Jumat, 3 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Bambang Hero: Belajar Mencegah Kebakaran Hutan dengan Beternak Kambing

Kebakaran hebat yang pernah terjadi di kawasan hutan di Bordeaux, Perancis bisa menjadi pembelajaran pencegahannya dengan cara non-kehutanan. Seperti apakah itu?

Sabtu, 24 Desember 2022
A A
Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB Uiversity,Prof. Bambang Hero Saharjo. Foto infografis.ipb.ac.id

Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB Uiversity,Prof. Bambang Hero Saharjo. Foto infografis.ipb.ac.id

Share on FacebookShare on Twitter

Setelah melihat implementasi silvo pastoral tersebut, Bambang juga berkesempatan belajar tentang manajemen pengendalian kebakaran hutan di Centre Regional De Formation Forestiere, Bazas, Bordeaux. Menurut dia, setelah mengalami kebakaran beruang kali, Perancis melakukan berbagai tindakan, baik secara teknis dan non teknis. Akhirnya, bidang kehutanan justru menjadi sektor utama di wilayah Bordeaux.

Baca Juga: Sejak 2017 Belum Ada Upaya Pengendalian Pencemaran di Danau Batur

Lahan di sana relatif asam dan berpasir putih seperti lahan di Kota Palangkaraya, sehingga perlu spesies tertentu untuk menanamnya. Kondisi tersebut sudah terjadi lebih dari 100 tahun. Mereka lebih suka untuk menanam lahan tersebut dengan tanaman pinus, khususnya Pinus pinaster yang relatif cocok ditanam di lahan semacam itu.

Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University ini menambahkan, kegiatan di Papignon dan Bazas berbeda. Kegiatannya didominasi dengan kegiatan penanaman Pinus pinaster. Pinus tersebut biasanya akan dipanen pada umur sekitar 40-45 tahun.

Menurut pihak pendamping, saat panen, harga per meter kubiknya berkisar sekitar 45-45 Euro dan sangat bergantung kondisi hasil tebangannya berupa log-log. Lantaran nilai kayunya sangat besar, luasan areal tanamnya mencapai puluhan ribu hektare.

Baca Juga: Ini Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi Saat Nataru

“Ini membuat para pemilik lahan benar-benar harus serius mengendalikan kebakaran yang selalu mengintai setiap saat,” imbuh Bambang.

Para pemilik lahan membentuk asosiasi untuk memudahkan menindaklanjuti proses perjalanan pengelolaan hutan. Yang unik juga dengan pengelolaan hutan di Perancis, bahwa para pemilik lahan antara 0.5 – 100 hektare bersepakat untuk mengendalikan kebakaran bersama.

Mereka telah merasakan bagaimana hutan terbakar karena tidak dikelola dengan baik. Khususnya dalam rangka pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Mereka pun lebih suka tergabung dalam asosiasi dibandingkan membentuk perusahaan.

Baca Juga: Libur Nataru, Kemenparekraf Luncurkan 100 ‘Pak Wisnu’

“Dengan bersatu dalam asosiasi, tidak banyak dana yang harus dikeluarkan. Bahkan keuntungannya jauh lebih besar,” ujar Bambang.

Dari kegiatan tersebut, Bambang berharap Indonesia bisa meniru langkah-langkah Perancis dalam meningkatkan produktivitas hutan. Yakni dengan menyelamatkannya melalui upaya pengendalian kebakaran yang terencana dan sistematis.

“Tentunya bekerja sama dengan semua pihak, mulai dari kegiatan penanaman, pemeliharaan, hingga pemanenan. Kita sama-sama menghormati regulasi dan menjalankan sebagaimana mestinya,” kata Bambang. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BordeauxkarhutlaKebakaran hutanpengendalian kebakaran hutanPerancisPinus pinasterproduktivitas hutanProfesor Bambang Hero Saharjosilvo pastoral

Editor

Next Post
Usai Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Rehabilitasi Mangrove di Jakarta. Foto maritim.go.id

PT Bukit Asam Tanda Tangani Perjanjian Kerja Sama Rehabilitasi Mangrove

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media