Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Waspadai Peningkatan Limbah Pakaian Setiap Lebaran

Baju baru ternyata menimbulkan ancaman peningkatan limbah lingkungan. Mengapa?

Selasa, 3 Mei 2022
A A
Ilustrasi baju baru. Foto JamesDeMers/pixabay.com.

Ilustrasi baju baru. Foto JamesDeMers/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Membeli baju baru, termasuk mukena dan sarung baru masih menjadi bagian tradisi Lebaran di Indonesia. Peningkatan pembelian pakaian akan menghadirkan keuntungan yang besar bagi pedagang. Omzet yang didapatkan para pedagang baju dapat meningkat hingga dua kali lipat. Padahal tradisi ini diam-diam membawa ancaman bagi lingkungan. Mengapa?

Saat permintaan baju meningkat, unit produksi yang ada di hulu akan menggunakan sumber daya bahan baku yang lebih banyak. Kondisi ini akan mendatangkan ancaman bagi lingkungan, yakni peningkatan produksi limbah tekstil.

Sementara itu, di bagian hilir atau unit penjualan akan mengalami limpahan baju bekas yang banyak. Baju-baju bekas tersebut membutuhkan perawatan ekstra untuk dapat dijual kembali. Perawatan ekstra ini dapat berupa pencucian yang membutuhkan deterjen yang cukup banyak. Cara-cara tersebut dapat meningkatkan produksi limbah fesyen di lingkungan.

Baca Juga: Ini Cara Bijak Mengelola Uang THR agar Tak Cepat Habis

Menurut pakar lingkungan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Prabang Setyono, budaya simbolik baju lebaran memiliki makna positif. Namun harus diimbangi dengan sikap bijak berpakaian.

“Tidak harus dengan baju baru, tapi baju yang bagus yang tersimpan lama, tapi belum dipakai atau jarang dipakai saja,” kata Prabang.

Bagi masyarakat yang sudah telanjur membeli baju baru, Guru Besar Bidang Ilmu Pencemaran Lingkungan ini menyarankan masyarakat menggunakan sistem sirkuler baju layak pakai. Sistem ini dapat dipahami sebagai penyaluran baju-baju yang dianggap sudah kekecilan atau tidak tren, tapi masih bisa dipakai kepada masyarakat yang membutuhkan. Alih-alih membuang, sistem sirkuler penyaluran ini tidak akan menimbulkan limbah bahan tekstil dari baju tersebut.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Konservasi lingkunganLebaranlimbah bahan tekstillimbah pakaianUNS

Editor

Next Post
Ilustrasi anak sakit. Foto Vic_B/pixabay.com.

170 Lebih Pasien Anak dari 12 Negara Hepatitis Akut, WHO Tetapkan Status KLB

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media