Jumat, 17 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Alat Deteksi Banjir Energi Surya untuk Antisipasi Banjir Susulan di Bener Meriah

Fitur EWS dilengkapi dengan dua pengeras suara. Harapannya, saat sirine berbunyi pertanda muka air naik, warga sudah bersiap.

Senin, 12 Januari 2026
A A
Alat deteksi banjir energi surya yang dipasang di Bener Meriah, Aceh. Foto Tim PSE UGM.

Alat deteksi banjir energi surya yang dipasang di Bener Meriah, Aceh. Foto Tim PSE UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

Fitur EWS dilengkapi dua pengeras suara yang dipasang menghadap ke arah berbeda agar peringatan terdengar  lebih dari satu kawasan permukiman. Selain itu, CCTV memungkinkan pemantauan visual kondisi sungai secara berkala dengan rekaman yang dapat diakses melalui laman pemantauan.

“Harapannya, saat sirine berbunyi, warga sudah paham itu tanda muka air naik dan harus bersiap, misalnya mengamankan barang-barang penting,” jelas dia.

Pemasangan EWS di Bener Meriah merupakan yang ketiga dilakukan tim UGM di Aceh. Sebelumnya, dua EWS telah dipasang bekerja sama dengan Universitas Teuku Umar dan Universitas Cipta Mandiri di Pulau Simeulue pada 2024 melalui program Kosabangsa, serta di wilayah Meulaboh pada 2025.

Tantangan utama pemasangan EWS biasanya terletak pada penentuan lokasi yang tepat. Namun, untuk Bener Meriah, proses berjalan relatif lancar.

Baca juga: Waspada Virus Varian Superflu, Pakar Mikrobiologi Ingatkan Masker dan Pola Hidup Bersih

“Alhamdulillah, lokasi bisa ditentukan dengan cepat dan penempatan alatnya lancar. Peralatan utama kami bawa dari Jogja, di sini hanya beli tiang-tiang pendukung,” kata dia.

Terkait keberlanjutan, pengelolaan, dan pemeliharaan alat diserahkan kepada masyarakat setempat dan pemerintah daerah. Ke depan, sistem ini juga berpotensi direplikasi di wilayah rawan banjir lain.

“Alat ini kami serah-terimakan ke masyarakat, karena konsep dari sistem peringatan dini itu yang penting berfungsi sebelum kejadian bencana untuk memberikan peringatan. Bisa saja nanti dikembangkan jadi beberapa titik dan dipantau lewat satu dashboard, tapi itu bertahap,” papar dia.

Baca juga: Dana Pemulihan Pascabencana Sumatra Rp59,25 Triliun, DPR Minta Transparans dan Tepat Sasaran

Sistem EWS bersifat fleksibel dan dapat direlokasi jika diperlukan. Jika dalam jangka ke depan BPBD menilai alat itu perlu dipindah, maka tidak memungkiri alatnya mudah direlokasi. Alat ini dilengkapi GPS yang otomatis menyesuaikan lokasi terkait.

Adhy berharap EWS yang telah dipasang dapat benar-benar dimanfaatkan masyarakat.

“Semoga alat ini dirawat dan difungsikan dengan baik sehingga bisa memberi peringatan dini sebelum banjir terjadi. Ini kontribusi kecil kami untuk masyarakat Aceh,” ucap dia. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Alat Deteksi BanjirEnergi Panel SuryaEWSKabupaten Bener Meriah AcehSistem peringatan dini

Editor

Next Post
Ilustrasi vaksinasi global. Foto neelam279/pixabay.com.

Mengenal Superflu, Virus Influenza yang Ada Sejak 1968

Discussion about this post

TERKINI

  • Idea serahkan sengketa informasi terkait dokumen perizinan pendirian objek wisata di kawasan karst Gunungsewu di Gunungkidul, 14 April 2026. Foto KSKG.Dokumen Izin Wisata di Karst Gunungsewu Tertutup, Idea Serahkan Sengketa Informasi
    In News
    Selasa, 14 April 2026
  • Dokter menjelaskan kondisi paru-paru peserta ACF melalui hasil foto rontgen yang muncul hanya sesaat setelah melakukan rontgen. Foto Pusat Kedokteran Tropis UGM.Jemput Bola Eliminasi TBC Targetkan 3.000 Warga di Gunungkidul
    In News
    Senin, 13 April 2026
  • Cahaya jejak roket Jielong-3, 11 April 2026. Foto Dok. BRIN.Jejak Roket Cina Jielong-3 di Langit Indonesia
    In News
    Senin, 13 April 2026
  • Nelayan Maluku Utara membersihkan jaring dari lumpur sedimentasi. Foto Walhi Maluku Utara.Ancaman dan Peluang Nelayan di Tengah Cuaca Ekstrem
    In Lingkungan
    Minggu, 12 April 2026
  • Ilustrasi hasil rontgen paru pasien TB. Foto freepik.com.Eliminasi TBC, Temukan Kasus secara Aktif dan Waspada Batuk Lebih dari Dua Minggu
    In Rehat
    Sabtu, 11 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media