Jumat, 22 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tren Energi Terbarukan, India akan Kurangi Impor Batu Bara Indonesia

India sebagai importir batu bara terbesar kedua dari Indonesia mulai meninggalkan energi fosil itu untuk beralih ke energi surya. Bagaimana dengan Indonesia?

Jumat, 23 September 2022
A A
Ilustrasi tenaga listrik energi surya. Foto mrganso/pixabay.com

Ilustrasi tenaga listrik energi surya. Foto mrganso/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Berdasarkan rancangan rencana ketenagalistrikan nasional (National Electricity Plan/NEP) India, ada penurunan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara pada 2030. PLTU batu bara dalam bauran pembangkit listrik di India akan menurun menjadi 50 persen pada 2030 dibandingkan kontribusi saat ini yang mencapai 70 persen.

Apabila berdasar laporan Bauran Kapasitas Pembangkitan Optimal Otoritas Listrik Pusat (Central Electricity Authority’s Optimal Generation Capacity Mix) yang dirilis 2020, ada peningkatan kapasitas pembangkit tenaga surya yang terpasang pada 2027, 2030, juga revisi penurunan kapasitas batubara terpasang.

“Ada tren global menunjukkan, dunia perlahan mengurangi ketergantungan pada batu bara,” kata Koordinator Nasional Publish What You Pay (PWYP) Indonesia, Aryanto Nugroho dalam siaran pers yang diterima Wanaloka.com, Kamis, 22 September 2022.

Baca Juga: IPCC: Krisis Iklim Memakan Korban Jiwa, Perbankan Harus Hentikan Pendanaan Batu Bara

Padahal India merupakan negara kedua setelah Cina yang menjadi tujuan ekspor batu bara Indonesia. Tercatat dalam Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), ada 97,5 juta ton batu bara yang diekspor ke sana pada 2020. Lantas bagaimana dengan Indonesia?

Menurut Aryanto, pemerintah Indonesia harus serius mempersiapkan skenario melepaskan ketergantungan dari produsen sekaligus eksportir batu bara.

“Karena dunia akan meninggalkan energi fosil ini seiring dengan semakin terjangkaunya energi terbarukan,” tutur Aryanto.

Sebenarnya Indonesia telah lama mematok batas ekspor batu bara hingga 400 juta ton pada 2019 melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 22 Tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

Baca Juga: Pelarangan Ekspor Batu Bara Bukan Solusi, Harus Percepat Transisi Energi Terbarukan

“Sayangnya tidak diimplementasikan secara konsisten,” ungkaap Aryanto.

Dampak tidak dijalankannya pengendalian produksi sebagai amanat RUEN, berakibat pada sulitnya Indonesia lepas dari jebakan “volatility” ekonomi batu bara. Termasuk minim skenario mitigasi dari makin menurunnya permintaan global batu bara, juga terhambatnya transisi energi.

“Juga konsekuensi dari obral ekspor lebih banyak batu bara. Artinya terjadi bukaan lahan dan emisi yang besar dari aktivitas ekstraksi batu bara tersebut,” tegas Aryanto.

Peneliti Trend Asia, Andri Prasetiyo menambahkan manuver transisi energi di kawasan sebagaimana kebijakan ketenagalistrikan India harus menjadi sinyal penting. Pemerintah Indonesia harus segera menyusun peta jalan transisi energi berkeadilan dan memastikan implementasinya dari sisi hulu hingga hilir.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: batu baraenergi terbarukanIndiaIndonesiakebutuhan listrikPLTURencana Umum Energi NasionalRUENtenaga surya

Editor

Next Post
Aksi tunggal aktivis JCW, Baharuddin Kamba di Pengadilan Tipikor Yogyakarta untuk mendukung penetapan tersangka hakim agung MA, 23 September 2022. Foto dokumentasi pribadi

Hakim Agung Jadi Tersangka, Aktivis Menyapu 'Uang' di Pengadilan Tipikor Yogyakarta

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi kualitas udara di kota besar yang memburuk. Foto Yamu_Jay/Pixabay.com.Walhi: Pantauan Kualitas Udara Lima Kota Besar Indonesia Memburuk
    In News
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Bergadder/Pixabay.com.Mengenal Hantavirus, Penyakit Zoonosis dengan Rantai Penularan Utama dari Tikus
    In Rehat
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Mengapati dan mendokumentasikan letusan Gunung Sakurajima di Jepang pada 2013 dari jauh. Foto Dok. Mirzam Abdurrachman.Erupsi Dukono, Pentingnya Pemahaman Risiko dan Peringatan Dini yang Mudah Dipahami
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Salah satu jenis anggrek Merapi. Foto Dok. TNG Merapi.Anggrek Merapi, Beraroma Wangi dan Mampu Bertahan Saat Erupsi
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media