Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Walhi Maluku Utara Protes Pemutaran Film Ngomi O Obi yang Diduga Alat Propaganda

Rabu, 16 Juli 2025
A A
Aktivis Walhi Maluku Utara dan warga Kawasi melakukan aksi protes pemutaran film "Ngomi O Obi" di Studio 6 XXI Jatiland, 14 Juli 2025. Foto Dok. Walhi Maluku Utara.

Aktivis Walhi Maluku Utara dan warga Kawasi melakukan aksi protes pemutaran film "Ngomi O Obi" di Studio 6 XXI Jatiland, 14 Juli 2025. Foto Dok. Walhi Maluku Utara.

Share on FacebookShare on Twitter

Mubalik menduga, kedatangan intel Brimob Polda Maluku Utara ke Kantor Walhi Maluku Utara untuk mengintimidasi dan memberikan tekanan pasca aksi protes itu. Juga meredam aksi protes serupa di acara pemutaran film Ngomi O Obi di Gedung Rektorat Universitas Khairun esok harinya, Selasa, 15 Juli 2025.

Baca juga: Empat Rekomendasi Bagi Pelapor Khusus PBB untuk Hak-Hak Masyarakat Adat

“Kami tahu dari laporan PS. Kasi Intelmob Polda Maluku Utara ke Dansat Brimob Polda Maluku Utara yang tersebar melalui aplikasi pesan WhatsApp,” ungkap dia.

Terbukti, pemutaran film Ngomi O Obi di Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Khairun dijaga dengan pengamanan ketat. Tak hanya penjaga keamanan kampus, puluhan intel ikut berjaga.

“Kami dan perwakilan warga Kawasi tidak diberi akses untuk masuk,” kata Mubalik.

Baca juga: Asap Minyak Goreng hingga Residu Rokok Tingkatkan Risiko Kanker Paru Perempuan

Meski demikian, aksi protes tetap dilakukan di luar gedung rektorat dan dipaksa untuk dibubarkan 15 menit kemudian. Mahasiswa yang berhasil masuk dan membentangkan poster juga mendapatkan kekerasan saat diusir keluar dari lokasi kegiatan. Kancing kemeja korban sampai lepas dan bahu kirinya tergores.

Seruan Walhi dan warga Kawasi

Terkait pemutaran film tersebut dan intimidasi yang terjadi, Walhi Maluku Utara dan warga Kawasi menuntut:

Pertama, pihak Brimob Polda Maluku Utara menghentikan upaya intimidasi terhadap ruang demokrasi.

Baca juga: Demi Green Card UNESCO, Promosi Wisata dari Humbang Hasundutan hingga Toba

Kedua, Kapolda Maluku Utara segera mengevaluasi dan menindak anggotanya yang merespons situasi dengan cara-cara yang tidak dapat dibenarkan.

Ketiga, pihak keamanan yang melakukan kekerasan terhadap mahasiswa peserta diskusi di Universitas Khairun haru bertanggungjawab atas tindak kekerasannya.

Keempat, pihak TV Tempo, PT Harita, dan akademisi kampus terkait segera menghentikan kampanye pembodohan publik atas apa yang terjadi di Pulau Obi melalui film dokumenter Ngomi O Obi.

Kelima, pemerintah segera melakukan audit menyeluruh secara independen dan terbuka terhadap praktik pertambangan di Pulau Obi. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: alat propagandafilm dokumenterNgomi O ObiPSNPulau ObiWalhi Maluku Utarawarga Kawasi

Editor

Next Post
Guru Besar Fakultas Hukum UGM, Mailinda Eka Yuniza. Foto Dok. FH UGM.

Mailinda Eka Yuniza, Bauran Energi Indonesia Masih Didominasi Energi Fosil

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media