Senin, 10 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Widyanto Dwi Nugroho, Keberadaan Hutan Tak Bisa Lepas dari Kayu dan Pohon

Kayu tidak bisa dipandang sebagai produk hutan atau bahan baku saja. Kayu juga harus dipandang sebagai produk biologi dan menjadi unsur keberadaan hutan yang manfaat dan fungsinya sudah ada sejak kayu itu dibentuk.

Rabu, 21 Mei 2025
A A
Guru Besar Ilmu Katu Fakultas Kehutanan UGM, Prof. Widyanto Dwi Nugroho. Foto Kagama.co.

Guru Besar Ilmu Katu Fakultas Kehutanan UGM, Prof. Widyanto Dwi Nugroho. Foto Kagama.co.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Deforestasi hutan Indonesia yang terjadi dalam beberapa dekade belakangan ini membuat luasan hutan maupun kualitas hutan semakin turun. Hutan pun tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan kayu yang dibutuhkan.

Optimalisasi kayu menjadi bahan baku, pemilihan material yang tepat, inovasi teknologi dan produk berbasis kayu diharapkan akan mampu meningkatkan nilai tambah hasil hutan. Sekaligus dapat menurunkan tekanan pada hutan sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan hutan berkelanjutan.

Demikian Dosen Fakultas Kehutanan UGM, Prof. Widyanto Dwi Nugroho menyampaikan dalam pidato pengukuhan jabatan Guru Besar Bidang Ilmu Kayu Fakultas Kehutanan UGM di Balai Senat, Selasa, 21 Mei 2025.

Baca juga: Data Global Forest Watch, Kebakaran Jadi Penyebab Kehilangan Hutan Terbesar 2024

Dalam pidatonya yang berjudul “Peran Ilmu Kayu dalam Pembangunan Kehutanan Tropis Berkelanjutan”, Widyanto mengatakan Indonesia merupakan negara yang memiliki hutan hujan tropis terbesar ketiga setelah Brasil dan Kongo. Sebanyak 63 persen wilayah daratannya atau sekitar 120,4 juta hektare ditetapkan sebagai kawasan hutan dengan tingkat keragaman hayati yang tinggi.

Hanya saja, upaya pengelolaan hutan secara berkelanjutan dengan mengedepankan prinsip-prinsip keseimbangan antara aspek ekosistem, ekonomi maupun sosial selalu menghadapi berbagai macam tantangan.

“Ilmu kayu memiliki peran strategis untuk menjawab tantangan pembangunan hutan yang berkelanjutan. Perannya juga diharapkan dapat mendukung peningkatan nilai tambah hasil hutan dan keberlanjutan industri hasil hutan,” terang dia.

Baca juga: Lebah, Aktor Kunci Sistem Pertanian Berkelanjutan

Widyanto berpandangan untuk mewujudkan pembangunan kehutanan tropis berkelanjutan, termasuk meningkatkan nilai tambah hasil hutan diperlukan kesadaran pengetahuan soal kayu, pohon dan hutan. Sebab, keberadaan hutan tak bisa dilepaskan dari keberadaan pohon dan kayu.

Oleh sebab itu, kayu tidak bisa sekadar dipandang sebagai produk hutan atau bahan baku saja.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: DeforestasiFakultas Kehutanan UGMilmu kayuWidyanto Dwi Nugroho

Editor

Next Post
Dampak puting beliung di Kabupaten Kuantan Sengigi, Riau, 21 Mei 2025. Foto BPBD Kuantan Sengigi.

Dalam 24 Jam, Sebanyak 42 Bencana Hidrometeorologi Landa Tanah Air

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media