Jumat, 16 Januari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Update Bencana Sumatra, Korban Tewas 442 Orang Terbanyak di Sumut

Senin, 1 Desember 2025
A A
Bantuan logistik untuk wilayah terdampak bencana Sumatra, Provinsi Aceh, Provinsi Sumatra Utara, dan Provinsi Sumatra Barat. Foto BNPB.

Bantuan logistik untuk wilayah terdampak bencana Sumatra, Provinsi Aceh, Provinsi Sumatra Utara, dan Provinsi Sumatra Barat. Foto BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data korban dampak bencana Sumatra. Korban meninggal dunia dampak bencana banjir bandang dan longsor, 442 orang, korban terbesar yang telah dievakuasi Tim SAR gabungan hingga Minggu, 30 November 2025, terdata di Provinsi Sumatra Utara (Sumut). Hingga saat ini, sejumlah wilayah di tiga provinsi terdampak bencana Sumatra, Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, masih terisolir.

Percepatan penanganan darurat bencana Sumatra masih terus dilakukan. Di Provinsi Sumut, beberapa kabupaten terdampak bancana hidrometeorologi hingga kini belum dapat dijangkau melalui jalur darat akibat akses terputus akibat material longsor dan kerusakan jembatan.

Jalan Tarutung–Sibolga terputus di sejumlah titik, dan sejumlah desa di Kecamatan Parmonangan dan Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara, dengan jumlah warga terdampak lebih dari 12.000 jiwa.

Di Kabupaten Mandailing Natal, jalur Singkuang–Tabuyung serta ruas jalan Batang Natal–Muara Batang Gadis terputus di beberapa titik, menyebabkan sejumlah kecamatan di kabupaten itu masih terisolasi.

Di Tapanuli Tengah, pembersihan material longsor terus dilakukan pada ruas jalan nasional Sibolga–Padang Sidempuan, Sibolga–Tarutung, serta jembatan yang rusak di beberapa titik.

Baca juga: Tiga Provinsi Sumatra Kewalahan, Akademisi dan Masyarakat Sipil Desak Status Bencana Nasional

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, distribusi logistik untuk warga terdampak bencana Sumatra terus dilakukan.

“Pengiriman logistik tahap pertama ke Kota Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan telah mencapai 100 persen. Penyaluran ke Mandailing Natal, Kota Gunung Sitoli, dan Nias Selatan masih terkendala akses darat,” kata Suharyanto.

Upaya distribusi logistik ke wilayah yang masih sulit diakses melalui jalur darat, menggunakan helikopter milik BNPB dan TNI AD.

“Total lima helikopter perbantuan BNPB dan TNI telah beroperasi dari Bandara Silangit, bersama pesawat Caravan dan alat berat dari berbagai instansi untuk pembukaan akses menuju desa yang masih terisolasi,” katanya.

Logistik yang didistribusikan 33 unit alat komunikasi, 33 unit genset, 14 unit LCR, 750 dus Pop Mie, serta 129 unit tenda.

“Beberapa sorti udara juga ditujukan khusus untuk wilayah terisolasi seperti Sopo Tinjak (Kecamatan Batang Natal, Madina) dan Muara Siabu,” katanya.

Upaya percepatan penanganan darurat bencana di Sumatra Utara, BNPB mengerahkan 20 personel ke Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah, serta dukungan dari TNI dan Polri mencapai 500 personel di Tapanuli Tengah.

Data korban meninggal dampak bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra Utara, 217 orang. suharyanto mengatakan,  korban tersebar di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Kota Padang Sidempuan, Deli Serdang, dan Nias.

Baca juga: Jatam Tegaskan Longsor dan Banjir Bandang di Sumatra Akibat Ledakan Izin Ekstraktif

Jumlah korban hilang kini bertambah menjadi 209 orang, setelah pihak keluarga melaporkan kehilangan anggota keluarga mereka ke posko penanganan bencana. Warga mengungsi di beberapa titik, di Kabupaten Tapanuli Utara terdapat 3.600 pengungsi, Tapanuli Tengah 1.659 penduduk, di Tapanuli Selatan 4.661 warga mengungsi, di Kota Sibolga 4.456 warga mengungsi, di Kabupaten Humbang Hasundutan didata  2.200,  di Kabupaten Mandailing Natal jumlah pengungsi 1.378 orang.

 

 

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: AcehBanjir BandangBencana HidrometeorologiBencana SumatraSumatra BaratSumatra UtaraTanah Longsor

Editor

Next Post
Tangkapan video pendek tentang banjir bandang di Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Foto @masinton/instagram.

Kerugian Bencana Ekologis Sumatra Rp68,67 Triliun, Tak Sebanding Sumbangan dari Tambang dan Sawit

Discussion about this post

TERKINI

  • WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination, Yohei Sasakawa dan Menkes Budi Gunadi Sadikin berkunjung ke Sampang, Madura dalam program eliminasi kusta, 8 Juli 2025. Foto Dok. Kemenkes.Jangan Takut Periksa Kusta, Sepekan Usai Diobati Tak Menular Lagi
    In Rehat
    Kamis, 15 Januari 2026
  • Penampakan huntara dari kayu hanyutan di Aceh. Foto Dok. Rumah Zakat.Kayu Hanyutan Jadi Huntara, Biar Penyintas Aceh Tak Terlalu Lama Hidup di Tenda
    In Rehat
    Kamis, 15 Januari 2026
  • Ilustrasi penyakit kulit. Foto Miller_Eszter/pixabay.comPrevalensi Penderita Kusta di DIY Terendah, Tapi Tiap Bulan Ada Pasien Baru
    In Rehat
    Rabu, 14 Januari 2026
  • KKP mempersiapkan pengiriman 159 ton bantuan ke lokasi bencana Sumatra, 13 Januari 2026. Foto KKP.Legislator Kritik Seremonial Bantuan Menteri di Aceh, Puluhan Kampung Masih Terisolasi
    In News
    Rabu, 14 Januari 2026
  • Ilustrasi makanan kaleng. Foto MabelAmber/pixabay.com.Jangan Sepelekan Kemasan Kaleng Makanan yang Penyok, Gembung dan Berkarat
    In IPTEK
    Selasa, 13 Januari 2026
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media