Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tujuh Taman Nasional di Indonesia Dideklarasikan Jadi ASEAN Heritage Parks

Rabu, 2 November 2022
A A
Pembukaan ASEAN Heritage Park ke-7 di Bogor. Foto ppid.menlhk.go.id

Pembukaan ASEAN Heritage Park ke-7 di Bogor. Foto ppid.menlhk.go.id

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Banjir Dampak Hujan Lebat di Aceh Terbukti

Menurut Alue Dohong, konservasi akan berhasil apabila komunitas dan project di seluruh dunia mampu menghentikan dan membalikkan tren penurunan spesies dan ekosistem.

“Untuk mewujudkannya, kami sangat membutuhkan transformasi sistemik,” jelas Alue Dohong.

Implementasi transformasi sistemik dilakukan melalui beberapa cara. Pertama, melindungi potensi keanekaragaman hayati dan jasa lingkungan di taman nasional dengan melibatkan masyarakat sekitar kawasan lindung. Kedua, menangani kawasan terbuka melalui kebijakan resolusi konflik tenurial dan restorasi ekosistem.

Baca Juga: Cara Mengontrol Populasi Kucing, Kastrasi Jantan atau Alat Kontrasepsi Alami?

Ketiga, meningkatkan partisipasi masyarakat melalui kemitraan konservasi dan pemberdayaan masyarakat, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga ekosistem hutan dan laut. Keempat, mengoptimalkan koordinasi multi-stakeholder seperti kementerian atau lembaga lain, pemerintah daerah, swasta atau pihak lain untuk mendukung kebijakan pembangunan kawasan yang bersinggungan dengan kawasan lindung. Kelima, meningkatkan pengelolaan pengembangan kawasan lindung melalui peningkatan efektivitas pengelolaan kawasan lindung.

“Biodiversitas jadi tulang punggung kelestarian lingkungan, ekonomi dan sosial. Mari kita jaga untuk konservasi, kita lindungi dan manfaatkan secara berkelanjutan,” imbuh Alue Dohong.

Baca Juga: Bekal Bertahan Hidup di Hutan yang Diajarkan di IPB University

Ia berharap, konferensi tersebut dapat memperluas peran AHP dalam perlindungan ekosistem dan pemulihan pandemi. Baik melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam merencanakan dan menerapkan pengelolaan ekosistem, strategi restorasi, dan membangun ketahanan.

“Kami berharap kegiatan ini wujud tanggung jawab kita menjaga kelestarian hutan dan ekosistem laut serta keanekaragaman hayati, konservasi, dan bermanfaat bagi masyarakat. Bersama-sama, kita dapat memainkan kontribusi yang lebih berdampak untuk memastikan keberlanjutan spesies dan konservasi ekosistem,” papar Executive Director, ASEAN Centre for Biodiversity (ACB), Theresa Mundita S. Lim. [WLC02]

Sumber: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: ASEANCadangan karbonkawasan lindungkeanekaragaman hayatiKonferensi ASEAN Heritage Parkstaman nasionalWakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong

Editor

Next Post
motor-motor listrik yang digunakan TNI untuk mengawal KTT G20. Foto maritim.go.id

Serba Serbi KTT G20: Pengawalan TNI dengan Kapal Perang hingga Motor Listrik

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media