Jumat, 30 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Salju Abadi Puncak Jaya akan Hilang, Kurangi Pemakaian Bahan Bakar Fosil

Dampak radiasi matahari dengan gelombang pendek yang merupakan sumber energi utama yang menggerakan cuaca dan iklim di Bumi.

Sabtu, 18 April 2026
A A
Ketebalan 'salju abadi' Pegunungan Jayawijaya, Papua tinggal 4 meter pada 2024. Foto Dok. BMKG.

Ketebalan 'salju abadi' Pegunungan Jayawijaya, Papua tinggal 4 meter pada 2024. Foto Dok. BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Akhir tahun 2024 lalu, Badan Meteorologi Geofsika dan Klimatologi (BMKG) melakukan monitoring gletser di Puncak Sudirman, Pegunungan Jayawijaya, Papua. Data yang dihasilkan berupa penyusutan luasan tutupan es sebanyak 0,11-0,16 kilometer persegi dari 0,23 kilometer persegi pada tahun 2022. Artinya, lapisan es yang menyelimuti puncak Jaya Papua selama ribuan tahun diprediksi terancam akan hilang akibat peningkatan suhu bumi.

Sementara laporan ”Climate Chronicles” dari Nature Reviews Earth & Environment edisi April 2026 mengungkapkan, gletser di seluruh dunia telah hilang sekitar 408 gigaton pada 2025. Data tersebut menunjukkan 2025 merupakan tahun terburuk keenam sejak pencatatan pertama dimulai pada 1975.

Pakar Hidrometeorologi, Iklim Perkotaan, dan Klimatologi Lingkungan dari Fakultas Geografi UGM, Emilya Nurjani menyampaikan ketebalan gletser di belahan Bumi utara dan selatan mengalami penyusutan, baik dari segi luas maupun tebal. Lebih spesifik, ia menyebutkan dua gunung es wilayah tropis dengan jumlah degradasi yang cukup signifikan, terjadi pada Puncak Gunung Kilimanjaro, Afrika dan Puncak Jaya, Indonesia.

Penyusutan lapisan es ini disebabkan dampak radiasi matahari dengan gelombang pendek yang merupakan sumber energi utama yang menggerakan cuaca dan iklim di bumi. Segala jenis penggunaan atau penutupan lahan di permukaan di bumi akan menyerap dan melepaskan energi dari radiasi matahari, seperti pembukaan lahan untuk pertanian, pemukiman, waduk, beton, bahkan es dan salju di wilayah kutub.

Selanjutnya, rasio energi matahari yang dilepaskan dan diserap penutup lahan yang ada di Bumi disebut sebagai albedo. Es atau gletser merupakan penutup lahan dengan nilai albedo paling besar, karena sebagian besar energi radiasi matahari akan dikembalikan ke atmosfer oleh gletser, sehingga bentuk lahan gletser bisa tetap utuh.

Penggunaan atau penutupan lahan di permukaan Bumi yang masif membuat nilai albedo yang dikembalikan ke atmosfer menurun, sehingga terjadi penumpukan energi radiasi di atmosfer, kemudian terjadi pemanasan global, dan menyebabkan  mencairnya gletser.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bahan bakar fosilBMKGFakultas Geografi UGMPuncak Sudirman Pegunungan Jayawijayasalju abadi

Editor

Next Post
Ilustrasi TPA open dumping. Foto khoinguyenfoto/pixabay.com.

Praktik TPA Open Dumping Ditutup Akhir Juli 2026

Discussion about this post

TERKINI

  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media