Selasa, 2 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Teknologi Ubah Gas Metana di TPA Menjadi Sumber Energi dan Menekan Emisi

Gas metana merupakan salah satu gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap peningkatan suhu Bumi yang banyak diproduksi di TPA..

Kamis, 28 Mei 2026
A A
Gunungan sampah di TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Foto UPST DLH DKI Jakarta.

Gunungan sampah di TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Foto UPST DLH DKI Jakarta.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Bekasi, Jawa Barat, kerap disebut sebagai TPST terbesar di kawasan Asia Tenggara. Tak heran, sekaligus penghasil metana terbesar kedua di dunia setelah TPA Campo de Mayo di Buenos Aires, Argentina.

Kedua tempat pembuangan sampah tersebut tertangkap satelit Carbon Mapper sebagai produsen metana terbesar hingga mencapai lebih dari 6 ton perjam. Tercantum dalam laporan Emmett Institute, Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Lingkungan serta Perubahan Iklim, Fakultas Hukum University of California yang merilis daftar nama 25 tempat pembuangan sampah dengan produksi metana terbesar di sepanjang tahun 2025.

Apakah gas metana itu?

Pakar biorefinery limbah hayati, energi berkelanjutan, dan teknologi penghilangan karbon dioksida, sekaligus Dosen Teknik Kimia UGM, Hanifrahmawan Sudibyo menjelaskan metana merupakan salah satu gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap peningkatan suhu bumi. Umumnya, gas dihasilkan dari penguraian bahan organik pada kondisi anaerobik atau minim oksigen, seperti pada timbunan sampah organik, kotoran hewan, sedimen rawa, maupun limbah industri pangan dengan kadar air tinggi.

“Kondisi lembap dan terbatasnya suplai oksigen menjadi lingkungan yang ideal bagi mikroorganisme penghasil metana,” kata Hanif, Senin, 18 Mei 2026.

Secara lebih spesifik, pembentukan metana dilakukan arkea metanogenik, yaitu kelompok mikroorganisme anaerob yang berperan pada tahap akhir penguraian bahan organik. Dalam proses tersebut, senyawa organik kompleks terlebih dahulu diuraikan komunitas mikroba lain menjadi senyawa sederhana seperti asam organik, hidrogen, dan karbon dioksida. Kemudian dikonversi arkea metanogenik menjadi gas metana.

Dalam kasus TPA Bantargebang, saat terdapat tumpukan sampah organik dalam jumlah besar akan terbentuk zona-zona yang minim oksigen. Terutama bagian dalam dan bawah timbunan sampah. Kondisi lembap akibat air hujan, porositas yang rendah, serta terbatasnya sirkulasi udara menciptakan lingkungan yang ideal bagi aktivitas mikroorganisme anaerob, termasuk arkea metanogenik.

“Selama proses penguraian berlangsung, gas metana akan terbentuk dan dapat terlepas ke atmosfer apabila tidak dikelola dengan baik,” jelas dia.

Metana pada dasarnya merupakan bagian alami dari siklus karbon di Bumi dan secara alami diproduksi dalam proses biodegradasi bahan organik. Namun, permasalahan lingkungan muncul ketika emisi metana meningkat secara berlebihan akibat akumulasi limbah organik yang tidak terkelola dan tidak termanfaatkan secara optimal.

Mengingat potensi pemanasan global metana lebih tinggi dibandingkan karbon dioksida dalam jangka waktu tertentu, pelepasan metana dari TPA menjadi salah satu isu penting dalam pengendalian emisi gas rumah kaca.

Menekan emisi gas rumah kaca

Dari perspektif teknik kimia dan konversi energi, pemanfaatan gas metana dari TPA dapat menjadi salah satu strategi untuk menekan emisi gas rumah kaca sekaligus mendukung transisi energi yang lebih bersih. Proses tersebut dilakukan melalui teknologi penangkapan gas metana (methane capture), misalnya menggunakan jaringan pipa vertikal maupun horizontal yang dipasang di area timbunan sampah untuk mengumpulkan gas yang terbentuk di dalam landfill.

“Gas metana yang terkumpul dapat dialirkan menuju unit pemurnian maupun pembangkit listrik berbasis biogas untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi,” jelas dia.

Selain penerapan teknologi methane capture, Hanif menekankan upaya pencegahan melalui pemilahan sampah dan pengurangan limbah organik yang masuk ke TPA juga sangat penting. Peningkatan konsumsi masyarakat tanpa diimbangi pengelolaan limbah yang baik akan meningkatkan beban TPA, baik dari sisi kapasitas maupun potensi pembentukan gas metana.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Gas MetanaPusat Riset Teknologi Lingkungan dan Teknologi Bersih BRINTeknik Kimia UGMTPATPST Bantargebang

Editor

Next Post
Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera memadamkan karhutla di Provinsi Riau, 29 Mei 2026. Foto Dok. Kemenhut.

Godzilla El Nino Menguat Juni, Pemerintah Harus Hentikan Kebijakan Ekstraktif

Discussion about this post

TERKINI

  • Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera memadamkan karhutla di Provinsi Riau, 29 Mei 2026. Foto Dok. Kemenhut.Godzilla El Nino Menguat Juni, Pemerintah Harus Hentikan Kebijakan Ekstraktif
    In News
    Jumat, 29 Mei 2026
  • Gunungan sampah di TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Foto UPST DLH DKI Jakarta.Teknologi Ubah Gas Metana di TPA Menjadi Sumber Energi dan Menekan Emisi
    In IPTEK
    Kamis, 28 Mei 2026
  • Tim dari BMKg melakukan inpeksi sistempemantauan gempa dan tsunami di Bali, 27 Desember 2024. Foto Dok. BMKG.Pengembangan Sistem Geohazard Gempa Bumi yang Akurat dan Real Time
    In IPTEK
    Rabu, 27 Mei 2026
  • Dampak bencana ekologis di Sumatra. Foto Kementerian Kehutanan.Andalas Pastikan Ruang dan Penghidupan Bentang Alam Sumatra Kritis
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Mei 2026
  • Ilustrasi daging kurban dibungkus daun jati. Foto kemenagsidoarjo.com.Tantangan Pascakurban: Pengolahan Limbah, Penyimpanan Daging dan Risiko Zoonosis
    In Rehat
    Selasa, 26 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media