Wanaloka.com – Menjalankan ibadah puasa Ramadan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk tetap bugar dan produktif. Selain pengaturan pola makan, pengelolaan aktivitas fisik, termasuk olahraga, menjadi faktor penting untuk menjaga kebugaran tubuh selama berpuasa.
Sejumlah penelitian menunjukkan individu sehat tetap dapat melakukan olahraga ringan hingga sedang selama Ramadan tanpa risiko kesehatan yang signifikan.
Dosen Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University sekaligus Pakar Food and Community Nutrition, Muhammad Aries menjelaskan olahraga yang dilakukan dengan tepat justru memberikan banyak manfaat selama puasa.
Aktivitas fisik dapat menjaga kebugaran, membantu mengontrol kadar gula darah, serta meningkatkan metabolisme tubuh.
Baca juga: Pencemaran Sungai-sungai di Jabodetabek Berulang Setiap Tahun
“Dengan berolahraga rutin, tubuh dapat lebih efisien membakar lemak sebagai sumber energi,” ujar dia.
Efisiensi metabolisme tersebut juga mendukung proses penurunan berat badan secara sehat.
Olahraga yang dianjurkan
Selama berpuasa, Aries menyarankan agar masyarakat memilih olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang untuk mencegah dehidrasi dan kelelahan berlebih. Durasi olahraga yang disarankan berkisar antara 20–45 menit, menyesuaikan kondisi tiap-tiap individu.
Beberapa jenis olahraga yang dinilai aman dan efektif dilakukan saat puasa antara lain jalan kaki atau jogging ringan selama 30–45 menit, yoga atau peregangan selama 20–30 menit, serta latihan kekuatan ringan seperti push-up, sit-up, atau squat untuk menjaga massa otot.
Selain itu, bersepeda santai dan senam atau aerobik ringan juga dapat menjadi pilihan untuk menjaga kebugaran tanpa membebani tubuh secara berlebihan.
Baca juga: Ada 16.312 Data Keanekaragaman Hayati Kurun 2020-2024 di Indonesia
Bagi individu yang terbiasa berolahraga secara rutin disarankan untuk mengendalikan intensitas latihan. Sementara latihan beban sebaiknya dilakukan dengan beban sedang dan volume yang dikurangi.
Jika ingin meningkatkan intensitas, maka repetisi dapat ditambah dengan beban yang lebih ringan. Latihan kardio dianjurkan pada intensitas ringan hingga sedang, disertai peregangan dan latihan mobilitas untuk menjaga fleksibilitas otot.
Lari saat puasa
Olah raga lari masih tergolong aman bagi orang sehat saat menjalankan berpuasa. Asalkan dilakukan dengan pengaturan waktu, intensitas, serta strategi hidrasi yang tepat. Perlu memahami kondisi tubuh agar manfaat olahraga tetap optimal, tanpa membahayakan kesehatan.
“Secara medis, aktivitas lari saat berpuasa tidak dilarang,” kata Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Agil Wahyu Wicaksono.
Baca juga: Banjir Rendam 34 Desa di Grobogan, Beberapa Tanggul Jebol






Discussion about this post