Senin, 10 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Titi Mangsa Dinilai Tak Relevan, Petani Gunungkidul Belajar Pahami Prediksi Iklim

Selasa, 23 September 2025
A A
Petani di Gunungkidul mengikuti Sekolah Lapang Iklim, 22 September 2025. Foto BMKG.

Petani di Gunungkidul mengikuti Sekolah Lapang Iklim, 22 September 2025. Foto BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

“Sekolah Lapang Iklim adalah jembatan antara data iklim dan strategi pertanian. Ini adalah aksi nyata BMKG untuk mendukung ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim,” imbuh dia.

Ketua Panitia yang juga Kepala Stasiun Klimatologi DIY, Reni Kraningtyas, melaporkan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mendukung petani hortikultura cabai dan bawang merah di Nglipar. Peserta terdiri dari 47 petani hortikultura, 5 PPL, serta 8 perwakilan dari Kalurahan Kedungpoh. Materi utama meliputi pemanfaatan informasi iklim untuk mendukung budidaya hortikultura, pengenalan unsur iklim dan alat ukur, serta pemahaman informasi cuaca dari BMKG.

Mengendalikan inflasi

Baca juga: Populasi Komodo Terancam Punah, Kementerian Kehutanan Menunggu Lampu Hijau Pembangunan Resort dari Unesco

Dukungan juga datang dari Bank Indonesia (BI) yang sejak 2019 bersinergi dengan BMKG dalam program SLI. Kepala Perwakilan BI DIY, Sri Darmadi Sudibyo mengaitkan SLI dengan pengendalian inflasi pangan. Bahwa produksi pertanian sangat dipengaruhi kondisi iklim. Penguatan literasi iklim bagi petani menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan pasokan dan menjaga stabilitas harga pangan.

“Program klaster cabai dan bawang merah yang kami kembangkan bersama kelompok tani di Gunungkidul adalah salah satu upaya nyata dalam menjaga inflasi tetap terkendali,” jelas Sri Darmadi.

Menurut dia, pemahaman petani terhadap perubahan iklim akan berdampak langsung pada ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga pangan, yang menjadi faktor penting dalam menjaga inflasi tetap terkendali.

Baca juga: Kisah Kampus yang Kaya Habitat Satwa Liar dan Melestarikan Pohon 106 Tahun

“Produksi pertanian kita akan sangat dipengaruhi oleh kondisi iklim. Kehadiran SLI ini menjadi ikhtiar penting untuk memperkuat daya tahan sektor pangan,” imbuh dia.

Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, menekankan pentingnya program ini bagi masyarakatnya. Mengingat pertanian adalah tulang punggung ekonomi Gunungkidul, tetapi juga sektor yang paling rentan terhadap perubahan iklim.

“Dengan SLI, petani belajar langsung menerapkan informasi iklim ke usaha tani, sehingga lebih siap menghadapi kekeringan maupun hujan ekstrem,” ujar Joko.

Sebab SLI penting untuk membekali petani dengan keterampilan adaptasi. Dengan semangat kerja keras dan kemampuan beradaptasi, masyarakat Gunungkidul pasti mampu menjadikan tantangan iklim sebagai peluang untuk meningkatkan kesejahteraan. [WLC02]

Sumber: BMKG

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: anomali iklimKabupaten GunungkidulKepala BMKG Dwikorita KarnawatiSekolah Lapang iklim

Editor

Next Post
Dosen Fakultas Pertanian UGM dan penemu padi Gamagora 7, Supriyanta. Foto Donnie/UGM.

Supriyanta, Menciptakan Varietas Padi Unggul agar Petani Bahagia

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media