Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Widyanto Dwi Nugroho, Keberadaan Hutan Tak Bisa Lepas dari Kayu dan Pohon

Kayu tidak bisa dipandang sebagai produk hutan atau bahan baku saja. Kayu juga harus dipandang sebagai produk biologi dan menjadi unsur keberadaan hutan yang manfaat dan fungsinya sudah ada sejak kayu itu dibentuk.

Rabu, 21 Mei 2025
A A
Guru Besar Ilmu Katu Fakultas Kehutanan UGM, Prof. Widyanto Dwi Nugroho. Foto Kagama.co.

Guru Besar Ilmu Katu Fakultas Kehutanan UGM, Prof. Widyanto Dwi Nugroho. Foto Kagama.co.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Deforestasi hutan Indonesia yang terjadi dalam beberapa dekade belakangan ini membuat luasan hutan maupun kualitas hutan semakin turun. Hutan pun tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan kayu yang dibutuhkan.

Optimalisasi kayu menjadi bahan baku, pemilihan material yang tepat, inovasi teknologi dan produk berbasis kayu diharapkan akan mampu meningkatkan nilai tambah hasil hutan. Sekaligus dapat menurunkan tekanan pada hutan sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan hutan berkelanjutan.

Demikian Dosen Fakultas Kehutanan UGM, Prof. Widyanto Dwi Nugroho menyampaikan dalam pidato pengukuhan jabatan Guru Besar Bidang Ilmu Kayu Fakultas Kehutanan UGM di Balai Senat, Selasa, 21 Mei 2025.

Baca juga: Data Global Forest Watch, Kebakaran Jadi Penyebab Kehilangan Hutan Terbesar 2024

Dalam pidatonya yang berjudul “Peran Ilmu Kayu dalam Pembangunan Kehutanan Tropis Berkelanjutan”, Widyanto mengatakan Indonesia merupakan negara yang memiliki hutan hujan tropis terbesar ketiga setelah Brasil dan Kongo. Sebanyak 63 persen wilayah daratannya atau sekitar 120,4 juta hektare ditetapkan sebagai kawasan hutan dengan tingkat keragaman hayati yang tinggi.

Hanya saja, upaya pengelolaan hutan secara berkelanjutan dengan mengedepankan prinsip-prinsip keseimbangan antara aspek ekosistem, ekonomi maupun sosial selalu menghadapi berbagai macam tantangan.

“Ilmu kayu memiliki peran strategis untuk menjawab tantangan pembangunan hutan yang berkelanjutan. Perannya juga diharapkan dapat mendukung peningkatan nilai tambah hasil hutan dan keberlanjutan industri hasil hutan,” terang dia.

Baca juga: Lebah, Aktor Kunci Sistem Pertanian Berkelanjutan

Widyanto berpandangan untuk mewujudkan pembangunan kehutanan tropis berkelanjutan, termasuk meningkatkan nilai tambah hasil hutan diperlukan kesadaran pengetahuan soal kayu, pohon dan hutan. Sebab, keberadaan hutan tak bisa dilepaskan dari keberadaan pohon dan kayu.

Oleh sebab itu, kayu tidak bisa sekadar dipandang sebagai produk hutan atau bahan baku saja.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: DeforestasiFakultas Kehutanan UGMilmu kayuWidyanto Dwi Nugroho

Editor

Next Post
Dampak puting beliung di Kabupaten Kuantan Sengigi, Riau, 21 Mei 2025. Foto BPBD Kuantan Sengigi.

Dalam 24 Jam, Sebanyak 42 Bencana Hidrometeorologi Landa Tanah Air

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media