Minggu, 8 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Titi Mangsa Dinilai Tak Relevan, Petani Gunungkidul Belajar Pahami Prediksi Iklim

Selasa, 23 September 2025
A A
Petani di Gunungkidul mengikuti Sekolah Lapang Iklim, 22 September 2025. Foto BMKG.

Petani di Gunungkidul mengikuti Sekolah Lapang Iklim, 22 September 2025. Foto BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

“Sekolah Lapang Iklim adalah jembatan antara data iklim dan strategi pertanian. Ini adalah aksi nyata BMKG untuk mendukung ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim,” imbuh dia.

Ketua Panitia yang juga Kepala Stasiun Klimatologi DIY, Reni Kraningtyas, melaporkan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mendukung petani hortikultura cabai dan bawang merah di Nglipar. Peserta terdiri dari 47 petani hortikultura, 5 PPL, serta 8 perwakilan dari Kalurahan Kedungpoh. Materi utama meliputi pemanfaatan informasi iklim untuk mendukung budidaya hortikultura, pengenalan unsur iklim dan alat ukur, serta pemahaman informasi cuaca dari BMKG.

Mengendalikan inflasi

Baca juga: Populasi Komodo Terancam Punah, Kementerian Kehutanan Menunggu Lampu Hijau Pembangunan Resort dari Unesco

Dukungan juga datang dari Bank Indonesia (BI) yang sejak 2019 bersinergi dengan BMKG dalam program SLI. Kepala Perwakilan BI DIY, Sri Darmadi Sudibyo mengaitkan SLI dengan pengendalian inflasi pangan. Bahwa produksi pertanian sangat dipengaruhi kondisi iklim. Penguatan literasi iklim bagi petani menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan pasokan dan menjaga stabilitas harga pangan.

“Program klaster cabai dan bawang merah yang kami kembangkan bersama kelompok tani di Gunungkidul adalah salah satu upaya nyata dalam menjaga inflasi tetap terkendali,” jelas Sri Darmadi.

Menurut dia, pemahaman petani terhadap perubahan iklim akan berdampak langsung pada ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga pangan, yang menjadi faktor penting dalam menjaga inflasi tetap terkendali.

Baca juga: Kisah Kampus yang Kaya Habitat Satwa Liar dan Melestarikan Pohon 106 Tahun

“Produksi pertanian kita akan sangat dipengaruhi oleh kondisi iklim. Kehadiran SLI ini menjadi ikhtiar penting untuk memperkuat daya tahan sektor pangan,” imbuh dia.

Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, menekankan pentingnya program ini bagi masyarakatnya. Mengingat pertanian adalah tulang punggung ekonomi Gunungkidul, tetapi juga sektor yang paling rentan terhadap perubahan iklim.

“Dengan SLI, petani belajar langsung menerapkan informasi iklim ke usaha tani, sehingga lebih siap menghadapi kekeringan maupun hujan ekstrem,” ujar Joko.

Sebab SLI penting untuk membekali petani dengan keterampilan adaptasi. Dengan semangat kerja keras dan kemampuan beradaptasi, masyarakat Gunungkidul pasti mampu menjadikan tantangan iklim sebagai peluang untuk meningkatkan kesejahteraan. [WLC02]

Sumber: BMKG

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: anomali iklimKabupaten GunungkidulKepala BMKG Dwikorita KarnawatiSekolah Lapang iklim

Editor

Next Post
Dosen Fakultas Pertanian UGM dan penemu padi Gamagora 7, Supriyanta. Foto Donnie/UGM.

Supriyanta, Menciptakan Varietas Padi Unggul agar Petani Bahagia

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media