Selasa, 28 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Arzyana Sunkar, Peran Perempuan dalam Gerakan Konservasi Berkelanjutan Tak Diakui

Pengetahuan perempuan tentang tanaman lokal dimanfaatkan untuk konservasi tumbuhan melalui aktivitas memasak dan budaya lisan.

Jumat, 23 Januari 2026
A A
Dosen Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata IPB University, Arzyana Sunkar. Foto IPB TV/youtube.

Dosen Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata IPB University, Arzyana Sunkar. Foto IPB TV/youtube.

Share on FacebookShare on Twitter

Contoh lain datang dari masyarakat adat Molo di Nusa Tenggara Timur. Perempuan setempat berperan besar dalam menjaga wilayah adat dari ancaman industri dengan aksi damai berupa menenun sebagai simbol ketergantungan hidup mereka terhadap alam.

“Perempuan tahu apa yang dibutuhkan, ada di mana, dan bagaimana menjaganya, karena mereka hidup langsung dari sumber daya itu,” jelas dia.

Baca juga: Baleg DPR Pertanyakan Keseriusan Politik Hukum Pembahasan RUU Masyarakat Adat

Meski demikian, masih banyak tantangan yang dihadapi perempuan dalam konservasi, terutama dari sisi budaya dan keterlibatan dalam pengambilan keputusan. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan pelibatan perempuan justru menghasilkan kebijakan dan praktik pelestarian lingkungan yang lebih baik.

“Tantangannya sekarang adalah bagaimana memberikan pengakuan dan dukungan yang nyata,” ujar dia.

Penting dukungan kebijakan, kelembagaan, serta pendampingan agar potensi perempuan dalam konservasi dapat berkembang maksimal. Pengakuan terhadap peran perempuan bukan sebagai kewajiban semata, melainkan sebagai peluang besar dalam menjaga kelestarian lingkungan. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Arzyana SunkarDepartemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata IPB UniversityKonservasi BerkelanjutanPeran Perempuan

Editor

Next Post
Konpers pencabutan izin lingkungan 28 perusahaan perusak lingkungan, 21 Januari 2026. Foto KLH/BPLH.

Jangan Hanya Cabut Izin, Walhi Desak 28 Perusahaan Pulihkan Lingkungan Sumatra

Discussion about this post

TERKINI

  • Petani pasir lahan pantai di Kulon Progo tengah menyirami lahan cabenya. Foto Dok. Soetana Monang Hasibuan/Wanaloka.com.20 Tahun PPLP Kulon Progo, Menanam adalah Melawan Apa?
    In Sosok
    Minggu, 19 April 2026
  • Ilustrasi TPA open dumping. Foto khoinguyenfoto/pixabay.com.Praktik TPA Open Dumping Ditutup Akhir Juli 2026
    In News
    Sabtu, 18 April 2026
  • Ketebalan 'salju abadi' Pegunungan Jayawijaya, Papua tinggal 4 meter pada 2024. Foto Dok. BMKG.Salju Abadi Puncak Jaya akan Hilang, Kurangi Pemakaian Bahan Bakar Fosil
    In IPTEK
    Sabtu, 18 April 2026
  • Hari Hemofilia Sedunia. Foto satheeshsankaran/pixabay.com.Hemofilia, Penyakit Bangsawan Britania Raya yang Ditemukan Saat Anak Usai Sunat di Indonesia
    In Rehat
    Jumat, 17 April 2026
  • Komisi III DPR RI menggelar RDPU dengan petani Pino Raya. Foto Istimewa.Petani Pino Raya Ditembak dan Jadi Tersangka, DPR Janjikan Rapat Dengar Pendapat
    In News
    Jumat, 17 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media