Sabtu, 7 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

UNS Kembangkan Alarm Warna-Warni untuk Peringatan Dini Banjir Bagi Difabel

Alat peringatan dini bencana semestinya bisa diakses siapa saja, termasuk masyarakat difabel. UNS turut mengawali dengan membuat alat EWS yang inklusif.

Selasa, 18 Oktober 2022
A A
Produk Terapan EWS Inklusi dari UNS. Foto uns.ac.id

Produk Terapan EWS Inklusi dari UNS. Foto uns.ac.id

Share on FacebookShare on Twitter

“Catu daya EWS diambil dari tenaga matahari dan disimpan untuk beroperasi 24 jam. Jadi tidak perlu biaya bulanan, seperti pulsa,” terang Fendi.

Baca Juga: Tim Nakes Indonesia di Pakistan Temukan Kasus Malaria di Pengungsian

Alat tersebut telah diaplikasikan di Dusun Pecakaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Kegiatan pengabdian implementasi produk EWS Inklusi diawali dengan observasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pekalongan dan Pemerintah Desa Pecakaran. Kegiatan yang dilakukan adalah penentuan titik rawan banjir, pemasangan alat EWS Banjir, uji coba, kalibrasi level peringatan, serta sosialisasi cara kerja alat EWS banjir dan cara perawatan alat kepada masyarakat. Sosialisasi juga menghadirkan masyarakat difabel dan juru bicara isyarat.

Ketua Paguyuban Disabilitas Desa Pecakaran berkeyakinan alat tersebut dapat membantu masyarakat difabel dalam memahami kenaikan level air. Mereka terbantu karena alarm berupa lampu warna-warni dapat membantu masyarakat tuli dan suara sirine akan memudahkan bagi difabel netra untuk bersiaga. [WLC02]

Sumber: UNS

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: alarmDusun Pecakaranearly warning systemJawa TengahKabupaten Pekalongankenaikan level airmasyarakat difabelProduk Terapan Peringatan Dini Banjir (EWS) InklusiUNS

Editor

Next Post
Banjir Sintang, enam desa di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dilanda banjir setinggi 2 meter. Foto Dok BNPB.

La Nina Triple Dip Berulang hingga 2023, Waspada Penyakit Musim Penghujan

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media