Senin, 10 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Supriyanta, Menciptakan Varietas Padi Unggul agar Petani Bahagia

Baginya, menghasilkan varietas unggul bukanlah target jangka pendek, melainkan pengabdian seumur hidup.

Selasa, 23 September 2025
A A
Dosen Fakultas Pertanian UGM dan penemu padi Gamagora 7, Supriyanta. Foto Donnie/UGM.

Dosen Fakultas Pertanian UGM dan penemu padi Gamagora 7, Supriyanta. Foto Donnie/UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Varietas padi Gamagora 7 menjadi salah satu inovasi unggulan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Di balik pengembangannya, terdapat sosok dosen Fakultas Pertanian UGM, Supriyanta yang memilih menekuni pemuliaan padi sebagai jalan hidup.

Ia tumbuh besar di lingkungan pertanian sehingga sejak kecil sudah terbiasa dengan sawah dan kehidupan petani. Mengingat ayah dan pakdenya bekerja di sektor itu.

Pengalaman masa kecil membuatnya merasakan langsung beban yang dihadapi petani. Ia sering membantu pekerjaan sederhana di sawah sebelum berangkat sekolah, sehingga memahami betul realitas di lapangan. Dari situ muncul tekad untuk memberi manfaat nyata lewat penelitian.

Baca juga: Titi Mangsa Dinilai Tak Relevan, Petani Gunungkidul Belajar Pahami Prediksi Iklim

“Saya tahu persis bagaimana rasanya jadi petani. Itu bukan tantangan, tapi bagian dari hidup saya. Dari situ, saya bercita-cita menciptakan varietas padi unggul yang bisa membuat petani bahagia,” kenang Supriyanta, Jumat, 19 September 2025.

Menjadi breeder

Jalan hidupnya semakin jelas ketika ia bertemu para mentor semasa kuliah. Salah satunya adalah almarhum Prof. Soemartono Sastrowinoto, dosen yang pertama kali mengenalkannya pada penelitian padi dan memberi arah baru bagi langkah akademiknya. Momen itu menjadi titik balik yang menguatkan pilihannya.

“Ketika bertemu Pak Martono, saya tiba-tiba mantap memilih padi sebagai bidang penelitian. Itu titik balik saya,” aku dia.

Baca juga: Diseminasi Liputan Kolaborasi Menyelamatkan Hutan Pulau Sipora

Ketertarikan itu membawanya menjadi seorang breeder. Supriyanta menyebut penelitian di skala lapangan dan laboratorium bukanlah hambatan utama, lain halnya ketika memasuki proses pelepasan varietas. Ia menekankan bahwa prosedur panjang dan biaya besar sering kali menjadi batu sandungan.

“Kalau soal pemuliaan, saya jalani dengan enjoy. Karena bagi saya itu kehidupan, yang lebih rumit justru saat pelepasan varietas. Selain prosedurnya panjang, biayanya juga besar,” jelas Supriyanta.

Bagi Supriyanta, pemuliaan padi adalah pendidikan sepanjang hayat. Ia memandang proses itu sebagai perjalanan panjang yang tidak pernah selesai, selama peneliti terus belajar dan berkarya. Baginya, menghasilkan varietas unggul bukanlah target jangka pendek, melainkan pengabdian seumur hidup.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Fakultas Pertanian UGMGamagora 7padi varietas unggulSupriyanta

Editor

Next Post
Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.

Hari Tani 2025, Ribuan Petani Desak Pemerintah Jalankan Reformasi Agraria Segera

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media