Sabtu, 3 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

UNS Kembangkan Alarm Warna-Warni untuk Peringatan Dini Banjir Bagi Difabel

Alat peringatan dini bencana semestinya bisa diakses siapa saja, termasuk masyarakat difabel. UNS turut mengawali dengan membuat alat EWS yang inklusif.

Selasa, 18 Oktober 2022
A A
Produk Terapan EWS Inklusi dari UNS. Foto uns.ac.id

Produk Terapan EWS Inklusi dari UNS. Foto uns.ac.id

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Alat peringatan dini banjir yang bersifat inklusif tengah dikembangkan Sekolah Vokasi (SV) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bersama Pusat Studi Bencana (PSB) UNS. Alat yang menggunakan prinsip Early Warning System (EWS) tersebut bisa diakses masyarakat difabel.

Alat yang disebut Produk Terapan Peringatan Dini Banjir (EWS) Inklusi tersebut memiliki fitur alarm, berupa sirine dan lampu indikator. Alarm atau notifikasi diberikan kepada masyarakat difabel apabila terjadi kenaikan level air.

“Harapannya, masyarakat difabel juga dapat menerima peringatan dini banjir. Jadi dapat bersiap-siap apabila terjadi kenaikan level air,” kata Ketua Tim Pengabdian Dosen D-3 Teknik Informatika SV UNS, Fendi Aji Purnomo, Senin, 17 Oktober 2022.

Baca Juga: Potensi Cuaca Ekstrem Berlanjut hingga 21 Oktober 2022, Ini Rekomendasi BMKG

Produk terapan tersebut juga dikembangkan menggunakan teknologi LoRA. Yakni sistem komunikasi nirkabel untuk Internet of Things (IoT). LoRA menawarkan komunikasi secara jarak jauh dan berdaya rendah.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: alarmDusun Pecakaranearly warning systemJawa TengahKabupaten Pekalongankenaikan level airmasyarakat difabelProduk Terapan Peringatan Dini Banjir (EWS) InklusiUNS

Editor

Next Post
Banjir Sintang, enam desa di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dilanda banjir setinggi 2 meter. Foto Dok BNPB.

La Nina Triple Dip Berulang hingga 2023, Waspada Penyakit Musim Penghujan

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media