Jumat, 16 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ancaman Godzilla El Nino, Kekeringan dan Krisis Pangan 2026

Sektor pertanian menjadi salah satu yang paling rentan karena ketergantungannya pada ketersediaan air.

Jumat, 10 April 2026
A A
Peta Prediksi Anomali Hujan 2026. Foto Walhi.

Peta Prediksi Anomali Hujan 2026. Foto Walhi.

Share on FacebookShare on Twitter

Ketika suplai air menurun, tanaman tidak dapat berkembang secara optimal. Dalam kondisi ekstrem, tanaman berpotensi mengalami kerusakan permanen.

“Padi dan jagung ini paling terasa dampaknya karena butuh air cukup banyak. Kalau airnya kurang, pertumbuhannya terganggu, bisa berujung gagal panen,” tutur dia.

Kerentanan ini berlanjut pada risiko jangka pendek yang langsung dihadapi petani di lapangan. Penurunan ketersediaan air menyebabkan hasil panen menurun dan kualitas produksi ikut terdampak. Bayu menuturkan situasi ini berimbas pada pendapatan petani yang sangat bergantung pada hasil panen. Di sisi lain, biaya produksi yang telah dikeluarkan berpotensi tidak kembali.

“Kalau kekeringan terjadi setelah tanam, petani bisa gagal panen. Artinya, biaya yang sudah dikeluarkan itu tidak kembali dan jadi kerugian,” kata Bayu.

Menghadapi kondisi tersebut, Bayu menekankan langkah mitigasi di tingkat petani menjadi semakin penting untuk menekan risiko kerugian. Salah satu upaya yang dinilai efektif adalah memperkuat komunikasi antara petani dan penyuluh pertanian.

Akses informasi mengenai kondisi cuaca dan pilihan varietas tanaman menjadi faktor penentu dalam strategi budidaya. Pendampingan yang intensif membantu petani menyesuaikan praktik di lapangan.

“Kuncinya ada di komunikasi petani dan penyuluh. Kalau informasinya jelas, petani bisa ambil keputusan yang lebih tepat di lapangan,” terang dia.

Upaya adaptasi ini, menurut Bayu, sudah didukung pengalaman Indonesia dalam menghadapi fenomena El Nino pada periode sebelumnya. Bahkan berbagai program telah dijalankan untuk mengantisipasi dampak kekeringan, termasuk penguatan infrastruktur dan teknologi pertanian.

Inovasi seperti irigasi hemat air dan pengembangan varietas tahan kekeringan terus dikembangkan. Selain itu, informasi cuaca kini semakin mudah diakses secara real time.

“Sebenarnya kita sudah punya pengalaman tahun 2024, misalnya lewat pompanisasi dan inovasi irigasi tetes. Varietas tahan kekeringan juga sudah dikembangkan, tinggal dimanfaatkan dengan baik,” papar dia.

Meski demikian, efektivitas berbagai upaya tersebut tetap bergantung pada kapasitas adaptasi petani di lapangan. Ia menekankan peran penyuluh menjadi penting menjembatani inovasi dengan praktik pertanian sehari-hari.

Pendampingan yang berkelanjutan membantu petani memahami dan menerapkan teknologi secara tepat. Dengan dukungan tersebut, petani dapat lebih siap menghadapi kondisi iklim ekstrem.

“Peran penyuluh ini penting sekali, terutama saat petani menghadapi kekeringan panjang seperti sekarang,” tegas dia.

Dalam konteks kebijakan, langkah strategis perlu dilakukan secara terintegrasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan lembaga terkait. Penyediaan informasi yang akurat hingga ke tingkat desa menjadi krusial dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

Di sisi lain, inovasi teknologi pertanian perlu terus dikembangkan untuk meningkatkan ketahanan sektor pangan. Bayu menegaskan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga stabilitas produksi.

Pemerintah melalui BMKG perlu memberikan early warning yang akurat hingga level desa. Sementara perguruan tinggi harus terus didorong untuk menghasilkan inovasi varietas tahan kekeringan supaya dampak El Nino bisa ditekan. [WLC02]

Sumber: Walhi, UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Bayu Dwi Apri Nugrohogagal panenGodzilla El Ninokekeringankrisis panganSuper El NinoWalhi

Editor

Next Post
Ilustrasi hasil rontgen paru pasien TB. Foto freepik.com.

Eliminasi TBC, Temukan Kasus secara Aktif dan Waspada Batuk Lebih dari Dua Minggu

Discussion about this post

TERKINI

  • Gedung KPK | kpk.go.id.OTT KPK di BNPB, Kepala BNPB Langsung Diganti
    In News
    Kamis, 15 Oktober 2026
  • Dampak karhutla, wilayah Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan, diselimuti kabut asap pada Kamis, 8 Oktober 2026. Foto BNPB.Respons Protes Negara Jiran Dampak Karhutla, Prabowo Perintahkan Penanganan Optimal
    In Bencana
    Selasa, 13 Oktober 2026
  • Bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, yang terjadi pada Jumat, 9 Oktober 2026. Foto BPBD Kabupaten Gayo Lues.Bencana Banjir dan Longsor Landa Aceh dan Sumatra Barat Ratusan Penduduk Mengungsi
    In Bencana
    Senin, 12 Oktober 2026
  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media