Rabu, 4 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Waspadai Parkinson Akibat Hidup di Kawasan Limbah Industri

Parkinson adalah salah satu penyakit degeneratif yang menyerang fungsi otak manusia. Kondisi tersebut menyebabkan penderita mengalami penurunan gerak anggota tubuhnya.

Kamis, 22 September 2022
A A
Ilustrasi penyakit Parkinson. Foto AnnyksPhotography/pixabay.com

Ilustrasi penyakit Parkinson. Foto AnnyksPhotography/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Parkinson menjadi penyakit neurodegeneratif dengan prevalensi terbanyak kedua setelah Alzheimer, yakni sekitar 160 kasus pada 100 ribu populasi. Penyebabnya adalah berkurangnya hormon dopamin di otak yang menyebabkan penderita mengalami penurunan gerak anggota tubuh. Juga bisa disebabkan trauma dan infeksi yang mengenai susunan saraf pusat (otak).

Biasanya, penderita Parkinson paling sering ditemukan di kawasan yang mengalami pencemaran limbah industri. Antara lain limbah mangan, magnesim, karbon monoksida, methanol, etanol, sianida, dan terbaru adalah MPTP yang menyebabkan gejala permanen Parkinson.

“Paling banyak, penderita mengalami penurunan fungsi otak pada substantia nigra,” kata dokter spesialis neurologis atau saraf, Priya Nugraha dalam gelaran Dokter Unair TV bertajuk “Badan Gemetaran? Waspadai Parkinson” pada 16 September 2022.

Baca Juga: Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Penularan Penyakit Lewat Nyamuk

Gejala-gejala Parkinson akan muncul pada usia 40-70 tahun. Meskipun beberapa kasus juga ditemukan pada penderita usia lebih dini. Ada empat gejala utama yang dirangkum dalam mnemonik TRAP, yakni tremor, rigiditas, akinesia (pelambatan), dan postural instability (instabilitas postural). Tremor dialami ketika penderita tengah istirahat.

“Jadi, kalau sedang istirahat dan ngobrol, tangannya agak sedikit gemetaran,” kata Ugra, sapaan akrabnya.

Biasanya, penderita tidak menyadari beberapa gejala Parkinson tengah dialami. Pada banyak kasus, justru orang-orang terdekat penderita, seperti teman, pasangan, atau keluarga yang mengetahuinya.

Baca Juga: Kelebihan Gula dan Garam Jadi Biang Penyakit, Ini Tips Mengontrolnya

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: fungsi otakhormon dopaminlimbah industriParkinsonpenyakit degeneratifpenyakit Parkinsontremor

Editor

Next Post
Kota Cimahi dilanda banjir dengan ketinggian satu meter lebih, dampak hujan lebat pada Selasa, 20 September 2022. Foto BPBD Kota Cimahi.

Kota Cimahi Dilanda Banjir Satu Meter Lebih, Waspadai Hujan Lebat Esok Hari

Discussion about this post

TERKINI

  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media