Selasa, 29 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Myanmar Diguncang Gempa M7,7, Bangunan di Thailand Ambruk

Jumat, 28 Maret 2025
A A
Lokasi gempa M7,7 di Myanmar dan wilayah yang terdampak. Foto Dok. @DaryonoBMKG/X.

Lokasi gempa M7,7 di Myanmar dan wilayah yang terdampak. Foto Dok. @DaryonoBMKG/X.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Jumat, 28 Maret 2025, sebuah gedung pencakar langit di Bangkok, Thailand yang tengah dalam proses pembangunan tampak bergetar, lalu rubuh, luluh lantak. Menimbulkan asap debu putih yang membumbung ke atas seperti kembang-kembang kol. Bahkan kepulan asap putih itu bisa dilihat dari jauh. Menyisakan orang-orang di sekitarnya yang berlarian untuk menghindari reruntuhan bangunan.

Sementara di sebuah hotel tinggi di sana mendadak menjadi air terjun. Lantaran air kolam renang yang ada di atap bangunan tumpah dan jatuh ke bawah usai mengalami guncangan hebat. Dan sebuah bangunan tinggi lainnya terlihat sempat meliuk-liuk akibat getaran dari bawah.

Visual video itu berseliweran di sejumlah akun media sosial. Sejauh ini, gempa tersebut telah mengakibatkan sekitar 144 orang tewas dan 730 orang luka-luka.

Dilansir dari lama USGS, peristiwa tersebut dipicu gempa bumi berkekuatan 7,7 skala Richter pada 28 Maret 2025 di dekat Mandalay, Burma (Myanmar). Gempa bumi terjadi akibat patahan geser antara lempeng India dan Eurasia.

Baca juga: Waspada, Libur Lebaran 2025 di DIY Dihantui Cuaca Ekstrem

Geseran terjadi pada patahan lateral kanan yang mengarah ke utara dan menurun tajam atau patahan lateral kiri yang mengarah ke barat dan menurun tajam. Solusi patahan terbatas menunjukkan patahan lateral kanan yang mengarah ke utara. Mekanisme fokus dan solusi patahan terbatas ini konsisten dengan gempa bumi yang berpotensi terjadi pada Sesar Sagaing lateral kanan yang terletak di zona patahan yang menentukan batas lempeng antara lempeng India dan Sunda.

Meskipun umumnya diplot sebagai titik pada peta, gempa bumi sebesar ini lebih tepat digambarkan sebagai geseran di area patahan yang lebih besar. Solusi patahan terbatas menunjukkan ukuran kejadian pada 28 Maret 2025 adalah sekitar Panjang 200 km kali lebar 20 km.

Jarak 1000 Km

Sementara Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono merilis lewat akun X @DaryonoBMKG, gempa itu terjadi pukul 13:20:56 WIB di Myanmar dengan episenter terletak pada koordinat 21,76° LU; 95,83° BT pada kedalaman 10 km. Gempa terjadi akibat aktivitas Sesar Besar Sagaing di Myanmar dengan mekanisme geser (strike-slip).

Baca juga: Kasus TBC Peringkat Kedua Dunia, UGM Kembangkan Deteksi Dini Berbasis AI

“Selain Myanmar, negara terdampak adalah negara tetangga seperti Thailand, Cina, India dan Bangladesh,” kata Daryono.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: gempa MyanmarKepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG DaryonoSesar SagaingThailand

Editor

Next Post
Ilustrasi masjid saat bulan Ramadhan. Foto chiplanay/pixabay.com.

Mengapa Tahun 2030 Ada Dua Kali Ramadan?

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media