Minggu, 31 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tren Energi Terbarukan, India akan Kurangi Impor Batu Bara Indonesia

India sebagai importir batu bara terbesar kedua dari Indonesia mulai meninggalkan energi fosil itu untuk beralih ke energi surya. Bagaimana dengan Indonesia?

Jumat, 23 September 2022
A A
Ilustrasi tenaga listrik energi surya. Foto mrganso/pixabay.com

Ilustrasi tenaga listrik energi surya. Foto mrganso/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Masyarakat Sipil Dorong OJK Serius Implementasikan Taksonomi Hijau Demi Energi Terbarukan

“Menunda percepatan transisi energi di dalam negeri berarti meningkatkan potensi risiko secara sosial, ekonomi, dan lingkungan,” tegas Andri. Mengingat dinamika energi global mengarah pada upaya transisi energi energi terbarukan.

Pasar ekspor batubara akan semakin berkurang drastis. Kecenderungan ini tidak terhindarkan dan harus disikapi secara strategis. Bukan malah meningkatkan serapan hasil produksi batu bara nasional melalui rencana pemerintah untuk menambah PLTU batu bara secara masif hingga 203. Termasuk juga peningkatan proyek penggunaan produk turunan batu bara, seperti gasifikasi.

Industri Energi Surya India akan ‘Meledak’

Dalam komitmen KTT Perubahan Iklim COP26, Glasgow pada 2021 yang ditandatangani Perdana Menteri India Narendra Modi, negara itu akan meningkatkan total porsi kapasitas non-fosil terpasang menjadi 50 persen pada 2030. Namun berdasarkan revisi menurut rancangan rencana listrik, India akan memiliki 57 persen kapasitas non-fosil pada 2027 dan 68 persen kapasitas terpasang non-fosil pada 2032.

Baca Juga: Studi Oxford, Transisi Cepat ke Energi Terbarukan Lebih Mahal adalah Salah

Dibandingkan dengan rencana listrik India sebelumnya yang dirilis pada 2018, India diharapkan memiliki 150 GW kapasitas surya terpasang pada 2027. Rancangan rencana ketenagalistrikan baru meningkatkan target ini dengan tambahan 36 GW menjadi 186 GW pada 2027. Menurut Ember’s Electricity Data Explorer, energi terbarukan India kapasitas telah tumbuh pada tingkat pertumbuhan rata-rata 19 persem per tahun antara 2016 hingga 2021.

Ekonom Energi dari Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA), Vibhuti Garg mengatakan draf rancangan ketenagalistrikan India menunjukkan negara itu mengandalkan tenaga surya untuk sebagian besar kebutuhan listriknya di masa depan.

“Ini adalah lompatan besar. Tren pertumbuhan energi surya hingga dua digit selama lima tahun terakhir. Industri energi surya India tampaknya akan ‘meledak’,” kata Garg.

Baca Juga: Mengenal Persoalan Energi dari Hulu ke Hilir Bersama Walhi Yogyakarta

Penetapan target tenaga surya sebesar 333 GW merupakan indikasi yang jelas bagi sektor manufaktur India untuk berinvestasi dalam meningkatkan kapasitas manufaktur dalam negeri.

India meningkatkan kapasitas terpasang tenaga surya dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 47 persen per tahun antara 2016 – 2021. Dibandingkan pertumbuhan dua digit dalam ekspansi kapasitas tenaga surya, tenaga angin melihat tingkat pertumbuhan satu digit sebesar 7 persen selama periode yang sama.

India adalah produsen, konsumen sekaligus importir batu bara kedua terbesar di dunia. Konsumsi batu bara India pertama kali mencapai satu miliar ton pada tahun fiskal 2021/2022. Level produksi domestik saat ini telah mencapai 770 juta ton. Sisanya ditutup dari impor. Salah satu pemasok terbesarnya adalah Indonesia. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: batu baraenergi terbarukanIndiaIndonesiakebutuhan listrikPLTURencana Umum Energi NasionalRUENtenaga surya

Editor

Next Post
Aksi tunggal aktivis JCW, Baharuddin Kamba di Pengadilan Tipikor Yogyakarta untuk mendukung penetapan tersangka hakim agung MA, 23 September 2022. Foto dokumentasi pribadi

Hakim Agung Jadi Tersangka, Aktivis Menyapu 'Uang' di Pengadilan Tipikor Yogyakarta

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media