Selasa, 23 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Andang Widi Harto, Rekomendasikan Tiga Periode Perkembangan Energi Nuklir di Indonesia

Penggunaan sumber daya energi fosil yang mengakibatkan peningkatan kandungan emisi dan karbondioksida di Bumi masih mendominasi di Indonesia.

Senin, 17 November 2025
A A
Guru Besar Bidang Reaktor Maju Pembangkit Daya UGM, Prof. Andang Widi Harto. Foto Kinnthi/Kagama.co.

Guru Besar Bidang Reaktor Maju Pembangkit Daya UGM, Prof. Andang Widi Harto. Foto Kinnthi/Kagama.co.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Guru Besar dalam Bidang Reaktor Maju Pembangkit Daya pada Fakultas Teknik UGM, Prof. Andang Widi Harto merasa prihatin atas permasalahan sistem energi dunia, terutama di Indonesia. Sebab masih didominasi penggunaan sumber daya energi fosil yang mengakibatkan peningkatan kandungan emisi dan karbondioksida di Bumi.

“Perlu kiranya melakukan upaya pengurangan penggunaan energi fosil ini. Salah satunya dengan menggunakan teknologi energi nuklir dan energi terbarukan,” kata dia dalam pidato pengukuhan berjudul “Aspek Strategis Pengembangan Teknologi Sistem Energi Nuklir di Indonesia: Peran Teknik Nuklir dalam Pengembangan Teknologi Reaktor Nuklir Maju” di Balai Senat UGM, Kamis, 13 November 2025.

Menurut dia, saat ini penyedia energi di Indonesia masih menghadapi tantangan. Seperti konsumsi energi per kapita yang masih rendah, dominasi sumber daya energi fosil, kurang mendukungnya industri yang kompetitif, dan tantangan dari net zero emission.

Baca juga: Walhi Desak Indonesia Suarakan Kembali ke Rakyat – Kembali ke Akar di COP 30

Andang berpandangan perlu langkah-langkah mitigasi sebagai upaya penting dalam mengurangi emisi CO2, yaitu dengan mengurangi penggunaan sumber daya energi fosil. Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dinilai telah terbukti mampu menghasilkan energi (listrik) secara masif, kontinu dan dengan biaya terjangkau.

Ia meyakini teknologi nuklir dapat dimanfaatkan sebagai energi termal untuk berbagai keperluan masa depan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Andang Widi HartoEnergi fosilenergi nuklirFakultas Teknik UGMnet zero emissionsPLTN

Editor

Next Post
Ilustrsi lidah buaya untuk bahan kosmetika. Foto endriqstudio/pixabay.com.

Pemanfaatan Bahan Alami Kurangi Risiko Bahaya Pemakaian Kosmetik Palsu

Discussion about this post

TERKINI

  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
  • Potret jejak bintang yang tampak berputar di langit. Foto Dok. BRIN.Memotret Jejak Bintang yang Tampak Berputar dengan Kamera DSLR di Timau
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
  • Ilustrasi nyamuk menggigit. Foto FotoshopTofs/pixabay.com.Anggapan Nyamuk Lebih Suka Golongan Darah O Ternyata Benar, Mengapa?
    In IPTEK
    Kamis, 18 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media