Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Upaya Konservasi Spesies Sidat Lewat Riset eDNA

Sekitar 50 persen spesies Sidat ada di Indonesia. Namun terancam pemanasan global dan gangguan lingkungan.

Senin, 5 Februari 2024
A A
Ikan sidat. Foto dkpp.bulelengkab.go.id.

Ikan sidat. Foto dkpp.bulelengkab.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Kedua, pendekatan spesifik spesies yang lebih simpel dan murah. Pendekatan ini digunakan untuk mendeteksi satu jenis tertentu dengan kuantitas kehadiran target menggunakan metode PCR. Misal, ingin mendeteksi sidat jenis Anguilla bicolor dalam suatu area, tergantung dari jenis targetnya. Pengujian spesifik spesies dapat dilakukan secara in silico, in vitro, dan in situ/aquarium.

“Riset eDNA spesies spesifik untuk deteksi A. bicolor telah kami lakukan sebagai upaya konservasi di perairan Segara Anakan. Namun penelitian lebih lanjut untuk validasi spesifisitas dari sampel lapangan masih perlu dilakukan. Harapannya, nanti dapat diaplikasikan untuk deteksi, perlindungan, dan pelestarian jenis sidat yang beresiko terancam punah juga untuk monitoring dampak antropogeniknya,” papar Asti.

Selain membahas eDNA, webinar yang berdurasi 150 menit ini juga menghadirkan narasumber lainnya yaitu Kenzo Kaifu, Ph.D dari Chuo University Jepang. Doktor bidang Konservasi Ekologi dari Chuo University Jepang, Kenzo Kaifu memaparkan paparan bertajuk “Previous atau Current Studies for Conservation & Sustainable Use of Anguillid Eels”.

Baca Juga: Gambut di Riau, Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan Jadi Prioritas Restorasi

Kenzo menjelaskan perlu pengelolaan perikanan sidat karena ada tekanan dan penurunan populasi yang sudah terjadi di beberapa negara yang memiliki sumberdaya sidat, seperti Jepang dan negara negara di Eropa.

Pengelolaan sumberdaya sidat yang baik sangat diperlukan, mengingat saat ini permintaan glass eel untuk kegiatan budidaya sidat semakin meningkat, termasuk di wilayah Asia. Beberapa peneliti Indonesia sudah mulai melakukan pendataan sumberdaya sidat dengan melibatkan para pelaku usaha perikanan sidat. Model pendataan sangat menarik dan penting sebagai bentuk pengembangan pendataan sumberdaya sidat yang dapat dilakukan. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Anguilla bicolorBRINikan sidatteknologi eDNAtidak punah

Editor

Next Post
Atap rumah nyaris rubuh akibat angin kencang di Sidoarjo,Jawa Timur, 4 Februari 2024. Foto Dok. BPBD Sidoarjo.

Banjir dan Longsor Landa Cilacap, Satu Tewas di Dalam Rumah

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media