Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Anak-anak Wadas Alami Trauma, Aliansi PKTA: Jangan Libatkan Anak dalam Konflik

Jumat, 11 Februari 2022
A A
Ilustrasi anak dan orang dewasa. Foto skalekar1992/pixabay.com.

Ilustrasi anak dan orang dewasa. Foto skalekar1992/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Lebih baik aparat penegak hukum lebih mengedepankan pendekatan humanis dan dialogis agar menjadi pembelajaran bagi generasi muda dan anak-anak.

Baca Juga: Walhi Yogyakarta Desak Kapolri Beri Perhatian Peristiwa di Desa Wadas

Pemerintah, aparat penegak hukum, dan publik diminta tidak melakukan apapun yang berakibat buruk bagi anak-anak Wadas. Juga tidak melibatkan anak-anak Wadas dalam konflik.

“Karena kekerasan dalam bentuk apapun akan meninggalkan luka batin dan trauma berkepanjangan. Apalagi anak-anak paling rentan kena dampak negatifnya,” kata Sigit.

Selain itu, Aliansi PKTA juga mendorong lembaga para pemberi layanan, terutama P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) atau UPTD PPA (Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak) setempat, atau para pekerja sosial untuk segera memberikan dukungan psikososial bagi anak-anak. Baik yang ditangkap, yang terdampak langsung maupun tidak langsung.

“Anak adalah masa depan negeri ini. Jangan dirusak tumbuh kembangnya dengan bentuk-bentuk kekerasan serta tindakan represif yang dipertontonkan di depan mereka,” tegas Sigit. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: anak-anak WadasDesa WadasP2TP2Apenambangan batu andesit Desa WadaspsikososialSP KinasihtraumaUPTD PPA

Editor

Next Post
Harimau sumatra. Foto ppid.menlhk.go.id.

Tiga Harimau Sumatra dari Induk Korban Konflik dengan Manusia Lahir di Sanctuary Barumun

Discussion about this post

TERKINI

  • Pantomimer Wanggi Hoed melakukan aksi pertunjukan untuk memprotes ekspor monyet ekor panjang pada Hari Primata Interasional di Titik Nol Kota Yogyakarta, 2 september 2026. Foto Dok. Forum United For Primates .Petisi untuk Pemerintah Indonesia: Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Penelitian!
    In News
    Rabu, 2 September 2026
  • Konferensi pers PCS 2026 bertema “Dekolonisasi Konservasi: Menegaskan Kedaulatan Rakyat atas Pengetahuan dan Tata Kelola Keanekaragaman Hayati di Indonesia” di GIK UGM, 1 September 2026. Foto Dok. PCS 2026.PCS 2026: Menjaga Keanekaragaman Hayati Tak Bisa Lepas dari Menjaga Masyarakat Adat
    In News
    Rabu, 2 September 2026
  • Ladang padi aktif dan hutan dalam satu lanskap sebagai gambaran sistem perladangan gulir balik masyarakat Dayak Iban Sungai Utik. Foto Dok. Rifki Sungkar/SITH ITB.Belajar Memahami Api dalam Sistem Perladangan Masyarakat Dayak Iban Sungai Utik
    In IPTEK
    Selasa, 1 September 2026
  • Karhutla di lahan gambut. Foto Dok. Walhi.Ribuan Titik Api di Lahan Gambut dan Konsesi, Walhi: Bukti Negara Gagal Memaksa Korporasi Bertanggung Jawab
    In Lingkungan
    Senin, 31 Agustus 2026
  • Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra utara, 31 Agustus 2026 pukul 11.19. Foto Dok. Magma Indonesia.Gunung Sinabung Berstatus Siaga, PVMBG: Dimungkinkan Terjadi Erupsi Lebih Besar
    In Bencana
    Senin, 31 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media