Sabtu, 7 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Banjir Bandang Kepung Lereng Gunung Slamet, Empat Kabupaten Terdampak

Minggu, 25 Januari 2026
A A
Banjing bandang menerjang lereng Gunung Slamet yang menyebabkan empat kabupaten terdampak, Sabtu, 24 Januari 2026. Foto Dok. BNPB.

Banjing bandang menerjang lereng Gunung Slamet yang menyebabkan empat kabupaten terdampak, Sabtu, 24 Januari 2026. Foto Dok. BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Karakteristik Gunung Slamet

Berdasarkan hasil kaji cepat BNPB yang mengacu pada analisis forensik bencana sementara, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan rangkaian kejadian ini turut dipengaruhi karakteristik kawasan lereng Gunung Slamet. Antara yang memiliki topografi curam, jaringan sungai berhulu pendek, serta tingkat kerentanan tinggi terhadap peningkatan debit aliran permukaan (run off) saat hujan ekstrem.

Akumulasi curah hujan di wilayah hulu menyebabkan respons hidrologi yang cepat, memicu banjir bandang dengan muatan sedimen tinggi, serta meningkatkan potensi longsor pada lereng dan tebing sungai.

“Perubahan alur dan pendangkalan sungai pada sejumlah DAS turut meningkatkan risiko banjir di wilayah hilir,” kata Muhari dalam siaran tertulis, Ahad, 25 Januari 2026.

Baca juga: Longsor Terjang Bandung Barat, Delapan Tewas dan 82 Orang dalam Pencarian

Upaya mitigasi yang dilakukan, BNPB mendorong penguatan pengelolaan daerah aliran sungai dan kawasan lereng Gunung Slamet secara terpadu. Antara lain melalui penataan dan normalisasi alur sungai, penguatan struktur pengaman tebing dan jembatan, serta pengendalian pemanfaatan ruang di zona rawan banjir bandang dan longsor.

Juga meningkatkan sistem peringatan dini berbasis curah hujan dan debit sungai, pembatasan aktivitas di kawasan wisata alam saat hujan lebat, serta penguatan kapasitas kesiapsiagaan masyarakat di wilayah hulu dan hilir DAS menjadi langkah penting dalam pengurangan risiko bencana.

Upaya penanganan darurat

Dalam penanganan darurat, BNPB bersama BPBD kabupaten terdampak dan BPBD Provinsi Jawa Tengah terus melakukan koordinasi lintas sektor. Upaya yang dilakukan meliputi evakuasi warga terdampak ke lokasi aman, pengamanan area berbahaya, pembersihan material banjir dan longsor, pembukaan akses jalan yang terputus, pendataan korban dan kerusakan, serta pengelolaan lokasi pengungsian.

Selain itu, langkah mitigasi cuaca ekstrem dan percepatan penanganan bencana hidrometeorologi, BNPB melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk wilayah Jawa Tengah yang dioperasikan melalui Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Kegiatan ini mencakup penaburan bahan semai NaCl (natrium klorida) dan CaO (kalsium oksida) untuk mereduksi curah hujan berlebih di wilayah hulu dan meminimalkan risiko banjir bandang serta mempercepat proses penanganan darurat di wilayah terdampak.

Untuk kawasan Obyek Wisata Guci, koordinasi dilakukan dengan Dinas PUSDATARU Provinsi Jawa Tengah terkait pembenahan alur DAS Gung dan perencanaan pemasangan jembatan Bailey sebagai akses sementara.

“Bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di kawasan lereng Gunung Slamet dan sepanjang alur sungai tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana susulan,” imbuh Muhari.

Pemantauan informasi cuaca dan peringatan dini, serta kepatuhan terhadap arahan petugas di lapangan, diharapkan dapat meminimalkan risiko dan dampak bencana terhadap keselamatan masyarakat. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Banjir BandangBNPBGunung SlametKabupaten BrebesKabupaten PemalangKabupaten PurbalinggaKabupaten Tegal

Editor

Next Post
Wapres Gibran Rakabuming Raka dan rombongan di lokasi bencana longsor Bandung barat, Ahad, 25 Januari 2026. Foto BNPB.

Longsor Bandung Barat, 17 Jenazah Ditemukan dan Warga di Lokasi Rawan akan Direlokasi

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media