Minggu, 4 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Belajar Membangun dengan Melindungi Hutan dari Masyarakat Mentawai

Masyarakat Mentawai memegang teguh kearifan lokal setempat yang disebut Arat Sabulungan. Adat itu pula yang membuat masyarakat Mentawai melindungi hutan untuk keberlanjutan hidup anak cucu kelak.

Selasa, 30 Agustus 2022
A A
Mahasiswa Filsafat UGM bersama warga Mentawai. Foto ugm.ac.id.

Mahasiswa Filsafat UGM bersama warga Mentawai. Foto ugm.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Salah satu contoh konservasi lingkungan terkait izin. Misalnya, pengajuan izin dalam pembangunan jalan, gedung, atau lainnya dari pemerintah tidak hanya sebatas kepada pemerintah pusat. Namun juga kepada masyarakat Mentawai melalui sikerei atau ketua adat.

Namun begitu, Arat Sabulungan bukan hanya sebatas izin di atas kertas. Melainkan juga perlu ada izin secara ritual agar tidak diganggu oleh roh-roh leluhur. Sebab, masyarakat Mentawai juga memahami bahwa hutan yang mereka manfaatkan adalah warisan untuk cucu-cucu mereka

“Dulu ada yang pernah minta buka jalan. Kami bukannya tidak mau dikasih uang, tetapi berpikir itu tidak sebanding dengan masa depan cucu-cucu kami nantinya. Sekarang juga banyak kayu-kayu yang sudah tidak sebesar dulu,” ungkap Aman Sasali.

Baca Juga: 20 Perempuan Perjuangkan Hak atas Hutan Lewat Foto dan Tulisan

Aza menjelaskan, tujuan penelitian adalah menjadikan kearifan lokal Arat Sabulungan sebagai salah satu model nasional yang dituangkan dalam strategi pembangunan berkelanjutan berbasis kultur. Mengingat penelitian tersebut berfokus pada poin ke-12 tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), yakni Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab dan poin ke-13, yakni Penanganan Perubahan Iklim.

“Dan ternyata, pembangunan berkelanjutan yang memiliki kesan modern bisa berkolaborasi dengan kearifan lokal,” kata Aza. [WLC02]

Sumber: ugm.ac.id

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Arat SabulunganHutanMentawaipembangunan berkelanjutanSumatera BaratUGM

Editor

Next Post
Warga mengungsi dampak gempa Mentawai Siberut magnitudp 6,4 di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat. Foto Dok Kecamatan Siberut Barat.

Gempa Mentawai Siberut, Kepala BNPB Berbagi Tips Bikin Alarm Gempa

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media