Senin, 9 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tiga Fokus Penanganan Bencana Banjir Bandang dan Longsor di Sukabumi

Senin, 9 Desember 2024
A A
Penampakan banjir bandang di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, 4 Desember 2024. Foto tangkapan layar video X/@infomitigasi

Penampakan banjir bandang di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, 4 Desember 2024. Foto tangkapan layar video X/@infomitigasi

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Masa tanggap darurat bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, BNPB menetapkan tiga fokus penanganan. Bencana hidrometeorologi, banjir bandang dan longsor melanda Kabupaten Sukabumi pada 4 Desember 2024.

Bencana hidrometeorologi Sukabumi menewaskan lima warga yang telah ditemukan dan dievakuasi, sementara tujuh warga yang dilaporkan hilang masih dalam pencarian. Bencana banjir bandang dan longsor Sukabumi merusak ratusan rumah penduduk dengan kategori rusak berat.

Kepala BNPB, Suharyanto menekankan tiga fokus penanganan dampak bencana hidrometeorologi Sukabumi.

Baca Juga: Puluhan Kecamatan di Kabupaten Sukabumi Terdampak Banjir dan Longsor

Pertama, penanganan akses jalan yang tertutup. Menurut Suharyanto, kondisi saat ini akses jalan sudah bisa dilewati semua.

“Meskipun perlu kehati-hatian. Ini nanti, tolong semua untuk fokus ke situ, jangan sampai masih ada rakyat yang terisolir,” kata Suharyanto dalam Rapat Koordinasi penanganan bencana di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Minggu, 8 Desember 2024.

Fokus yang kedua, Suharyanto menekankan agar pendistribusian pasokan BBM yang sudah berjalan dengan baik jangan sampai tersendat kembali. Selanjutnya, fokus ketiga kata Suharyanto, penanganan rumah warga yang rusak berat.

Baca Juga: Banjir Bandang dan Retakan Tanah di Sukabumi Akibat Bibit Siklon dan Gempa

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Banjir Bandang dan Longsor SukabumiBanjir dan LongsorBencana HidrometeorologiKabupaten Sukabumi

Editor

Next Post
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati.

Modifikasi Cuaca BMKG Berhasil Kurangi Risiko Bencana Hidrometeorologi di Jakarta

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi warga Sagea - Kiya di Halmahera Tengah menolak pertambangan. Foto Dok. Jatam.Dugaan Kriminalisasi Warga Sagea – Kiya, Jatam: Pasal 162 UU Minerba Melanggengkan Praktik SLAPP
    In Lingkungan
    Jumat, 6 Maret 2026
  • Ilustrasi anak gajah da induknya. Foto cocoparisienne/pixabay.com.Kematian Anak Gajah di Tesso Nilo, Pakar Ingatkan Bahaya Pasang Jerat Bagi Satwa Liar
    In Rehat
    Jumat, 6 Maret 2026
  • Ilustrasi serbuan tawon pada kereta api yang lewat. Foto skyvictor79/pixabay.com.Serbuan Tawon di Tol Cipularang, Alarm Penurunan Kualitas Lingkungan
    In Lingkungan
    Kamis, 5 Maret 2026
  • Ilustrasi suasana saat hujan turun. Foto Horacio30/pixabay.com.Potensi Hujan Lebat Saat Libur Lebaran Idulfitri 2026
    In News
    Kamis, 5 Maret 2026
  • Gerhana bulan total, 3 Maret 2026 pukul 18.57 WIB. Foto Observatorium Bosscha.Edukasi Cerita Rakyat dan Sains di Balik Gerhana Bulan Total
    In Rehat
    Rabu, 4 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media