Kamis, 27 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Banjir dan Longsor Menerjang Daerah Istimewa Yogyakarta

Jumat, 28 Maret 2025
A A
Kondisi rumah warga di Kulon Progo yang terdampak longsor, 28 Maret 2025. Foto BPBD Kulon Progo.

Kondisi rumah warga di Kulon Progo yang terdampak longsor, 28 Maret 2025. Foto BPBD Kulon Progo.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Empat dari lima kabupaten dan kota di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dilanda banjir dan longsor, Jumat, 28 Maret 2025 malam. Bencana hidrometeorologi itu terjadi pascahujan dengan intensitas sedang hingga tinggi terjadi di wilayah Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Gunungkidul dan Kota Yogyakarta.

Adapun rinciannya adalah tujuh kecamatan di Kabupaten Bantul, meliputi Kecamatan Bantul, Pleret, Imogiri, Piyungan, Pajangan, Jetis dan Kasihan. Ada 25 titik banjir akibat luapan sungai dan 10 titik tanah longsor. Sebanyak 5 unit rumah warga alami kerusakan, 69 unit rumah terendam dan 2 unit fasilitas pemerintahan turut tergenang. Kondisi terkini banjir sudah mulai surut di beberapa titik.

Kemudian banjir dan tanah longsor di tujuh kecamatan di Kabupaten Gunungkidul, meliputi Kecamatan Wonosari, Playen, Semanu, Paliyan, Semin, Patuk dan Purwosari. Ada 18 titik terdampak banjir dan 2 titik tanah longsor. BPBD Gunungidul telah mengevakuasi 15 warga yang terjebak banjir ke tempat aman. Sedikitnya 71 unit rumah warga tergenang, beberapa akses jalan terganggu dan 2 unit talud mengalami kerusakan.

Lalu tiga kecamatan di Kabupaten Kulon Progo, meliputi Kecamatan Pengasih, Nanggulan dan Girimulyo. Tercatat terjadi banjir di 4 titik, pohon tumbang di 3 titik dan tanah longsor di 3 titik. Di wilayah ini juga dilaporkan ada 2 warga yang mengalami luka-luka akibat tanah longsor, 2 unit rumah tergenang dan 5 akses jalan terdampak.

Serta dua kecamatan di Kota Yogyakarta mengalami tanah longsor, yakni Kecamatan Umbulharjo dan Wirobrajan. Akses jalan terganggu pascaterjadi longsor.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Banjir dan LongsorBencana HidrometeorologiDaerah Istimewa Yogyakarta

Editor

Next Post
Lokasi gempa M7,7 di Myanmar dan wilayah yang terdampak. Foto Dok. @DaryonoBMKG/X.

Myanmar Diguncang Gempa M7,7, Bangunan di Thailand Ambruk

Discussion about this post

TERKINI

  • Upaya pemadaman karhutla di Kalimantan, 23 agustus 2026. Foto Dok. BNPB.Karhutla Kalimantan, Legislator: Warga Lokal Tak Bisa Terus Disalahkan, Cabut Izin Korporasi yang Terlibat
    In News
    Senin, 24 Agustus 2026
  • Penanganan karhutla di Lampung Timur, 21 Agustus 2026. Foto Dok. BNPB.Karhutla Berulang Bukan Fenomena Iklim, Walhi: Akibat Negara Salah Urus Tak Sampai Akar Masalah
    In Lingkungan
    Senin, 24 Agustus 2026
  • Titik-titik api karhutla di Pulau Kalimantan. Foto Istimewa.Hukuman Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan: Cabut Izin dan Pulihkan Lingkungan!
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Pembangunan On The Rock di kawasan Pantai Watubolong di KBAK Gunungsewu di Kabupaten Gunungkidul, 8 Agustus 2026. (Foto Instimewa)Akses Dibatasi, Negara Harus Investigasi Perizinan Ekspansi Industri Wisata di Pantai Watubolong
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Visual pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, 20 Agustus 2026. (BNPB)Karhutla Ancaman Serius: Utamakan Penjagaan Sebelum Api Datang, Bukan Pencegahan
    In Bencana
    Sabtu, 22 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media