang menjadi sumber gempa bumi di Sumedang, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyelenggarakan Geoseminar Edisi Khusus terkait Gempa Sumedang yang terjadi beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Irwan Meilano: Gempa Ishikawa Bukan Terkuat di Jepang, Tapi Picu Tsunami

Potensi Ancaman Sesar Cileunyi – Tanjungsari
Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid menjelaskan, Geoseminar Edisi Khusus tersebut mengupas secara komprehensif rekam jejak patahan yang menjadi sumber gempa bumi di Sumedang melalui serangkaian penyelidikan geologi permukaan, geofisika bawah permukaan dan permukaan, yang telah dilakukan sejak belasan tahun yang lalu. Ia berharap dengan memahami karakteristik akan mampu mengantisipasi kejadian gempa bumi yang akan datang, dengan kesiapsiagaan yang matang, sehingga korban jiwa bisa ditekan seminimal mungkin.

“Gempa bumi Sumedang dengan kedalaman dangkal itu telah mengakibatkan bencana cukup signifikan di Sumedang. Selain di sana, kerusakan bangunan juga terjadi di Kabupaten Bandung, Subang dan Ciamis,” ujar Wafid saat membuka Geo Seminar.

Gempa bumi Sumedang, menurut Wafid adalah fakta, bahwa kawasan itu merupakan kawasan yang memiliki potensi tinggi terjadinya gempa bumi.

Baca Juga: Irwan Meilano: Gempa Ishikawa Bukan Terkuat di Jepang, Tapi Picu Tsunami

“Sebagai kawasan potensi tinggi gempa bumi di jalur patahan aktif, salah satunya patahan aktif Cileunyi – Tanjungsari, punya potensi ancaman permanen terhadap kejadian gempa bumi,” lanjut Wafid.

Wafid menyatakan kolaborasi antar instansi adalah penting dalam memitigasi bencana.

“Kami menyadari diperlukan komitmen dan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah dan masyarakat dalam upaya kesiapsiagaan bencana geologi. Khususnya bencana gempa bumi guna meminimalkan korban jiwa dan harta benda serta mendukung penataan ruang yang berbasis mitigasi bencana,” tutup Wafid.

Acara Geoseminar Khusus itu diisi para pembicara ahli dari Badan Geologi, Sukahar Eka Adi Saputra dan Joko Wahyudiono, yang membahas “Temuan Sesar Baru Penyebab Gempa Sumedang”. Selain itu, Marjiyono, Hidayat, dan Lucki Junursyah membahas “Looking Into The Earth With Geophysics: Open Data Bawah Permukaan Terkait Sesar Aktif Cileunyi-Tanjungsari”. [WLC04]

Sumber: Kementerian ESDM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: cekungan Bandunggempa SumedangKementerian ESDMpatana Cipelessesar Cileunyi-TanjungsariTim Tanggap Darurat Badan Geolog

Editor

Next Post
Pendaki Khansa Syahlaa mempersiapkan pendakian Gunung Aconcagua. Foto kemenparekraf.go.id.

Khansa akan Mendaki Gunung Aconcagua dalam Ekspedisi Seven Summit

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media