Fitur EWS dilengkapi dua pengeras suara yang dipasang menghadap ke arah berbeda agar peringatan terdengar lebih dari satu kawasan permukiman. Selain itu, CCTV memungkinkan pemantauan visual kondisi sungai secara berkala dengan rekaman yang dapat diakses melalui laman pemantauan.
“Harapannya, saat sirine berbunyi, warga sudah paham itu tanda muka air naik dan harus bersiap, misalnya mengamankan barang-barang penting,” jelas dia.
Pemasangan EWS di Bener Meriah merupakan yang ketiga dilakukan tim UGM di Aceh. Sebelumnya, dua EWS telah dipasang bekerja sama dengan Universitas Teuku Umar dan Universitas Cipta Mandiri di Pulau Simeulue pada 2024 melalui program Kosabangsa, serta di wilayah Meulaboh pada 2025.
Tantangan utama pemasangan EWS biasanya terletak pada penentuan lokasi yang tepat. Namun, untuk Bener Meriah, proses berjalan relatif lancar.
Baca juga: Waspada Virus Varian Superflu, Pakar Mikrobiologi Ingatkan Masker dan Pola Hidup Bersih
“Alhamdulillah, lokasi bisa ditentukan dengan cepat dan penempatan alatnya lancar. Peralatan utama kami bawa dari Jogja, di sini hanya beli tiang-tiang pendukung,” kata dia.
Terkait keberlanjutan, pengelolaan, dan pemeliharaan alat diserahkan kepada masyarakat setempat dan pemerintah daerah. Ke depan, sistem ini juga berpotensi direplikasi di wilayah rawan banjir lain.
“Alat ini kami serah-terimakan ke masyarakat, karena konsep dari sistem peringatan dini itu yang penting berfungsi sebelum kejadian bencana untuk memberikan peringatan. Bisa saja nanti dikembangkan jadi beberapa titik dan dipantau lewat satu dashboard, tapi itu bertahap,” papar dia.
Baca juga: Dana Pemulihan Pascabencana Sumatra Rp59,25 Triliun, DPR Minta Transparans dan Tepat Sasaran
Sistem EWS bersifat fleksibel dan dapat direlokasi jika diperlukan. Jika dalam jangka ke depan BPBD menilai alat itu perlu dipindah, maka tidak memungkiri alatnya mudah direlokasi. Alat ini dilengkapi GPS yang otomatis menyesuaikan lokasi terkait.
Adhy berharap EWS yang telah dipasang dapat benar-benar dimanfaatkan masyarakat.
“Semoga alat ini dirawat dan difungsikan dengan baik sehingga bisa memberi peringatan dini sebelum banjir terjadi. Ini kontribusi kecil kami untuk masyarakat Aceh,” ucap dia. [WLC02]
Sumber: UGM







Discussion about this post