Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Terungkap, Gempa Cianjur Dipicu Sesar Baru Cugenang yang Melewati Sembilan Desa

Sabtu, 10 Desember 2022
A A
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati bersama timnya di lokasi sesar baru Cugenang. Foto InfoHumasBMKG/Twitter

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati bersama timnya di lokasi sesar baru Cugenang. Foto InfoHumasBMKG/Twitter

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Usai melakukan survei untuk tracing jejak patahan pada 5-8 Desember 2022, tim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berhasil mengungkap ada patahan baru pemicu gempa bumi Cianjur pada 21 November 2022. Bahwa gempa Cianjur berkekuatan 5,6 magnitudo dipicu pergeseran sesar baru yang dinamakan Patahan Cugenang.

“Ini adalah sesar yang baru diidentifikasi dalam survei yang dilakukan tim BMKG,” kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, 8 Desember 2022.

Disebut patahan atau sesar Cugenang karena patahannya ada di Cugenang. Patahan tersebut membentang sepanjang sembilan kilometer melintasi sembilan desa di tiga kecamatan di Cianjur. Enam desa yang dilewati garis patahan berada di Kecamatan Cugenang yang terdiri dari Desa Cibeureum, Desa Nyalindung, Desa Mangunkerta, Desa Sarampad, Desa Cibulakan, dan Desa Benjot. Sedangkan dua desa di Kecamatan Pacet, yaitu Desa Ciherang, Desa Ciputri. Kemudian satu desa lainnya di ujung patahan, yakni Desa Nagrak di Kecamatan Cianjur.

Baca Juga: Status Gunung Semeru Turun ke Level Siaga

Survei selama tiga hari itu juga untuk mengukur retakan di lokasi yang diperkirakan sebagai epicenter gempa bumi Cianjur. Lokasi survei difokuskan di beberapa wilayah, antara lain Desa Sarampad, Talaga, Cijedil, dan Cibulakan. Sebelumnya, gempa Cianjur tersebut disebut dipicu oleh sesar Cimandiri karena pusat gempa berdekatan dengan sesar tersebut.

Temuan sesar baru Cugenang tersebut berdasarkan analisis focal mechanism dan sebaran titik gempa-gempa susulan, analisis citra satelit dan foto-foto udara, serta survei lapangan secara detil terhadap pola sebaran dan karakteristik surface rupture — retakan atau rekahan permukaan tanah – sebaran titik longsor, kelurusan morfologi, dan pola sebaran kerusakan bangunan. Arah surface rupture yang diduga merupakan jalur patahan menunjukkan arah sesuai focal mechanism gempa bumi, yaitu berarah N 347°E.

Jalur Sesar Harus Bebas Permukiman

Baca Juga: Dana Perbaikan Rumah Dampak Gempa Cianjur Diterima 647 Warga Nagrak

Dalam pertemuan dengan Bupati Cianjur, Dwikorita menyampaikan Rekomendasi Kelayakan Lahan Hunian Tetap (Huntap) yang dievaluasi BMKG. Yakni berdasarkan jenis dan kondisi tanah, jarak lokasi lahan terhadap episenter, tingkat guncangan tanah dalam skala MMI (Modified Mercalli Intensity) yang terukur dari jaringan accelerograph dan nilai percepatan tanah maksimum (Peak Ground Acceleration).

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: analisis citra satelitanalisis focal mechanismBMKGgempa Cianjurjalur patahanKepala BMKG Dwikorita Karnawatirekahan permukaan tanahsesar Cimandirisesar Cugenangsumber gempa Cianjursurface rupture

Editor

Next Post
Proses evakuasi pekerja korban ledakan tambang batu bara di Sawahlunto,Sumbar. Foto Walhi Nasional.

Tambang Batu Bara di Sawahlunto Meledak Lagi, Walhi Harap Ini yang Terakhir

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media