Minggu, 1 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Belajar Membangun dengan Melindungi Hutan dari Masyarakat Mentawai

Masyarakat Mentawai memegang teguh kearifan lokal setempat yang disebut Arat Sabulungan. Adat itu pula yang membuat masyarakat Mentawai melindungi hutan untuk keberlanjutan hidup anak cucu kelak.

Selasa, 30 Agustus 2022
A A
Mahasiswa Filsafat UGM bersama warga Mentawai. Foto ugm.ac.id.

Mahasiswa Filsafat UGM bersama warga Mentawai. Foto ugm.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Lima orang mahasiswa Filsafat UGM, yaitu Aza Khiatun Nisa, Nur Amalia Fitri, Muhammad Farid Wajdi, Kartika Situmorang, dan Moch Zihad Islami melakukan eksplorasi tentang kearifan lokal Arat Sabulungan di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Penelitian bertajuk “Arat Sabulungan: Eksplorasi Konsep Penanganan Perubahan Iklim dan Konsumsi Sumber Daya Berkelanjutan pada Masyarakat Mentawai” bertempat di Desa Madobag, Kecamatan Siberut Selatan (Pulau Siberut) dan Desa Tuapejat, Kecamatan Tuapejat (Pulau Sipora), Kabupaten Kepulauan Mentawai pada tanggal 17-25 Juni 2022 lalu.

Salah satu narasumber penelitian adalah sikerei Aman Sasali. Menurut Aman, istilah Arat Sabulungan itu mencakup banyak makna, baik adat, agama, pesta, dan tradisi.

“Secara singkat, arat itu adat, sabulungan itu ritual. Kata bulung diambil dari kata tumbuh-tumbuhan. Jadi, singkatnya adalah adat yang diambil dari alam,” jelas Aman.

Baca Juga: Perayaan Hari Hutan Indonesia 2022 Kampanyekan Hutan Kita Sultan

Arat Sabulungan menuntun masyarakat Mentawai untuk menjaga hutan agar tercipta keseimbangan hidup antara komponen fisik dan non-fisik. Ada enam temuan praktik tradisi yang mengatur dan membatasi penggunaan sumber daya alam, yakni kei-kei (tabu dan larangan), tulou (denda), alak toga (mas kawin), panaki (ritual minta izin), punen (pesta), dan leleiyo atau urai simatak (lagu rakyat).

Bagi masyarakat Mentawai, Arat Sabulungan punya peran dan kedudukan sebagai prinsip religius sekaligus filosofis hidup. Meskipun mereka juga memeluk agama resmi. Arat Sabulungan juga berperan sebagai sistem hukum dan norma sosial dan sebagai prinsip konservasi lingkungan.

Baca Juga: Selamatkan Hutan Damar, KTH Kofarwis Dianugerahi Kalpataru 2022

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Arat SabulunganHutanMentawaipembangunan berkelanjutanSumatera BaratUGM

Editor

Next Post
Warga mengungsi dampak gempa Mentawai Siberut magnitudp 6,4 di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat. Foto Dok Kecamatan Siberut Barat.

Gempa Mentawai Siberut, Kepala BNPB Berbagi Tips Bikin Alarm Gempa

Discussion about this post

TERKINI

  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media