Minggu, 4 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tiga Fokus Penanganan Bencana Banjir Bandang dan Longsor di Sukabumi

Senin, 9 Desember 2024
A A
Penampakan banjir bandang di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, 4 Desember 2024. Foto tangkapan layar video X/@infomitigasi

Penampakan banjir bandang di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, 4 Desember 2024. Foto tangkapan layar video X/@infomitigasi

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Masa tanggap darurat bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, BNPB menetapkan tiga fokus penanganan. Bencana hidrometeorologi, banjir bandang dan longsor melanda Kabupaten Sukabumi pada 4 Desember 2024.

Bencana hidrometeorologi Sukabumi menewaskan lima warga yang telah ditemukan dan dievakuasi, sementara tujuh warga yang dilaporkan hilang masih dalam pencarian. Bencana banjir bandang dan longsor Sukabumi merusak ratusan rumah penduduk dengan kategori rusak berat.

Kepala BNPB, Suharyanto menekankan tiga fokus penanganan dampak bencana hidrometeorologi Sukabumi.

Baca Juga: Puluhan Kecamatan di Kabupaten Sukabumi Terdampak Banjir dan Longsor

Pertama, penanganan akses jalan yang tertutup. Menurut Suharyanto, kondisi saat ini akses jalan sudah bisa dilewati semua.

“Meskipun perlu kehati-hatian. Ini nanti, tolong semua untuk fokus ke situ, jangan sampai masih ada rakyat yang terisolir,” kata Suharyanto dalam Rapat Koordinasi penanganan bencana di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Minggu, 8 Desember 2024.

Fokus yang kedua, Suharyanto menekankan agar pendistribusian pasokan BBM yang sudah berjalan dengan baik jangan sampai tersendat kembali. Selanjutnya, fokus ketiga kata Suharyanto, penanganan rumah warga yang rusak berat.

Baca Juga: Banjir Bandang dan Retakan Tanah di Sukabumi Akibat Bibit Siklon dan Gempa

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Banjir Bandang dan Longsor SukabumiBanjir dan LongsorBencana HidrometeorologiKabupaten Sukabumi

Editor

Next Post
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati.

Modifikasi Cuaca BMKG Berhasil Kurangi Risiko Bencana Hidrometeorologi di Jakarta

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media