Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Waspadai Peningkatan Limbah Pakaian Setiap Lebaran

Baju baru ternyata menimbulkan ancaman peningkatan limbah lingkungan. Mengapa?

Selasa, 3 Mei 2022
A A
Ilustrasi baju baru. Foto JamesDeMers/pixabay.com.

Ilustrasi baju baru. Foto JamesDeMers/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Membeli baju baru, termasuk mukena dan sarung baru masih menjadi bagian tradisi Lebaran di Indonesia. Peningkatan pembelian pakaian akan menghadirkan keuntungan yang besar bagi pedagang. Omzet yang didapatkan para pedagang baju dapat meningkat hingga dua kali lipat. Padahal tradisi ini diam-diam membawa ancaman bagi lingkungan. Mengapa?

Saat permintaan baju meningkat, unit produksi yang ada di hulu akan menggunakan sumber daya bahan baku yang lebih banyak. Kondisi ini akan mendatangkan ancaman bagi lingkungan, yakni peningkatan produksi limbah tekstil.

Sementara itu, di bagian hilir atau unit penjualan akan mengalami limpahan baju bekas yang banyak. Baju-baju bekas tersebut membutuhkan perawatan ekstra untuk dapat dijual kembali. Perawatan ekstra ini dapat berupa pencucian yang membutuhkan deterjen yang cukup banyak. Cara-cara tersebut dapat meningkatkan produksi limbah fesyen di lingkungan.

Baca Juga: Ini Cara Bijak Mengelola Uang THR agar Tak Cepat Habis

Menurut pakar lingkungan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Prabang Setyono, budaya simbolik baju lebaran memiliki makna positif. Namun harus diimbangi dengan sikap bijak berpakaian.

“Tidak harus dengan baju baru, tapi baju yang bagus yang tersimpan lama, tapi belum dipakai atau jarang dipakai saja,” kata Prabang.

Bagi masyarakat yang sudah telanjur membeli baju baru, Guru Besar Bidang Ilmu Pencemaran Lingkungan ini menyarankan masyarakat menggunakan sistem sirkuler baju layak pakai. Sistem ini dapat dipahami sebagai penyaluran baju-baju yang dianggap sudah kekecilan atau tidak tren, tapi masih bisa dipakai kepada masyarakat yang membutuhkan. Alih-alih membuang, sistem sirkuler penyaluran ini tidak akan menimbulkan limbah bahan tekstil dari baju tersebut.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Konservasi lingkunganLebaranlimbah bahan tekstillimbah pakaianUNS

Editor

Next Post
Ilustrasi anak sakit. Foto Vic_B/pixabay.com.

170 Lebih Pasien Anak dari 12 Negara Hepatitis Akut, WHO Tetapkan Status KLB

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media