Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Upaya Konservasi Spesies Sidat Lewat Riset eDNA

Sekitar 50 persen spesies Sidat ada di Indonesia. Namun terancam pemanasan global dan gangguan lingkungan.

Senin, 5 Februari 2024
A A
Ikan sidat. Foto dkpp.bulelengkab.go.id.

Ikan sidat. Foto dkpp.bulelengkab.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Sidat adalah salah satu jenis ikan di Indonesia. Kepala Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air (PRLSDA) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Hidayat menyebutkan, sekitar 50 persen spesies sidat di dunia terdapat di Indonesia. Namun pemanasan global, penangkapan ikan berlebihan, dan beberapa gangguan lingkungan lain mengancam keberadaan sidat.

“Kita perlu membicarakan metode konservasi untuk menjaga keberlanjutan hidup sidat. Potensi ini perlu dijaga dan dilestarikan agar tidak punah. Salah satunya teknologi environmental DNA (eDNA) untuk mendeteksi salah satu jenis sidat di perairan darat,” ucap Hidayat saat membuka webinar, Senin, 5 Februari 2024.

Peneliti PRLSDA Sekar Larashati mengungkapkan, monitoring menggunakan eDNA merupakan metode memanfaatkan DNA yang dilepaskan organisme ke lingkungan, seperti kulit, sisik, rambut, telur, sperma dan bentuk lainnya.

Baca Juga: Satu Keluarga Tewas Tertimbun Material Longsor di Tapanuli Utara

Metode ini juga bersifat non-invasif, tidak menimbulkan kerusakan pada spesies atau habitat yang diteliti. Bahkan, selama pengambilan sampel, metode yang digunakan tidak membahayakan ekosistem atau spesies terancam. Tentunya studi ini sangat mendukung penelitian keanekaragaman hayati dan konservasi ekosistem perairan.

“Melalui analisis eDNA, kita dapat mendeteksi spesies yang populasinya sudah sangat sedikit, spesies invasif, peta migrasi dan kajian biodiversitas ikan. Metode ini juga membantu meningkatkan deteksi ikan, meminimalisir kesalahan identifikasi, dan melibatkan citizen sciencel, dan non invasif,” ucap Asti.

Setelah ekstraksi DNA, analisis eDNA dapat dilakukan dalam dua pendekatan. Pertama, pendekatan metabarcoding yang bertujuan untuk mendeteksi beragam spesies dengan satu set primer. Pendekatan ini menghasilkan urutan sekuen DNA yang akan dibandingkan dengan database referensi, sehingga menghasilkan banyak data. Kendalanya, pendekatan ini masih relatif mahal dan memakan banyak waktu.

Baca Juga: BMKG Bangun Sistem Peringatan Dini Multibahaya di Jakarta dan Bali

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Anguilla bicolorBRINikan sidatteknologi eDNAtidak punah

Editor

Next Post
Atap rumah nyaris rubuh akibat angin kencang di Sidoarjo,Jawa Timur, 4 Februari 2024. Foto Dok. BPBD Sidoarjo.

Banjir dan Longsor Landa Cilacap, Satu Tewas di Dalam Rumah

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media