Sabtu, 3 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Warga Sitimulyo Tolak TPSS Srimulyo di Bantul, Khawatir Cemari Sawah dan Lingkungan

Jumat, 5 Juli 2024
A A
Warga Sitimulyo menolak pembangunan TPSS Sitimulyo di Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, 2 Juli 2024. Foto Dok. Walhi Yogyakarta.

Warga Sitimulyo menolak pembangunan TPSS Sitimulyo di Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, 2 Juli 2024. Foto Dok. Walhi Yogyakarta.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Geopark Ijen Ada Danau Kawah Paling Asam yang Berapi Biru di Banyuwangi

Menurut Elki, pembangunan TPA dan kebijakan yang dinilai serampangan yang dilakukan pemerintah kabupaten dan kota di DIY tersebut menunjukkan pemerintah belum siap adanya desentralisasi. Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan Pemerintah DIY melepaskan tanggunjawabnya dari kegagalan pengelolan sampah.

Berdasarkan UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah disebutkan, bahwa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) merupakan tanggung jawab pemerintah provinsi. Pasca kemunculan kebijakan terkait desentralisasi, pemerintah kabupaten dan pemerintah kota masih sangat tergantung dengan TPA Piyungan. TPA Piyungan yang secara resmi telah ditutup pada praktiknya masih menjadi pilihan tempat untuk melakukan pembuangan sampah.

Alih-alih membuat pengelolaan sampah di hulu agar tidak membebani TPA-TPA eksisting yang ada di Yogyakarta, pemerintah daerah justru semakin menggencarkan pembangunan TPA.

Baca Juga: Masyarakat Rentan Serukan Penyusunan Dokumen Komitmen Iklim Indonesia Partisipatif dan Inklusif

“Terbukti, ada darurat sampah di Yogyakarta,” kata Elki.

Walhi Yogyakarta mendorong ada solusi untuk menyelesaikan secara holistik. Ada sejumlah masukan dari Walhi Yogyakrta terkait yang harus dilakukan pemerintah untuk mencapai solusi holistik tersebut.

Pertama, perancangan, pengembangan, dan evaluasi yang jelas terkait kebijakan dan implementasi proyek pengelolaan sampah dengan sudut pandang sistemik dengan memastikan keselarasan antara manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Baca Juga: Riset BRIN, Kratom Berpotensi Manfaat untuk Bahan Baku Obat Kanker

Kedua, sistem pengelolaan sampah harus dikuatkan dan diselaraskan dengan tujuan sistemik yang lebih besar. Salah satunya adalah memastikan ada layanan dasar publik seperti air bersih, kesehatan, energi, pendidikan, makanan dan kebutuhan mendasar lainnya untuk semua.

Ketiga, kebijakan terkait pengelolaan sampah harus menyediakan manfaat lebih jauh, seperti udara bersih, penghidupan yang lebih baik, dan ketahanan pangan. Hal-hal tersebut harus dapat diakses seluruh warga atau komunitas, khususnya bagi mereka yang saat ini dirugikan oleh pencemaran. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: geomembranKabupaten BantulTPSS SrimulyoTPST PiyunganWalhi Yogyakarta

Editor

Next Post
Ilustrasi pemilahan sampah. Foto blickpixel/pixabay.com.

KLHK Ajak Kadinas LH Pilah Sampah dari Rumah karena TPA adalah Tempat Residu

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media