Minggu, 14 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Salju Abadi Puncak Jaya akan Hilang, Kurangi Pemakaian Bahan Bakar Fosil

Dampak radiasi matahari dengan gelombang pendek yang merupakan sumber energi utama yang menggerakan cuaca dan iklim di Bumi.

Sabtu, 18 April 2026
A A
Ketebalan 'salju abadi' Pegunungan Jayawijaya, Papua tinggal 4 meter pada 2024. Foto Dok. BMKG.

Ketebalan 'salju abadi' Pegunungan Jayawijaya, Papua tinggal 4 meter pada 2024. Foto Dok. BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Akhir tahun 2024 lalu, Badan Meteorologi Geofsika dan Klimatologi (BMKG) melakukan monitoring gletser di Puncak Sudirman, Pegunungan Jayawijaya, Papua. Data yang dihasilkan berupa penyusutan luasan tutupan es sebanyak 0,11-0,16 kilometer persegi dari 0,23 kilometer persegi pada tahun 2022. Artinya, lapisan es yang menyelimuti puncak Jaya Papua selama ribuan tahun diprediksi terancam akan hilang akibat peningkatan suhu bumi.

Sementara laporan ”Climate Chronicles” dari Nature Reviews Earth & Environment edisi April 2026 mengungkapkan, gletser di seluruh dunia telah hilang sekitar 408 gigaton pada 2025. Data tersebut menunjukkan 2025 merupakan tahun terburuk keenam sejak pencatatan pertama dimulai pada 1975.

Pakar Hidrometeorologi, Iklim Perkotaan, dan Klimatologi Lingkungan dari Fakultas Geografi UGM, Emilya Nurjani menyampaikan ketebalan gletser di belahan Bumi utara dan selatan mengalami penyusutan, baik dari segi luas maupun tebal. Lebih spesifik, ia menyebutkan dua gunung es wilayah tropis dengan jumlah degradasi yang cukup signifikan, terjadi pada Puncak Gunung Kilimanjaro, Afrika dan Puncak Jaya, Indonesia.

Penyusutan lapisan es ini disebabkan dampak radiasi matahari dengan gelombang pendek yang merupakan sumber energi utama yang menggerakan cuaca dan iklim di bumi. Segala jenis penggunaan atau penutupan lahan di permukaan di bumi akan menyerap dan melepaskan energi dari radiasi matahari, seperti pembukaan lahan untuk pertanian, pemukiman, waduk, beton, bahkan es dan salju di wilayah kutub.

Selanjutnya, rasio energi matahari yang dilepaskan dan diserap penutup lahan yang ada di Bumi disebut sebagai albedo. Es atau gletser merupakan penutup lahan dengan nilai albedo paling besar, karena sebagian besar energi radiasi matahari akan dikembalikan ke atmosfer oleh gletser, sehingga bentuk lahan gletser bisa tetap utuh.

Penggunaan atau penutupan lahan di permukaan Bumi yang masif membuat nilai albedo yang dikembalikan ke atmosfer menurun, sehingga terjadi penumpukan energi radiasi di atmosfer, kemudian terjadi pemanasan global, dan menyebabkan  mencairnya gletser.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bahan bakar fosilBMKGFakultas Geografi UGMPuncak Sudirman Pegunungan Jayawijayasalju abadi

Editor

Next Post
Ilustrasi TPA open dumping. Foto khoinguyenfoto/pixabay.com.

Praktik TPA Open Dumping Ditutup Akhir Juli 2026

Discussion about this post

TERKINI

  • Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Meutia Samira Ismet. Foto itk.ipb.ac.id.Meutia Ismet: Tambang Nikel Teluk Buli Ancam Ekosistem Laut hingga Kesehatan
    In Sosok
    Sabtu, 13 Juni 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Baleg DPR Janjikan RUU Masyarakat Adat Selesai 2026, Apa Saja akan Diatur?
    In Rehat
    Sabtu, 13 Juni 2026
  • Sidang gugatan intervensi Walhi atas kasus gugatan KLH melawan PT TPL di PN Medan, 10 Juni 2026. Foto Dok. Walhi.Gugatan Intervensi Walhi, PT TPL Harus Pulihkan 29.939 Ha Kawasan Terdampak Senilai Rp2,6 Triliun
    In News
    Jumat, 12 Juni 2026
  • Dosen Geologi Fakultas Teknik UGM, Gayatri Indah Marliyani. Foto Kagama.coGayatri Marliyani: Gempa Bumi di Laut Mindanao Umum Terjadi
    In Sosok
    Jumat, 12 Juni 2026
  • Ilustrasi kemarau panjang. Foto Adege/Pixabay.com.BMKG Prediksi El Nino 2026 Bertahan hingga Awal 2027
    In News
    Kamis, 11 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media