Wanaloka.com – Perempuan memiliki peran penting dan strategis dalam upaya konservasi alam yang berkelanjutan. Tidak hanya sebagai penjaga kearifan lokal, keterlibatan perempuan terbukti berkontribusi langsung dalam menjaga keanekaragaman hayati, ketahanan pangan, hingga keberhasilan berbagai program konservasi di tingkat tapak.
“Tapi peran perempuan dalam konservasi sering kali tidak diakui atau dianggap. Padahal dari sejarahnya, gerakan konservasi juga banyak dibantu perempuan,” ujar Dosen Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata IPB University, Arzyana Sunkar dalam IPB Podcast bertajuk “Perspektif Perempuan dalam Mewujudkan Konservasi yang Berkelanjutan” yang ditayangkan di YouTube IPB TV.
Dalam isu keanekaragaman hayati dan pangan, perempuan memiliki pengetahuan yang sangat dekat dengan alam. Pangan tidak dapat dilepaskan dari peran perempuan. Sebab, merekalah yang sehari-hari bertanggung jawab memastikan ketersediaan dan kualitas makanan bagi keluarga.
“Ketika kita bicara keanekaragaman hayati dan pangan, kita bicara perempuan. Karena perempuan punya tanggung jawab untuk memastikan makanan yang sehat dan cukup bagi keluarganya,” jelas dia.
Baca juga: Gugatan KLH Berpotensi Gagal, Walhi Desak Indonesia Punya Pengadilan Lingkungan
Arzyana membagikan pengalaman risetnya di berbagai daerah. Di Gayo, Aceh, pengetahuan perempuan tentang tanaman lokal dimanfaatkan untuk konservasi tumbuhan melalui aktivitas memasak dan budaya lisan. Sementara di Klaten, Jawa Tengah dan Bali Barat, perempuan yang terlibat dalam penangkaran burung justru menunjukkan tingkat keberhasilan perkembangbiakan yang lebih tinggi.
“Ketika perempuan yang merawat, tingkat hidup anakan burung lebih tinggi. Ada kasih sayang, perhatian, dan waktu lebih banyak,” papar dia.







Discussion about this post