Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Widyanto Dwi Nugroho, Keberadaan Hutan Tak Bisa Lepas dari Kayu dan Pohon

Kayu tidak bisa dipandang sebagai produk hutan atau bahan baku saja. Kayu juga harus dipandang sebagai produk biologi dan menjadi unsur keberadaan hutan yang manfaat dan fungsinya sudah ada sejak kayu itu dibentuk.

Rabu, 21 Mei 2025
A A
Guru Besar Ilmu Katu Fakultas Kehutanan UGM, Prof. Widyanto Dwi Nugroho. Foto Kagama.co.

Guru Besar Ilmu Katu Fakultas Kehutanan UGM, Prof. Widyanto Dwi Nugroho. Foto Kagama.co.

Share on FacebookShare on Twitter

“Kayu juga harus dipandang sebagai produk biologi serta menjadi unsur keberadaan hutan, yang manfaat dan fungsinya sudah ada sejak kayu tersebut dibentuk,” jelas dia.

Baca juga: Tren Kasus Covid-19 Naik Lagi di Luar Negeri, Masyarakat Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

Kayu dibentuk pohon dalam tahap-tahap yang memerlukan waktu panjang dan kondisi tertentu. Dengan pemahaman ini diharapkan pemanfaatan kayu dapat dilakukan lebih bijaksana.

“Sebagai material bentukan alam, kayu memiliki sifat-sifat khas, unik yang sifat-sifatnya banyak tidak dimiliki maupun bisa digantikan material lain,” papar dia.

Penelitian dalam bidang ilmu kayu, menurut dia perlu dikembangkan. Khususnya mendukung inovasi dalam teknologi pemrosesan kayu yang menciptakan kemungkinan-kemungkinan baru untuk penggunaan kayu, meningkatkan efisiensi material, pengurangan limbah dan efisiensi produksi produk kayu.

Baca juga: Mengapa Warna Ayam Cemani Serba Hitam?

Pada kondisi zaman yang semakin kompleks, ilmu iayu perlu bersinergi lintas disiplin keilmuan. Ada teknologi kayu, silvikultur, bioteknologi, konstruksi, ilmu material, ilmu lingkungan.

“Juga berbagai disiplin ilmu lainnya, termasuk arkeologi dan konservasi warisan budaya,” pungkas dia. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: deforestasi hutanFakultas Kehutanan UGMilmu kayuWidyanto Dwi Nugroho

Editor

Next Post
Dampak puting beliung di Kabupaten Kuantan Sengigi, Riau, 21 Mei 2025. Foto BPBD Kuantan Sengigi.

Dalam 24 Jam, Sebanyak 42 Bencana Hidrometeorologi Landa Tanah Air

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media