Jumat, 13 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Bambang Hero: Belajar Mencegah Kebakaran Hutan dengan Beternak Kambing

Kebakaran hebat yang pernah terjadi di kawasan hutan di Bordeaux, Perancis bisa menjadi pembelajaran pencegahannya dengan cara non-kehutanan. Seperti apakah itu?

Sabtu, 24 Desember 2022
A A
Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB Uiversity,Prof. Bambang Hero Saharjo. Foto infografis.ipb.ac.id

Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB Uiversity,Prof. Bambang Hero Saharjo. Foto infografis.ipb.ac.id

Share on FacebookShare on Twitter

Setelah melihat implementasi silvo pastoral tersebut, Bambang juga berkesempatan belajar tentang manajemen pengendalian kebakaran hutan di Centre Regional De Formation Forestiere, Bazas, Bordeaux. Menurut dia, setelah mengalami kebakaran beruang kali, Perancis melakukan berbagai tindakan, baik secara teknis dan non teknis. Akhirnya, bidang kehutanan justru menjadi sektor utama di wilayah Bordeaux.

Baca Juga: Sejak 2017 Belum Ada Upaya Pengendalian Pencemaran di Danau Batur

Lahan di sana relatif asam dan berpasir putih seperti lahan di Kota Palangkaraya, sehingga perlu spesies tertentu untuk menanamnya. Kondisi tersebut sudah terjadi lebih dari 100 tahun. Mereka lebih suka untuk menanam lahan tersebut dengan tanaman pinus, khususnya Pinus pinaster yang relatif cocok ditanam di lahan semacam itu.

Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University ini menambahkan, kegiatan di Papignon dan Bazas berbeda. Kegiatannya didominasi dengan kegiatan penanaman Pinus pinaster. Pinus tersebut biasanya akan dipanen pada umur sekitar 40-45 tahun.

Menurut pihak pendamping, saat panen, harga per meter kubiknya berkisar sekitar 45-45 Euro dan sangat bergantung kondisi hasil tebangannya berupa log-log. Lantaran nilai kayunya sangat besar, luasan areal tanamnya mencapai puluhan ribu hektare.

Baca Juga: Ini Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi Saat Nataru

“Ini membuat para pemilik lahan benar-benar harus serius mengendalikan kebakaran yang selalu mengintai setiap saat,” imbuh Bambang.

Para pemilik lahan membentuk asosiasi untuk memudahkan menindaklanjuti proses perjalanan pengelolaan hutan. Yang unik juga dengan pengelolaan hutan di Perancis, bahwa para pemilik lahan antara 0.5 – 100 hektare bersepakat untuk mengendalikan kebakaran bersama.

Mereka telah merasakan bagaimana hutan terbakar karena tidak dikelola dengan baik. Khususnya dalam rangka pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Mereka pun lebih suka tergabung dalam asosiasi dibandingkan membentuk perusahaan.

Baca Juga: Libur Nataru, Kemenparekraf Luncurkan 100 ‘Pak Wisnu’

“Dengan bersatu dalam asosiasi, tidak banyak dana yang harus dikeluarkan. Bahkan keuntungannya jauh lebih besar,” ujar Bambang.

Dari kegiatan tersebut, Bambang berharap Indonesia bisa meniru langkah-langkah Perancis dalam meningkatkan produktivitas hutan. Yakni dengan menyelamatkannya melalui upaya pengendalian kebakaran yang terencana dan sistematis.

“Tentunya bekerja sama dengan semua pihak, mulai dari kegiatan penanaman, pemeliharaan, hingga pemanenan. Kita sama-sama menghormati regulasi dan menjalankan sebagaimana mestinya,” kata Bambang. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BordeauxkarhutlaKebakaran hutanpengendalian kebakaran hutanPerancisPinus pinasterproduktivitas hutanProfesor Bambang Hero Saharjosilvo pastoral

Editor

Next Post
Usai Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Rehabilitasi Mangrove di Jakarta. Foto maritim.go.id

PT Bukit Asam Tanda Tangani Perjanjian Kerja Sama Rehabilitasi Mangrove

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ikan mati massal. Foto akbarnemati/pixabay.com.Ikan Dewa Mati Massal di Kuningan, Apa Penyebabnya?
    In Rehat
    Kamis, 12 Februari 2026
  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media