Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Asal Usul Tradisi Mudik dari Kumpul Kerabat hingga Pamer Kesuksesan

Makna tradisi mudik telah mengalami pergeseran. Dari sekedar kumpul bersama kerabat hingga pamer kekayaan.

Minggu, 1 Mei 2022
A A
Ilustrasi keluarga. Foto tookapic/pixabay.com.

Ilustrasi keluarga. Foto tookapic/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Momen lebaran acapkali disandingkan dengan ritual mudik. Sebuah istilah yang umum dipakai untuk menggambarkan kegiatan seseorang pulang ke kampung halaman. Tradisi ini dipakai bagi umat muslim yang merayakan lebaran Idul Fitri di tanah kelahirannya. Istilah “mudik” berasal dari kata “udik” dari bahasa Melayu yang berarti hulu atau ujung. Mengingat masyarakat Melayu yang tinggal di hulu sungai pada masa lampau sering bepergian ke hilir sungai menggunakan perahu atau biduk. Setelah urusan selesai, mereka kembali pulang ke hulu pada sore harinya. Dengan kata lain, pergi ke muara, kemudian pulang kampung

“Saat orang mulai merantau karena ada pertumbuhan di kota, kata mudik mulai dikenal dan dipertahankan hingga sekarang saat mereka kembali ke kampungnya,” kata Antropolog UGM, Prof Heddy Shri Ahimsa-Putra.

Baca Juga: Ini Tips Mengajak Mudik Hewan Kesayangan

Istilah mudik mulai dikenal luas pada era 1970-an. Tepatnya setelah pada masa Orde Baru melakukan pembangunan pusat pertumbuhan di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung dan Medan yang menyebabkan orang melakukan urbanisasi pindah ke kota untuk menetap dan mencari pekerjaan. Hubungan kekerabatan saat bekerja dan hidup di kota lama lepas, sementara selama di desa bisa dekat dengan kerabat.

“Kangen pasti. Menunggu libur yang agak panjang agar bisa  kumpul sangat ditunggu. Karena kita di Indonesia masyarakat muslim yang paling banyak sehingga lebaran Idul Fitri jadi pilihan,” papar Heddy.

Baca Juga: Yang Dilakukan dan Dihindari agar Tetap Fit Selama Mudik

Berbeda dengan tradisi pulang kampung di Amerika dan Eropa yang berlangsung saat perayaan Thanksgiving atau perayaan Natal. Namun mudik bagi sebagian orang bukan semata-mata untuk ajang kumpul keluarga. Melainkan juga menjadi ajang bagi sebagian orang untuk pamer atas keberhasilan mereka di tanah perantauan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Idul Fitrikampung halamanLebaranmudikThanksgiving

Editor

Next Post
Ilustrasi uang rupiah. Foto EmAji/pixabay.com.

Hati-hati, Jasa Penukaran Uang di Jalanan Bisa Berakibat Riba

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media