Sabtu, 5 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Godzilla El Nino Menguat Juni, Pemerintah Harus Hentikan Kebijakan Ekstraktif

Jumat, 29 Mei 2026
A A
Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera memadamkan karhutla di Provinsi Riau, 29 Mei 2026. Foto Dok. Kemenhut.

Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera memadamkan karhutla di Provinsi Riau, 29 Mei 2026. Foto Dok. Kemenhut.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Perkembangan kondisi iklim global menunjukkan tanda-tanda menguatnya fenomena El Niño ekstrem atau dikenal “Godzilla/Super El Niño” di kawasan Samudera Pasifik. Rilis yang dikeluarkan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) pada 14 Mei 2026 menunjukkan El Niño akan segera muncul pada Mei-Juli 2026 dengan peluang terjadi sebesar 82 persen.

Sejumlah pemantauan suhu permukaan laut juga memperlihatkan anomali panas yang terus meningkat di wilayah Pasifik tengah dan timur. Kondisi ini berpotensi memicu dampak cuaca ekstrem di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mempredisksi El Niño mulai aktif pada Juni 2026 dengan intensitas moderat hingga kuat. Sementara sebagian besar wilayah Indonesia mengalami puncak kemarau pada Agustus-September 2026.

“Fenomena ini tidak bisa dipisahkan dari krisis iklim global yang semakin nyata akibat model pembangunan dan eksploitasi sumber daya alam yang rakus,” kata Pengkampanye Iklim dan Isu Global Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Patria Rizky Ananda.

Sejumlah kajian menunjukkan bencana dan cuaca ekstrem yang dulu dianggap langka, kini terjadi semakin sering. Sebelumnya berulang dalam rentang 100-200 tahun, kini dapat muncul hanya dalam siklus 20-50 tahunan. Situasi ini menegaskan bahwa krisis yang dihadapi bukan lagi sekadar anomali alam, melainkan konsekuensi sistemik dari krisis ekologis yang terus diproduksi dan dibiarkan berlangsung.

Patria menambahkan Godzilla/Super El Niño sudah seharusnya menjadi alarm serius bagi pemerintah Indonesia untuk segera memperkuat langkah mitigasi dan adaptasi krisis iklim. Terutama melalui perlindungan ekosistem-ekosistem penting, seperti hutan, gambut, karst, dan mangrove sebagai upaya pencegahan dampak El Niño di kawasan hulu.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Godzilla El NinokarhutlaWalhi

Editor

Next Post
Varietas padi Gamagora 7 ditanam di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Foto Kagama Kaltim.

Padi Gamagora 7 Diujicoba di Lahan Tadah Hujan Kalimantan Timur

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
  • Pantomimer Wanggi Hoed melakukan aksi pertunjukan untuk memprotes ekspor monyet ekor panjang pada Hari Primata Interasional di Titik Nol Kota Yogyakarta, 2 september 2026. Foto Dok. Forum United For Primates .Petisi untuk Pemerintah Indonesia: Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Penelitian!
    In News
    Rabu, 2 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media