Jumat, 17 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Alat Deteksi Banjir Energi Surya untuk Antisipasi Banjir Susulan di Bener Meriah

Fitur EWS dilengkapi dengan dua pengeras suara. Harapannya, saat sirine berbunyi pertanda muka air naik, warga sudah bersiap.

Senin, 12 Januari 2026
A A
Alat deteksi banjir energi surya yang dipasang di Bener Meriah, Aceh. Foto Tim PSE UGM.

Alat deteksi banjir energi surya yang dipasang di Bener Meriah, Aceh. Foto Tim PSE UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Menjelang penghujung tahun 2025, Selasa, 30 Desember 2025, hujan deras kembali mengguyur Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Banjir susulan masih menghantui sejumlah wilayah terdampak bencana di Sumatra, khususnya di Aceh dan Sumatra Barat.

Aliran sungai yang masih tertutup material sisa banjir menyebabkan luapan air hingga merendam kawasan permukiman warga di Desa Lampahan Timur dan Induk, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah.

Menjawab keresahan masyarakat akibat banjir yang berulang, tim Universitas Gadjah Mada (UGM) memasang Sistem Peringatan Dini atau Early Warning System (EWS) Bencana Banjir di wilayah tersebut. Program ini dipimpin Dosen Teknik Sipil Sekolah Vokasi UGM, Adhy Kurniawan bersama Pusat Studi Energi (PSE) UGM dan Universitas Teuku Umar. Juga mendapat dukungan hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisainstek) dalam skema Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana.

Baca juga: Satgas DPR Ungkap Empat Masalah Utama Penanganan Bencana Sumatra

Proses menuju lokasi bencana tidak mudah. Sebanyak 31 paket kargo peralatan dikirim bertahap dari Yogyakarta ke Aceh. Adhy menceritakan perjalanan menuju Bener Meriah pun penuh tantangan.

“Dari Banda Aceh ke Bireuen lebih dari enam jam, lalu dilanjutkan ke Bener Meriah enam jam lagi. Akses jalan dan cuaca memang cukup berat,” jelas Adhy.

Setelah seluruh peralatan tiba dan dirakit, tim mulai bekerja di lapangan. Pemasangan EWS akhirnya dilakukan pada 2 Januari 2026 di Lampahan Timur, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, setelah melalui koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat.

Baca juga: Gempa Bumi Magnitudo 7,1 Guncang Kepulauan Talaud

Berenergi panel surya

Sistem EWS yang dipasang dirancang mandiri energi dengan panel surya. Kemudian dilengkapi sensor ketinggian muka air, CCTV pemantauan sungai, serta sirine peringatan yang dapat didengar warga saat potensi banjir meningkat.

“Pemilihan lokasi pemasangan EWS didasarkan pada kejadian banjir susulan akhir 2025 di Desa Lampahan Timur,” ujar Adhy, Jumat, 9 Januari 2026.

Sistem EWS bekerja dengan membaca fluktuasi atau perubahan elevasi muka air sungai. Sensor akan mengirimkan data ke sistem sehingga ketika ketinggian air melewati ambang batas yang ditentukan, sirine akan otomatis berbunyi.

Baca juga: Walhi Sebut Penegakan Hukum terhadap Perusahaan Penyebab Banjir Sumatra Setengah Hati

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Alat Deteksi BanjirEnergi Panel SuryaEWSKabupaten Bener Meriah AcehSistem peringatan dini

Editor

Next Post
Ilustrasi vaksinasi global. Foto neelam279/pixabay.com.

Mengenal Superflu, Virus Influenza yang Ada Sejak 1968

Discussion about this post

TERKINI

  • Idea serahkan sengketa informasi terkait dokumen perizinan pendirian objek wisata di kawasan karst Gunungsewu di Gunungkidul, 14 April 2026. Foto KSKG.Dokumen Izin Wisata di Karst Gunungsewu Tertutup, Idea Serahkan Sengketa Informasi
    In News
    Selasa, 14 April 2026
  • Dokter menjelaskan kondisi paru-paru peserta ACF melalui hasil foto rontgen yang muncul hanya sesaat setelah melakukan rontgen. Foto Pusat Kedokteran Tropis UGM.Jemput Bola Eliminasi TBC Targetkan 3.000 Warga di Gunungkidul
    In News
    Senin, 13 April 2026
  • Cahaya jejak roket Jielong-3, 11 April 2026. Foto Dok. BRIN.Jejak Roket Cina Jielong-3 di Langit Indonesia
    In News
    Senin, 13 April 2026
  • Nelayan Maluku Utara membersihkan jaring dari lumpur sedimentasi. Foto Walhi Maluku Utara.Ancaman dan Peluang Nelayan di Tengah Cuaca Ekstrem
    In Lingkungan
    Minggu, 12 April 2026
  • Ilustrasi hasil rontgen paru pasien TB. Foto freepik.com.Eliminasi TBC, Temukan Kasus secara Aktif dan Waspada Batuk Lebih dari Dua Minggu
    In Rehat
    Sabtu, 11 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media