Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Aktivitas 7 Gunung Api Meningkat, Badan Geologi Pastikan Tak Saling Berhubungan

Kamis, 6 Juni 2024
A A
Erupsi Gunung Merapi pada 21 Januari 2024. Foto bnpb.go.id.

Erupsi Gunung Merapi pada 21 Januari 2024. Foto bnpb.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Beberapa gunung api di Indonesia mengalami peningkatan aktivitas vulkanik. Beberapa di antaranya ada peningkatan status dari status sebelumnya. Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Muhammad Wafid menegaskan peningkatan aktivitas vulkanik gunung api dalam waktu yang nyaris berdekatan tersebut sama sekali tidak berhubungan antar satu dengan lainnya.

“Saat ini ada tujuh gunung api dengan status Awas-Siaga dan Waspada tapi erupsi,” kata Wafid dalam Konferensi Pers Rangkaian Erupsi Gunung Api Di Sumatera-Jawa-Sulutmaluku dan NTT secara virtual, Kamis, 6 Juni 2024.

Ketujuh gunung api tersebut tersebar di Sumatera (Gunung Marapi), Jawa (Gunung Merapi, Gunung Semeru), Sulawesi (Gunung Ruang), Maluku (Gunung Ibu) dan Nusa Tenggara (Gunung Leowotobi Laki-laki, Gunung ili Lewotolok). Gunung-gunung tersebut erupsi beriringan hingga bersamaan sejak Januari 2024 dengan durasi krisis erupsi dari 1 pekan hingga bulan.

Baca juga: Delapan Alasan Walhi Menolak Konsesi Tambang untuk Ormas Keagamaan

Peningkatan aktivitas vulkanik yang ditandai dengan erupsi tersebut meski dalam waktu yang nyaris berdekatan ditegaskan Wafid tidaklah saling berhubungan. Namun terjadi akibat rentetan gempa vulkanik dan gempa lokal mereka.

“Erupsi masing-masing gunung terjadi akibat terekamnya rentetan gempa-gempa vulkanik dan gempa tektonik lokal. Itu indikasi adanya pergerakan fluida magma dari kedalaman sekitar15 km menuju permukaan gunung itu sendiri,” sambung Wafid.

Ia mencontohkan, kejadian erupsi di Gunung Marapi sejak Desember 2023 yang masih berlangsung sampai sekarang (sesekali erupsi abu). Dampaknya memicu banjir bandang pada 11 Mei 2024 dan jatuhnya korban jiwa serta kerusakan infrastruktur. Kemudian Erupsi Gunung Merapi, Gunung Semeru dan Gunung ili lewotolok masih terus terjadi. Erupsinya merupakan rangkaian erupsi dari tahun sebelumnya sehingga status gunung dipertahankan pada level III (Siaga).

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: aktivitas vulkanikerupsi gunung apipergerakan fluida magmaPVMBG Badan Geologi

Editor

Next Post
Pusat gempa dangkal Jayapura, Papua magnitudo 5,1 dan episenter gempa dalam Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Foto kolase Google Earth berdasarkan koordinat BMKG.

Gempa Dangkal Guncang Jayapura, Lindu Dalam Goyang Kepulauan Selayar

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media