Sabtu, 13 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Banjir Bandang Kepung Lereng Gunung Slamet, Empat Kabupaten Terdampak

Minggu, 25 Januari 2026
A A
Banjing bandang menerjang lereng Gunung Slamet yang menyebabkan empat kabupaten terdampak, Sabtu, 24 Januari 2026. Foto Dok. BNPB.

Banjing bandang menerjang lereng Gunung Slamet yang menyebabkan empat kabupaten terdampak, Sabtu, 24 Januari 2026. Foto Dok. BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Karakteristik Gunung Slamet

Berdasarkan hasil kaji cepat BNPB yang mengacu pada analisis forensik bencana sementara, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan rangkaian kejadian ini turut dipengaruhi karakteristik kawasan lereng Gunung Slamet. Antara yang memiliki topografi curam, jaringan sungai berhulu pendek, serta tingkat kerentanan tinggi terhadap peningkatan debit aliran permukaan (run off) saat hujan ekstrem.

Akumulasi curah hujan di wilayah hulu menyebabkan respons hidrologi yang cepat, memicu banjir bandang dengan muatan sedimen tinggi, serta meningkatkan potensi longsor pada lereng dan tebing sungai.

“Perubahan alur dan pendangkalan sungai pada sejumlah DAS turut meningkatkan risiko banjir di wilayah hilir,” kata Muhari dalam siaran tertulis, Ahad, 25 Januari 2026.

Baca juga: Longsor Terjang Bandung Barat, Delapan Tewas dan 82 Orang dalam Pencarian

Upaya mitigasi yang dilakukan, BNPB mendorong penguatan pengelolaan daerah aliran sungai dan kawasan lereng Gunung Slamet secara terpadu. Antara lain melalui penataan dan normalisasi alur sungai, penguatan struktur pengaman tebing dan jembatan, serta pengendalian pemanfaatan ruang di zona rawan banjir bandang dan longsor.

Juga meningkatkan sistem peringatan dini berbasis curah hujan dan debit sungai, pembatasan aktivitas di kawasan wisata alam saat hujan lebat, serta penguatan kapasitas kesiapsiagaan masyarakat di wilayah hulu dan hilir DAS menjadi langkah penting dalam pengurangan risiko bencana.

Upaya penanganan darurat

Dalam penanganan darurat, BNPB bersama BPBD kabupaten terdampak dan BPBD Provinsi Jawa Tengah terus melakukan koordinasi lintas sektor. Upaya yang dilakukan meliputi evakuasi warga terdampak ke lokasi aman, pengamanan area berbahaya, pembersihan material banjir dan longsor, pembukaan akses jalan yang terputus, pendataan korban dan kerusakan, serta pengelolaan lokasi pengungsian.

Selain itu, langkah mitigasi cuaca ekstrem dan percepatan penanganan bencana hidrometeorologi, BNPB melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk wilayah Jawa Tengah yang dioperasikan melalui Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Kegiatan ini mencakup penaburan bahan semai NaCl (natrium klorida) dan CaO (kalsium oksida) untuk mereduksi curah hujan berlebih di wilayah hulu dan meminimalkan risiko banjir bandang serta mempercepat proses penanganan darurat di wilayah terdampak.

Untuk kawasan Obyek Wisata Guci, koordinasi dilakukan dengan Dinas PUSDATARU Provinsi Jawa Tengah terkait pembenahan alur DAS Gung dan perencanaan pemasangan jembatan Bailey sebagai akses sementara.

“Bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di kawasan lereng Gunung Slamet dan sepanjang alur sungai tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana susulan,” imbuh Muhari.

Pemantauan informasi cuaca dan peringatan dini, serta kepatuhan terhadap arahan petugas di lapangan, diharapkan dapat meminimalkan risiko dan dampak bencana terhadap keselamatan masyarakat. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Banjir BandangBNPBGunung SlametKabupaten BrebesKabupaten PemalangKabupaten PurbalinggaKabupaten Tegal

Editor

Next Post
Wapres Gibran Rakabuming Raka dan rombongan di lokasi bencana longsor Bandung barat, Ahad, 25 Januari 2026. Foto BNPB.

Longsor Bandung Barat, 17 Jenazah Ditemukan dan Warga di Lokasi Rawan akan Direlokasi

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi kemarau panjang. Foto Adege/Pixabay.com.BMKG Prediksi El Nino 2026 Bertahan hingga Awal 2027
    In News
    Kamis, 11 Juni 2026
  • Bayi gajah lahir di Tesso Nilo, Riau, Juni 2026. Foto Dok. Kementerian Kehutanan.Dua Bayi Gajah Sumatera Lahir di Riau dan Lampung, Panjang Umurlah Kalian!
    In News
    Kamis, 11 Juni 2026
  • Konpers Walhi se-Kalimantan mengkritisi deforestasi Pulau Kalimantan di Samarinda, 10 Juni 2026. Foto Dok. Walhi.Walhi Kalimantan Serukan Pulihkan Alam Pulau Kalimantan
    In Lingkungan
    Kamis, 11 Juni 2026
  • Peta potensi tsunami dari dampak skenario gempa megathrust pantai selatan Jawa. Foto @widjokongko/twitterUngkap Jejak Tsunami Purba di Selatan Jawa Lewat Sedimen dan Legenda
    In IPTEK
    Rabu, 10 Juni 2026
  • Sidang pembuktian jalan 135 km di PTUN Jayapura, 9 Juni 2026. Lovenila/Greenpeace.Sidang Pembuktian Gugatan Jalan 135 Kilometer di Merauke, Hakim Minta Pembangunan Dihentikan
    In News
    Rabu, 10 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media